Migrasi ke Planet Lain

23 07 2009

Rahman. Seorang anak SD kelas 3 di kota metropolitan ditanya oleh gurunya. “Anakku, coba sebutkan macam-macam benda yang terdapat di sungai?”. Lalu si anak menjawab, “Ada batu, plastik, sampah, air coklat kehitam-hitaman dan bau busuk yang menusuk di hidung.”

***************

Ani. Lain halnya dengan seorang gadis kecil yang baru saja belajar di taman kanak-kanak yang satu ini. Sekolahnya berlokasi di sebuah kota pusat bisnis di pulau jawa. Ayahnya bertanya ketika mau berangkat ke sekolah. “Besok kalau kamu sudah besar, kepengen berangkat sendiri ke sekolah naik apa Nak?”. Dan si kecil menjawab dengan lugu, “Naik mobil Yah, atau paling tidak naik motor pakai penutup mulut. Kan banyak asap di jalan Yah. Udaranya bau dan apek pula. Setiap keluar rumah lebih enak pakai masker.”

***************

Rahman. Ibu guru melanjutkan pertanyaan ketika di kelas. “Sekarang Rahman sebutkan ya Nak, apa saja yang terdapat di hutan?”. “Mmm, Rahman cuma baru liat gambarnya di buku Bu Guru. Belum pernah ke hutan. Jadi tidak tau.”

***************

Ani. Setelah di taman kanak-kanak, ia ditanya oleh Ibu guru. “Sayang, suara apa yang kamu paling sering dengar?”. Ani dengan lugu menjawab, “Suara pabrik dan kendaraan bermotor yang lewat di depan rumahku Bu Guru”.

***************

Rupanya polusi air, udara, tanah dan suara sudah begitu melekat di hati anak-anak. Hari Anak Nasional (HAN) 2009 yang katanya jatuh pada hari ini, mungkin bisa diisi dengan pengenalan kepada suara kicau burung alami dan aliran kejernihan air sungai, serta berwisata ke hutan. Aliran sungai di kota besar sudah berwarna coklat. Tidak ada jernihnya sama sekali. Baunya menyengat sampai ke mulut. Sekarang sudah lebih lumrah bahwa yang namanya berwisata itu pergi belanja ke ke Mall. Tidak biasa wisata ke pantai, gunung, hutan, bahkan air terjun. Apakah demikian, menjadi jarang?

transmigrasiPlanet

Kalau kenyataannya iya, mungkin bumi sudah semakin panas dan kotor. Kondisi tanah, air dan udara di daerah yang padat penduduk sudah begitu sumpek. Sebenarnya daerah lain di tanah air Indonesia yang masih jernih airnya dan sejuk udaranya masih terhampar luas. Tapi entah karena apa, sentralisasi pembangunan di pusat kota atau semacamnya, hal itu sulit direalisasikan. Pembangunan merata. Atau sengaja dibiarkan begitu? Lalu, lain lagi yang dipikirkan oleh yang mengaku ahli bumi di negara-negara bagian barat yang katanya lebih pinter peradabannya. Mungkin planet lain selain bumi sudah diteliti mengenai kelayakannya untuk ditinggali, dengan asumsi bahwa suatu saat bumi akan rusak dengan sendirinya karena ulah manusia dan manusia tidak dapat merehabilitasinya. Sehingga sebuah peluang bisnis terbuka suatu hari kelak. Migrasi ke planet lain.





Rubik’s Cube

23 07 2009

rubiks3Mainan yang satu ini tergolong unik dan menarik. Karena bisa untuk mengasah kecerdasan otak. Bagaimana bisa? Coba saja jika tidak percaya. Tersusun atas kubus-kubus kecil yang bisa diputar dan ditata ulang sesuai kehendak sehingga membentuk kubus besar yang mempunyai 6 sisi warna. Merah, putih, orange, hijau kuning dan biru. Namanya adalah rubik’s cube. Untuk melihat tips dan cara menyusun lihat di sini. Atau pemenang rekor tercepat menyusun rubik di sini. Dan kalau mau membeli rubik yang asli di sini.

 

 

rubik4

Ada yang tersusun 3 layer. Tapi ada juga yang tersusun atas 2 layer seperti gambar di samping. Sering dinamakan mini rubik. Di Jogja, ada komunitas pecinta rubik yang mempunyai agenda rutin untuk berlatih bersama dan sekadar nongkrong di Galeria (Foodcourt) setiap hari senin, rabu dan jumat malam; Paguyuban Rubik Jogja (PRJ).

 

 

(update november 2009)

DOWNLOAD TUTORIAL RUBIK 3X3 LAYER BY LAYER DI SINI.

DOWNLOAD TUTORIAL RUBIK 2X2 DI SINI.