Amil Sebagai Profesi

18 09 2009

Jika membicarakan masalah zakat di tanah air. Akan banyak sekali yang bisa dibicarakan. Dan mencoba ditelaah lebih lanjut mengenai permasalahan yang ada. Mulai dari kesadaran menunaikan zakat, sistem pengelolaan zakat di kelembagaan, fundraising atau penggalangan dana, permasalahan amil atau pengelolaan manajemen kelembagaan zakat, dan distribusi zakat. Dan satu lagi masalah aturan atau undang-undang yang konon mencoba mengatur mengenai zakat di tanah air, tetapi masih setengah-setengah. Yang sekadar ingin dituangkan kali ini adalah seputar amil. Ya, amil adalah orang yang mempunyai peran untuk mengelola zakat. Secara gampang ialah orang yang akan menerima zakat dari muzaki (pemberi zakat) dan menyalurkannya kepada penerima zakat yang termasuk 8 golongan asnaf (mustahik). Berikut beberapa ilustrasi dan sedikit yang ingin diutarakan. Semoga menjadi wacana yang berbeda dan bermanfaat.

***

Sekadar flashback masa lalu. Ketika jaman kepemimpinan islam masih berjaya di tangan Baginda Rasulullah dan khalifah, katakanlah ada sebuah lembaga keuangan pengelola ekonomi negara yang disebut dengan istilah Baitul Mal. Di lembaga tersebutlah keuangan negara diatur secara benar. Sehingga rakyat tidak ada yang kelaparan. Orang yang bekerja di lembaga keuangan tersebut atau Baitul Mal, yang mempunyai peran mengurusi zakat disebut dengan amil.

amilTanah air ini merupakan negara yang penuh keberagaman. Walaupun memang secara presentase hitam di atas putih, mayoritas beragama islam. Tetapi dasar negara yang dianut adalah Pancasila. Mungkin hal itu juga yang menjadi salah satu faktor bahwa pekerjaan sebagai amil (kalau dibaca secara sederhana menjadi : pengumpul zakat) masih dipandang sebagai pekerjaan sambilan atau sampingan. Walaupun masih banyak sebenarnya alasan atau faktor lain penyebab hal itu terjadi. Pekerjaan menjadi amil di sebuah lembaga pengelola zakat, infak dan shodaqoh belum sepenuhnya “diterima” menjadi pekerjaan tetap seseorang. Memang ada yang telah menetapkan bahwa bekerja sebagai amil di sebuah lembaga pengelola zakat adalah pekerjaan tetap. Terutama di lembaga pengelola zakat atau lazis yang tingkatannya sudah besar. Bisa lazis tingkat provinsi atau bahkan nasional. Tapi itu hanya sedikit. Masih banyak sekali lazis kecil yang memposisikan amil sebagai pekerjaan sampingan. Misalnya seorang pegawai negri atau pegawai swasta yang pada pagi sampai siang bekerja di kantor. Tetapi di sela-sela waktu sore hari atau hari libur berperan menjadi amil sebuah lazis.

Ya memang begitulah kondisi riil di lapangan. Cara pandang sebagian masyarakat lebih condong mangatakan bahwa amil adalah pekerjaan sambilan. Karena mungkin paradigma sebagian masyarakat memandang bahwa yang namanya pekerja tetap yang profesioanl itu akan mendapat gaji dengan jumlah nominal tetap. Atau bisa juga memandang bahwa amil lebih banyak digolngkan ke aktivitas yang bersifat filantropi atau kedermawanan. Charity atau bersifat sosial yang tanpa meminta imbalan.

Kalau ditinjau dari segi masalah pendapatan dari pekerjaan tersebut, memang sudah menjadi ketentuan bahwa amil akan mendapat 2.5 persen dari zakat. Sesuai dengan ketentuan Al Quran. Tetapi jika melihat dari kenyataan di lapangan yang ada, khusunya di lembaga pengelola zakat atau lazis yang sudah besar dan mapan, sistem penggajiannya bisa beragam. Tapi bukan berarti meniadakan aturan 2.5 persen tersebut. Logikanya memang semakin besar zakat yang diperoleh, maka semakin besar “jatah” untuk amil yang bisa diperoleh. Tetapi juga harus dilihat pula bahwa sebuah lazis yang besar pada umumnya bukan melulu menampung zakat. Masih ada aliran dana lain seperti dari infak dan shodaqoh. Belum lagi jika lembaga atau lazis tersebut pada dasarnya adalah sebuah afiliasi sebuah perusahaan atau company holding besar. Yang tentunya ada subunit usaha lain yang terkait.

Nah, jika berpijak pada kenyataan masa lalu yang telah diutarakan pada paragraf satu serta untuk memberikan sedikit sumbangsih penyelesaian permasalahan zakat di tanah air, sekiranya sebenarnya perlu diubah cara pandang atau paradigma di tengah masyarakat bahwa amil adalah sebuah profesi. Seperti layaknya seorang dokter, akuntan, apoteker dan lain sebagainya. Bahwa sebenarnya seorang amil itu bekerja layaknya mereka. Dengan kemampuan yang spesifik dan bidang yang spesifik pula, seorang amil bisa saja berpindah lokasi kerja. Bisa dianalogikan seperti seorang dokter yang bisa praktek dimana-mana, tetapi kemampuan atau skill-nya tetap spesifik.

Untuk menumbuhkembangkan iklim zakat dan pengelolaannya untuk yang lebih baik, maka sudah sepantasnya jika pekerjaan sebagai amil dipandang sebagai sebuah profesi .Atau bukan hanya sebagai pekerjaan sambilan. Analoginya jika masih diposisikan sebagai pekerjaan sambilan, maka tentu saja hasilnya juga akan setengah-setengah. Padahal sebenarnya untuk menggerakkan semangat berbagi melalui zakat bukanlah pekerjaan asal-asalan. Perlu totalitas dalam pekerjaan. Bekerja dengan semangat profesionalisme. Seperti pula yang telah diajarkan dalam Al Quran. Penuh amanah.

Jadi boleh dibilang bahwa amil sebenarnya adalah profesi yang terkubur sejak dulu. Semenjak ada Baitul Mal. Dan semangat untuk mengubah posisi atau paradigma pekerjaan amil menjadi sebuah pekerjaan profesional sebenarnya telah lama direkomendasikan oleh orang-orang yang berkecimpung di lembaga pengelola zakat. Termasuk oleh FOZ, Forum Zakat yang merupakan wadah silaturahmi antar lembaga pengelola zakat. Dan juga hasil rekomendasi Konferensi Nasional Pengelola Zakat di Jogja pada tahun 2004. Yang kurang lebih berbunyi sebagai berikut : “Karena profesi Amil Zakat adalah profesi yang telah ditetapkan di dalam Al Qur’an, maka sudah selayaknya profesi Amil Zakat dapat duduk sejajar dengan profesi lainnya di tengah masyarakat seperti: dokter, insinyur, arsitek dan akuntan. Oleh karena itu mendorong para Amil Zakat untuk segera membentuk Organisasi Profesi Amil Zakat. Misalnya dengan mendirikan Ikatan Amil Zakat Indonesia (IKAZI)”. Semoga dengan begitu, zakat akan lebih tertangani dengan lebih sistemik dan terarah di negeri ini. Dan manjadi sebuah solusi bersama. Solusi yang lebih baik untuk pemberantasan kemiskinan. Bukan hanya pengentasan kemiskinan. Amin !

***

Ini adalah posting terakhir sebelum lebaran 1430 H, jadi mari berbagi ucapan “selamat bermaaf-maafan dan menyambung tali silaturahmi yang terputus, semoga selepas lebaran ibadah meningkat. amin!”.

Iklan

Aksi

Information

25 responses

18 09 2009
Yep

Yep mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Salam
Yep 🙂

18 09 2009
KangBoed

Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

18 09 2009
KangBoed

Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll

18 09 2009
Iklan Gratis

mungkin benar .. orientasi pekerjaan tetap itu pekerjaan dengan penghasilan tetap .. dan memang sebagai amil haruslah sebisa mungkin benar2 total karena menyangkut umat ..
tp saya pribadi berpendapat .. jika ada pegawai yang menghabiskan siangnya di kantor dan baru bertindak sebagai amil di sela2 waktunya .. sudah cukup bagus ..
setidaknya pribadi tersebut berusaha dapat memberikan kontribusi .. dan siapa tahu beberapa tahun ke depan pribadi tersebut benar2 total sebagai amil ..

Iklan Baris

18 09 2009
M Mursyid PW

Met Idul Fitri.
Mohon maaf lahir batin.

18 09 2009
iva

Ass wr.wb
Salam kenal,
Kami dari tim riset Ilmu Komunikasi UGM, sedang mengadakan penelitian ttg pemberdayaan masyarakat melalui blog dgn output jurnal serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.
Untuk itu, melalui perkenalan ini kami sekaligus meminta ijin untuk melakukan wawancara via online mengenai blog Saudara guna melengkapi data penelitian kami.
Kami amat mengharapkan kerjasama dari Saudara, kami berharap Saudara dapat segera memberikan tanggapan mengingat keterbatasan waktu yang kami punya.
Terimakasih banyak.

