Potensi yang Sama

21 07 2009

Setiap manusia butuh semangat atau motivasi untuk terus mempertahankan hidup. Motivasi tersebut bisa karena uang, jodoh, keluarga, penghargaan dan masih banyak lagi. Dengan asumsi dasar bahwa manusia normal mempunyai potensi yang sama, mengapa tidak semua dapat tercapai cita-citanya? Jawaban paling diplomatis ala penyejuk iman adalah segala sesuatu karenaNya. Hal itu memang benar. Tapi hal itu justru yang membuat penasaran seorang anak kecil bernama Tako. Anak pinggir sungai kali code yang sedang bertanya kepada Bundanya. “Kalau semua orang punya potensi yang sama untuk mencapai cita-citanya, mengapa dulu Bunda tidak bisa menjadi dokter seperti cita-cita di masa kecil?”. Senyum Bunda hanya mengembang.

kelemahanDia tidak sanggup mengatakan kepada anaknya bahwa sebenarnya cara berpikir yang berbeda setiap manusia dipengaruhi oleh perjalanan waktunya, karena lingkungan pengalaman dan mungkin masih sejuta faktor lagi. Dia juga tidak sanggup mengatakan bahwa akal dan naluri itu berbeda. Bahwa akal anak-anak itu belum tumbuh sempurna seperti orang dewasa karena masih lebih banyak dipenuhi naluri di saat kecil. Otak manusia tumbuh sel syarafnya seiring kemampuan berpikir atau akalnya. Dan seperti telah dipaparkan bahwa pertumbuhan akal atau cara berpikir setiap manusia berbeda. Diibaratkan seperti pepohonan, ada yang tumbuh menjulang ke atas, ada yang menjalar dan bahkan ada yang mati termakan pertumbuhan yang tidak sehat. Naluri masa kecil perlahan-lahan akan bergeser sempurna menjadi akal yang sering diistilahkan dengan baligh ketika jika, bagi perempuan akan mengalami siklus bulanan dan bagi laki-laki akan mengalami mimpi tidak kering.

Dan satu hal mengenai pencapaian cita-cita atau keinginan, bahwa kadang keinginan yang kecil bisa tumbuh menjadi besar; tapi kadang keinginan yang besar perlahan bisa menjadi kecil dan tenggelam. Istiqomah dan yakini bahwa yang dilakukan mempunyai nilai benar dan tidak ragu adalah lebih baik, karena kalau tidak akan cepat rapuh dan tumbang. Dan sebenarnya kelemahan itu tidak ada. Kelemahan is nothing. Hanya bridge to opportunity.