Tawon

31 10 2009

tawon2Sore itu kos ramai. Karena beberapa penghuninya sedang asyik bermain di depan kos. Sudah jadi mahasiswa kok masih bermain seperti anak kecil? Bukan, kali ini sedang mencoba mendapatkan madu dengan sedikit mengusik sarangnya. Madu diambil dari sarang tawon, kemudian diperas dan disaring setelah bersih kemudian dikemas.

Baca Lagi Ah





Monopoli

25 10 2009

Sebuah kerajaan yang kaya raya dimana rakyatnya hampir sejahtera mengalami sebuah dilema. Kali ini bukan masalah pemilihan pemimpin yang bisa mengayomi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Tetapi kali ini menyangkut pengurusan kekayaan negara. Lebih tepatnya kekayaan alam. Air, listrik, telepon kabel dan masalah transportasi kereta api. Pengurusan kekayaan-kekayaan negara itu ditangani oleh perusahaan-perusahaan besar. Yang memang diatur undang-undang untuk hanya diurusi dan hak pengelolaanya pada satu perusahaan. Karena sumber-sumber alam tersebut sangatlah vital dan penting bagi hajat hidup orang banyak.

monopoliAir, merupakan sumber tak terbatas di kerajaan itu. Tanahnya subur dan air melimpah ruah. Memang ada beberapa titik daerah yang kurang subur dan airnya sedikit, apalagi jika musim hujan. Tetapi itu bukan persoalan utama. Listrik, energi utama untuk berbagai aktivitas rakyat di kerajaan itu. Transportasi, pendidikan, pertambangan dan masih banyak lagi. Itu sangat vital. Dengan berbagai sumber kekayaan energi di kerajaan itu, sesungguhnya listrik bukanlah hal yang sulit. Memang ada kendala dalam hal investasi yang cukup banyak. Tetapi itu akan menjadi masalah besar jika tak bisa melakukan manajemen yang baik. Telepon kabel juga hanya diurusi oleh satu perusahaan, sesuai dengan aturan kerajaan. Begitu pula dengan sarana transportasi kereta api.

Baca Lagi Ah!





Kerja Keras Adalah Energi Kita

22 10 2009

Siang itu kami terhenti di sebuah pom bensin dengan logo Pertamina  Pasti Pas. Sekeluarga melakukan perjalanan menggunakan mobil menuju Kebumen pesisir adalah tujuan utama ketika lebaran kemarin. Untuk silaturahmi. Salah satu bilang, ”kenapa ga sekalian aja semua pom bensin itu berlogo Pasti Pas ? Jadi masyarakat awam benar-benar yakin tidak dicurangi. Kadang bisa membuat kesan kalau pom bensin tanpa logo itu takarannya ga bener. Lagian mungkin bisa jadi proses sertifikasi pasti pas bikin pemborosan uang, baik dari sisi pemilik pom bensin atau pihak yang punya kewenangan mengurusi sertifikasi. Ya nggak?”. Ada yang berkilah menjawab, ”itu kaitannya sama standar pelayanan dan berbagai aspek lainnya. Ribet dah ngomonginnya!”. Sesampai di lokasi tujuan, suasana silaturahmi dan bertukar cerita serasa cair. Semua bercengkrama bersama hingga seorang sanak saudara yang bekerja di pertambangan berceloteh. ”Cadangan minyak di negara ini sudah akan habis beberapa tahun mendatang. Ga lama. Jadi negara ini harus kerja keras untuk menemukan energi alternatif. Bisa dibilang kerja keras adalah energi kita jika tidak ingin kehilangan sumber energi lain kelak”.

Baca Lagi Ah





ISBN dan PNRI

17 10 2009

Di halaman sampul sebuah buku, kini sudah jamak tercantum bar code ISBN. ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number (Nomor Buku Standar Internasional) yang terdiri dari deretan angka 10 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Kata beberapa sumber, awalnya pemberian kode semacam itu adalah inisiatif Jerman. Dan kini berbagai negara telah mengikutinya. Sebenarnya informasi mengenai ISBN banyak sekali bisa ditemukan di dunia maya. Lewat search engine saja sudah banyak sekali informasi yang bisa diperoleh. Atau bisa segera dicek di sini atau di sini. Baca Lagi Ah





Software untuk Kuliah Teknik Industri

11 10 2009

Seorang teknik industri adalah seorang yang berhadapan dengan sistem. Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi. Seorang teknik industri dapat menemukan cara yang lebih baik dalam hal apapun. Kata kunci teknik industri adalah produktifitas, efektivitas, dan efisiensi.

Perkuliahan di jurusan teknik industri mengambil learning model proses manufaktur, yakni sebuah aktivitas yang mencakup proses penentuan bahan baku, produksi, hingga dipasarkan. Ada tiga komponen inti penyusun kompetensi seorang teknik industri. Yakni production engineering, human engineering, dan operation science. Komponen tersebut saling melengkapi dan tidak bersifat meniadakan satu sama lain. Berikut adalah beberapa software yang bermanfaat dan sering digunakan dalam proses belajar mengajar atau perkuliahan teknik industri.

Baca Lagi Ah





Antara Bantuan dan Utang

10 10 2009

bantuanKoran itu masih dibacanya. ”Pemerintah baru saja menerima bantuan dari asing. Kali ini untuk bantuan bencana”. Teringat di pikirannya sudah beberapa kali berita semacam itu sering dibacanya. Tapi bukan karena bencana, mungkin karena kondisi ekonomi negara yang terhimpit atau semacamnya. Atau hanya sekadar hanya merasa terhimpit di tengah potensi yang seabrek ada. Tidak tahu. Baca Lagi Ah





Sedekah

4 10 2009

Ada sebuah rumah yang cukup mewah. Pemiliknya kaya. Suatu hari datang beberapa orang miskin berbaju compang-camping. Mereka terus meminta-minta di depan gerbang rumah. Berharap diberi sedikit nasi atau uang untuk sarapan dan makan. Hari pertama, para pengemis tak digubris. Hari kedua, para pengemis datang lagi dengan harapan yang sama. Jika kedatangan pertama para pengemis diam saja, kini para pengemis mulai bersuara, ”tolonglah kami tuan, beri sedikit kami uang”. Tak digubris lagi. Begitu seterusnya hingga satu minggu. Akhirnya si pemilik rumah bosan. Rupanya si pemberi resah karena diminta-minta terus oleh para pengemis. Si pemilik rumah akhirnya memberi uang kepada para pengemis. Dengan harapan supaya mereka tidak datang lagi, dan si pemilik rumah tidak terganggu lagi dengan para pengemis yang selalu meminta-minta di depan rumahnya.

***

Baca Lagi Ah





Warung Soto Pak Rus

2 10 2009

Lokasinya ada di stasiun KA (kereta api) Purworejo. Sebuah stasiun yang sempat “tutup beroperasi sementara”. Warung soto yang satu ini cukup terkenal, laris dan popular di kalangan warga purworejo. Karena lokasinya yang lain daripada lainnya. Tempatnya memang di dalam stasiun. Tetapi jika dalam kondisi ramai, maka para pengunjung sampai bertumpah ruah makan di kursi duduk tempat tunggu penumpang kereta. Dan itu tidak begitu menjadi masalah, maksudnya tidak begitu mengganggu kenyamanan calon penumpang kereta api. Karena stasiun yang terletak di kota purworejo ini memang saat ini masih berperan menjadi transit sementara. Jikalau hendak berkunjung ke Jakarta atau Bandung dari kota Purworejo, maka sebenarnya lokasi keberangkatan utama di stasiun Kutoarjo (kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo).

Baca Lagi Ah!





Membela Kemandirian Negara

1 10 2009

belanegara

Di sebuah pos ronda RT 02 RW III Kelurahan Pangenrejo Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, mengalirlah sebuah percakapan ringan nan sederhana. Malam hari ketika sedang ronda. Antara tiga orang warga. Sutrisno, seorang buruh pabrik mebel; Bowo, pemilik toko kelontong kecil; dan Diyono, seorang petani.

Diyono : “sudah pada liat berita di tv tho sampeyan semua? Wah bencana gempa datang lagi. Kita harus waspada”

Sutrisno : “iya, saya turut berduka cita. Kasian sekali, beratus-ratus orang meninggal. Seandainya saya bisa membantu mereka untuk turun langsung! Doh!”

Bowo : “negara ini memang membutuhkan uluran tangan semua warganya. Di tengah kondisi negara yang menurut saya belum makmur-makmur amat, bencana alam ada terus. Selepas krisi ekonomi tahun 90-an itu, ada saja teroris ngawur mampir di negara kita. Wah, ada saja yah. Mungkin ini saatnya kita pada membela bangsa, apalagi momennya pas. Nanti tanggal 5 ulang taun tentara. Yo tho?”

Diyono : “sampeyan iki ono-ono wae tho kang Bowo. Kok njuk terus dikaitke karo bela negara, bela bangsa. Terus topik pembicaraane jadi berat tho. Apa mentang-mentang sampeyan iki lulusan insinyur yang mantunya tentara? Hehehe”

Bowo : “ya enggak gitu tho kang Diyono. Seperti tadi dah disinggung kang Tris. Setiap warga itu sudah sepatutnya punya kepedulian terhadap sesama dan peduli terhadap nasib bangsa. Sudah lumayan bagus itu kang Tris, punya niat dan doa yang baik untuk para korban bencana gempa. Itu juga namanya bela negara. Apa sampeyan mau, ada kasus klaim kebudayaan negara kita oleh negara tetangga lagi?”

Sutrisno : “nha itu juga bagian bela kebudayaan negara, saya enggak suka itu kejadian lagi, budaya kita diklaim. Eh kang Diyono, memangnya sampeyan tidak pernah diajarin di sekolah dulu apa? Gini-gini walopun saya Cuma buruh pabrik, tapi saya masih ingat kok. Pasal 30 UUD 45 itu meminta seluruh warga untuk membela negara dengan kekuatan masing-masing”

Diyono : “owalah kang Tris. koyo sampeyan tidak mengerti saja. Lha wong saya ini lulusan SD yang sekarang jadi petani. Walopun punya beberapa lahan luas untuk bertani, saya sudah lupa pelajaran apa itu dulu di sekolah. Tapi ngomong-ngomong, sebagai petani pantesnya saya membela negara lewat apa yah? Dan lagipula saya merasa kok kemakmuran kaum petani itu lebih baik jaman-jaman pemimpin negara yang dulu. Bibit dan pupuk murah, lancar lagi. Gimana menurut sampayen-sampeyan ini?”

Bowo : “negara kita ini sebenernya kaya lho kang Diyono. Warganya banyak, dan sebenernya pinter-pinter. Lha yang lulusan luar negri dan kerja jadi peneliti di luar negri juga banyak. Tanahnya subur, banyak kekayaan alam, pabrik tambangnya banyak. Kalau menurut saya, kita sebagai rakyat kecil itu kalau cara mudahnya untuk membela negara ya dengan memakai produk lokal. Apalagi bagi kita-kita yang rakyat kecil, enggak mampu beli produk-produk luar negri kayak baju, sepatu. Lha wong duitnya pas-pasan buat makan saja. Ya tho? Hahaha”

Sutrisno : “ya iya tho. Tapi gini kang Bowo, negara kita memang belum makmur-makmur amat seperti yang dibilang kang Diyono tadi. Dan mungkin apa sebenarnya masih sedikit orang-orang cerdas di negara ini? Pabrik-pabrik dan perusahaan besar itu isinya orang luar negri semua. Pada berkulit putih-putih, berbadan tinggi tegap dan berhidung mancung. Apa sebenernya kita juga enggak mampu berdikari sendiri tho?”

Bowo : “nha ini agak serius ni. Tadi kan saya sudah bilang tho pada sampeyan-sampeyan ini. Sebenernya kita ini mampu kok dengan potensi kita untuk mengurusi segala kekayaan alam negri. Kita bisa mandiri mengurusi semuanya. Kadang-kadang saya merasa sedih saja sama keputusan-keputusan para petinggi kita yang suka meminjam uang, terus terkadang juga agak meremehkan kemampuan bangsa sendiri. Saya kok yakin sebenernya kita bisa lho punya teknologi canggih sendiri, lha wong bisa buat motor dan mobil sendiri. Bisa buat alat dan teknologi canggih lainnya. Tapi dengan dalih sudah terbiasa memakai teknologi dari luar dan takut nanti banyak PHK, ya jadilah kita mengekor terus ke teknologi bangsa lain. Ada lagi ni, kebun kelapa sawit kita itu buanyak sekali, tapi atas nama peraturan dan undang-undang yang dibuat sendiri, e lha kok malah dibebaskan kepemilikannya ke bangsa lain. Lha kita bangsa sendiri dapat apa? Masa Cuma jadi pekerja di rumah sendiri. Kadang lucu tho? Itu, sampeyan tau pabrik kacang bungkusan itu tho. Kalau sampeyan kira itu bahan baku kacang semuanya dari negara sendiri yang punya banyak kebun kacang, itu salah. Masa negara yang subur makmur ini mesti impor hasil perkebunan. Kan jadi terbalik kayak jaman penjajahan Belanda dulu. Kalau jaman Belanda dulu malah negara kita jadi produsen unggul bahan alam. Saya merasa kok mungkin para petinggi bangsa ada yang merasa tidak yakin sama kemampuan dan kemandirian bangsa, untuk mengelola segala potensi yang ada. Tapi lha wong memberi kesempatan untuk mengelola secara mandiri saja belum pernah kok, ya jadinya sampai sekarang seperti ini. Kita mampu kok, bener. Mampu mandiri berdikari.  . . . . .”

Diyono : “owalah, uwis-uwis. Sampeyan iki nggawe mumet tenan. Saya enggak mudeng yang sampeyan omongkan. Saya ini mung lulusan SD, ora mudeng. Ha ha ha ”

Sutrisno : “ha ha ha. Dasar kang Diyono ini, susah diajak omong yang serius. Ya sudah, ayo muter ronda saja. Ini juga termasuk membela kemanan wilayah, membela negara. Ya tho? He he he.

*****

Ditulis untuk sebuah event, dari blognya pakdhe Cholik.