18 09 2009
ILYAS AFSOH

mENARIK,

dengan kemampuan dan kabilitas : seluk beluk zakat yang mempuni

18 09 2009
ILYAS AFSOH

ILYAS
AFSOH

Mengucapkan

SELAMAT HARI
RAYA IDUL FITRI 1430 H

Mohon Maaf Lahir & Batin

18 09 2009
mesin kasir

Coba saja dana zakat itu bisa dikelola dengan bagus, bisa jadi penerima zakat tahun ini bisa memberikan zakat tahun depan bukan menjadi pelanggan zakat tiap tahunnya. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H” mohon maaf lahir dan batin untuk kesalahan yang disengaja maupun tidak.

18 09 2009
a212

Sepakat kang…..
Kalo dijadikan profesi….
mustinya ada yang garap pula untuk peningkatan skill
sekolah amil zakat, ato fakultas amil zakat (seperti fakultas kedokteran).
hanya ide lho kang… barangkali bisa ditindak lanjuti

19 09 2009
Dangstars

Assalamualaikum Wr.Wb.
Perlahan namun pasti postingan ini saya tulis,Kata demi kata dipersiapkan agar enak dibaca dan dihayati,Hari yang selalu dinanti sudah di hadapan,hari yang Akbar yang sangat didambakan setiap insan.Idul Fitri 1430 H telah tiba.Hari dimana kita kembali kepda Fitrah Nya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Kami sekeluarga Mohon maaf lahir dan bathin,Apabila ada kata di postingan atau dikomentar yang kurang berkenan dihati Anda.
Kami sekeluarga
Dadang Supriadi
http://dadangsupriadi.wordpress.com
Wassalam.

19 09 2009
vitri

ya .. malah kadang terjadi simpang siur juga dalam masyarakat .. malahan jadi nggak ikhlas .. terus seadanya deh le bekerja ..

19 09 2009
accan

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430
Minal Aidin Wal Faizin.
Mohon maaf lahir n Bathin.
Maavin semua kesalahan Accan iah.. 😉

19 09 2009
ganool

selamat hari raya idul fitri 1430 H,,mohon maaf lahir dan batin,,

19 09 2009
Hanster

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

19 09 2009
abecho

Kalo belajar pada zaman Rosulullah pasti bagus buat negara ini
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon maaf lahir batin mas
Btw, sedikit penjelasan SMTP & POP ada diblogku yach

20 09 2009
masiqbal

walopun komentar saya ga nyambung sama postingan ini gpp ya… saya ingin mengucapkan :
Taqobballallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,
Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal aidin wal faizin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan bathin, maapin segala salah dan khilafku selama ini ya…

20 09 2009
Imam S

Iya…
Selayaknya semua yg berhubungan dg pelayanan masyarakat islam sudah seharusnya dilaksanakan dg cara yg profesional. Yg sukarelawan (jangan cuma gelarnya) tetap harus profesional, apalagi yg digaji… woooo dia mah, HARUZ!!!

21 09 2009
andif

Selamat Hari raya lebaran 1430H
Taqabalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

21 09 2009
Ihsan Prawoto

Bukankah petugas amil zakat dilakukan secara ikhlas dan suka rela. kalu memang petugas amil di jadikan pekerjaan tetap gajinya dari mana? bukankah di jaman Rasul sendiri harta zakat tidak boleh di keluarkan kecuali untuk yang membutuhkan.

berarti ini upaya untuk menggeroti harta kaum muslimin dengan dalih lembaga zakar??? Taqobalallahu waminna wa minkum…

21 09 2009
kucingkeren

profesi Amil itu sepertinya ‘damai’ ya. sekarang kok banyak profesi di dunia islam yang dikomersialisasikan… anyway selamat lebaran ya.. maaf lahir batin

21 09 2009
kawanlama95

dengan begitu besarnya potensi zakat maka adalah sebuah keharusan agar zakat dikelola dengan kelola profisional agar pengaturannya bisa lebih adil dan proposional
semoga

22 09 2009
Irfan

Ikutaaan ngomen aaaahhhh…
(sambil berharap dikomen balik..) Wkakakak….

Btw,, slmt hari raya Idul Fitri 1430 H ya broo….
Mhn maaf lahir & Batin… 🙂

22 09 2009
Daoz

numpanng mampir sambil mau says,,,

.:: SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1430 H, minal ‘aidin wal va idzin.

mulai dari Nol ya Pak,,,

22 09 2009
zipoer7

Met hari raya om
Salam Takzim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: