Profesor Kodok

2 12 2009

Dikisahkan ada seorang profesor, anak kecil berumur 5 tahun, anak jalanan berumur 14 tahun dan seekor kodok di pinggir sebuah sungai. Anak kecil itu bertanya kepada seorang profesor, berapa kali kodok itu akan lompat ke seberang sungai. Lalu dijawablah oleh profesor bahwa jumlah lompatan kodok tersebut bisa diketahui dengan mengetahui lebar sungai lalu dibagi dengan jangkauan lompatan kodok. Dan hasilnya, profesor berkata kalau kodok tersebut akan lompat sebanyak dua kali. Si anak jalanan lalu tiba-tiba berkata. ”Tidak seperti itu profesor, kodok tersebut hanya akan lompat satu kali. Lebar sungai ini memang tidak mampu dilalui kodok dengan hanya satu lompatan. Dan selanjutnya kodok akan tercebur ke sungai. Kalau sudah tercebur ke sungai, maka kodok akan segera berenang ke tepian. Tidak mampu bertumpu pada air sungai untuk lompatan kedua kalinya”. Dan betul ternyata pada akhirnya terjadi seperti apa yang dikatakan anak jalanan.

Dikutip dari cerita Kwik Kian Gie pada sebuah dialog di sebuah stasiun televisi swasta pada senin malam lalu. Dialog tentang kasus perekonomian dan politik yang tengah menggelora akhir-akhir ini. Moral dari cerita di atas yakni seberapa besar dan cerdas seseorang yang hanya bekerja di belakang meja dengan hanya landasan teori-teori yang dimilikinya, terkadang bisa begitu mudah dikalahkan dengan seseorang yang sudah terlatih di lapangan. Walaupun orang lapangan itu tidak memiliki wawasan-wawasan teori yang cukup banyak. Profesor itu memang pandai berhitung matematis. Tetapi terlupa hal sepele, seperti yang dikatakan si anak jalanan bahwa kodok tak mampu bertumpu di air dan pasti jika tercebur ke sungai akan segera berenang.

Ketika sedang menyelesaikan sebuah masalah, benchmarking (perbandingan) antara teori dan praktek adalah lebih baik. Karena ilmu teori dilahirkan dari praktek, begitu sebaliknya. Namun kadang yang terlupakan bahwa teori-teori itu terkadang menggunakan beberapa asumsi. Kondisi tersebut bisa juga masih terbawa pada saat akan dipraktekkan! Dan mempraktekkan sesuatu tanpa sedikit pun ilmu teori, kemungkinan tergelincir juga akan lebih besar!

Iklan

Aksi

Information

18 responses

2 12 2009
pes

apaan tuh???

4 12 2009
nurrahman18

sekadar kutipan cerita bro…^_^

2 12 2009
ruanghatiberbagi

Salam Hangat Sahabat,

Semoga Hal Terindah Tlah Tercipta Hari Ini
Dan Selalu Damai Di Bumi
Sapaku DiSeparuh Perjalanan Hari Ini

Peace and Green

2 12 2009
freezipe

bos tukerlinknya ya…

2 12 2009
o2n°

Bagus ni artikelnya,bisa menjadi ajaran bagi org yang punya ilmu,agar tdk memandang remeh org biasa,krn org biasa belum tentu bodoh

2 12 2009
muhamaze

wah ternyata ada profesor kodok jg ya.. aku taunya kodok ngorek 😀

2 12 2009
Batavusqu

Salam Takzim
Mohon izin, menghaturkan maap pak, karena baru kesini lagi, kedelet semua file nya
Salam takzim dulu pak

2 12 2009
HYIP Jaya

Assalamualaikum Nurrahman. Bunda Rizi berkunjung. Semoga tetap tercipta keindahan dari hari ini.

2 12 2009
Henny Faridah

Ayah koq pake alamat bunda seh….

4 12 2009
nurrahman18

maksudnya? bingung mode ON…

2 12 2009
solusidigitalku

sip… artikelnya cukup jadi pencerahan di pagi hari.. ditunggu kunjungan baliknya ya…

3 12 2009
masiqbal

siang-siang sambil istirahat dapet bacaan bagus seperti ini, terima kasih mas… 🙂

3 12 2009
komiocy

wuihwih….ternyata untuk hal-hal konkrit, anakanaklebih profesional dari ~or ya?

3 12 2009
Farizy4n

wah… aku comot lagi ah… buat mading…

3 12 2009
kaptenagil

artikel yang bagus plus penataan bahasanya yang enak dibaca…

senang banget aq mampir mas arif ini, artikel2nya sangat bermanfaat

menanggapi artikelnya : Teori dan praktek menurutku harus sejalan…

7 12 2009
Red

mungkin ini yang terjadi pada para pengambil kebijakan dalam kasus Bank Century. Dasar penyelamatan Century kan adanya kekuatiran perekonomian nasional kita colapse jika century dilikuidasi. Colapsenya gara2 terjadi rush pada bank2 besar. Jadi atas dasar kekuatiran itulah dan hasil perhitungan matematis akan besarnya kerugian yangmenyebabkan pemerintah membail out century. ckckck

8 12 2009
Andi

hayah… opo meneh iki mas??? hehehe…
yg jelas, teori dan praktik itu saling melengkapi ya mas. jangan anggap remeh teori tapi jangan kesampingkan praktik.

21 12 2009
psuryananda

mendingan dipraktekkan daripada teori doanggggggggg!!!
setuju brooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: