Jalur Sepeda

18 12 2009

Marka jalan berwarna cat kuning yang terletak di pinggir atau tepian jalan itu memang belum lama dibuat. Sebagian dibuat di jalan-jalan kota beberapa minggu terakhir ini. Dan sebagian yang lain sudah dibuat berbulan-bulan lalu. Marka berwarna kuning tersebut dilengkapi dengan gambar kecil di beberapa pangkalnya, yakni sepeda. Ya, itu adalah jalur sepeda. Sebetulnya sudah sejak lama pemkot Jogja mencanangkan pembuatan jalur tersebut. Sekitar awal tahun ini, sudah beredar informasi bahwa akan terbentang jalur sepeda di 34 penggal jalan raya dan 138 jalan kampung. Kemudian juga ada pencanangan sebuah program untuk mendukung hal itu. Yakni program ”Jogja Kembali Bersepeda” yang diselenggarakan pada 1 Maret lalu. Sebuah slogannya adalah ”Sego Segawe” (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe). Artinya sepeda untuk bersekolah dan bekerja. Dan itu juga sudah dicontohkan oleh pak walikota, Pak Hery Zudianto yang sehari-hari beraktivitas sering menggunakan sepeda hingga saat ini.

Selain jalur sepeda dengan marka bercat kuning, ada juga penunjuk jalan khusus jalur sepeda. Tertulis ”jalur alternatif sepeda” dengan gambar tangan yang menunjuk ke arah tertentu. Kini antusisme terhadap penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan memang semakin meningkat. Mungkin karena kesadaran akan lingkungan yang hijau juga bertambah. Dan hal itulah yang bisa menjadi salah satu alasan mengapa di Jogja dibuat jalur khusus sepeda. Komunitas atau klub penggemar dan pengguna sepeda juga tidak kalah berkembang. Beberapa akan mengatakan, kini bersepeda bukan hanya untuk bertujuan sehat. Tetapi juga menjadi lifestyle. Terlepas dari itu semua, toh kalau dilihat dari sisi positif bersepeda memberikan banyak manfaat. Komunitas sepeda seperti B2W (bike to work), sepeda lipat (seli) dan sepeda onthel terus berkembang dan mengepakkan sayapnya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi sesama. Misalnya kepedulian dengan kasus Ibu Prita. Dan berdasarkan sebuah sumber, di Jogja ada 78 klub atau komunitas sepeda. Jumlah yang tidak sedikit.

Jalur khusus sepeda itu juga bukan tanpa tujuan besar dalam hal mengubah paradigma atau kebiasaan bertransportasi masyarakat. Karena saat ini emisi polusi udara karena mesin kendaraan tidak dapat dipungkiri semakin banyak. Dan ini juga karena berbagai faktor. Seperti di Jakarta yang mana kendaraan pribadi sangat banyak. Sehingga pemerintah berinisiatif membuat ”busway” semenjak 2004. Dan rencana yang lebih besar lagi adalah akan membuat Rapit Transit (MRT) yang direncanakan beroperasi pada 2016. Sedangkan di Jogja sendiri baru ada ”TransJogja”. Semoga jalur-jalur sepeda tersebut bisa memberikan kontribusi dalam hal penyelenggaraan transportasi yang aman, nyaman dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Layaknya halnya gambar di samping. Yang mana moda transportasi sepeda dibuatkan ”ruang tunggu” tersendiri di perempatan lampu merah. Seperti di perempatan Malioboro, titik nol kilometer.

Event mengenai kepedulian untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi yang belum lama ini dilaksanakan adalah ”Rider Planet Earth”. Sebuah gerakan global yang dilakukan sebagai respon atas berlangsungnya konferensi Negosiasi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen, Denmark pada bulan Desember ini. Lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

Nah, kalau yang satu ini agak berbeda. Mengenai ironi. Sudah bersusah payah mengkampanyekan sepeda sebagai moda transportasi yang ramah dan nyaman serta membuat jalur khusus untuk bersepeda, tetapi tetap saja ada beberapa pelanggaran yang dilakukan. Seperti di depan rumah sakit Sardjito. Rumah sakit yang penataan pedagang kaki lima-nya dari dulu bertahun-tahun hingga sekarang selalu nampak ruwet. Sudah dibuat marka jalan khusus sepeda, tetapi tetap saja dilanggar. Para pedagang menempatinya. Padahal sebetulnya sudah terpampang jelas di situ ada plank peringatan bahwa ”dilarang berjualan di sekitar kawasan ini”. Memang sebuah hal yang sulit dan dilema. Tampaknya pemerintah setempat dan pihak terkait masih harus berupaya keras untuk menertibkan hal-hal seperti itu. Karena dengan adanya pelanggaran-pelanggaran seperti itu juga bisa menandakan bahwa pembuatan jalur sepeda dengan cat warna kuning di pinggiran jalan kurang efektif. Seolah hanya membuat ”jalur bersama” dengan moda transportasi lain. Bukan ”jalur eksklusif” seperti di negara-negara maju, yang diharapakan tingkat kefektivitasan dalam hal mengubah kebiasaan transportasi masyarakat secara umum lebih baik.

Iklan

Aksi

Information

19 responses

18 12 2009
treante

mampir aja sob 🙂

19 12 2009
demoffy

wah ternyata ada jalurnya ya..
biasanya sih ada, cuma’ ga’ ada gambarnya seperti itu.. 🙂

19 12 2009
Agung aritanto

Waah seru banget tuh suatu ide yg bgus dri jogja apalagi d contohin sama pak walikota mantap deh saya doain semoga bsa lancar deh n doain ya semoga d banjarmasin juga kaya gitu

19 12 2009
Nanang

Saya asli Jawa Barat tapi kini menetap di Jawa Tengah tepatnya di Banyumas (istri orng Banyumas) saya kagum dengan orng2 disini, sepeda masih banyak digunakan untuk kendaraan bahkan anak2 sekolah banyak yang memakainya, padahal di Jawa Barat tidak seperti itu. Saya sendiri suka memakai sepeda bahkan sering ngajak anak saya
naik sepeda.

19 12 2009
Jalur Sepeda « feeds.bloggerpurworejo.com

[…] Marka jalan berwarna cat kuning yang terletak di pinggir atau tepian jalan itu memang belum lama dibuat. Sebagian dibuat di jalan-jalan kota beberapa minggu terakhir ini. Dan sebagian yang lain sudah dibuat berbulan-bulan lalu. Marka berwarna kuning tersebut dilengkapi dengan gambar kecil di beberapa pangkalnya, yakni sepeda. Ya, itu adalah jalur sepeda. Sebetulnya sudah sejak […] Baca dari Sumbernya […]

20 12 2009
Henny Faridah

Di Balikpapan juga ada… dan warna jalurnya jelas beserta cermin pantulan cahaya sebagai tanda batasnya… Semoga semua bisa tertib dan menghormati para pemakai sepeda…

20 12 2009
Mef

kayaknya Jogja pelopornya tuh di Indonesia..

Mantap..

20 12 2009
zipoer7

Salam Takzim
Semoga saja BIKE LINE ini segera diperluas pembuatannya, karena terus terang saya salah satu pekerja yang sering menggunakan sepeda menuju tempat kerjanya, alangkah indahnya memiliki jalur sendiri.
Salam Takzim Batavusqu

21 12 2009
Huang

sama saja, di Palembang juga ada jalur sepeda. Namun kenyataan masih dipakai untuk parkir mobil dan lalu lintas kendaraan bermotor.

21 12 2009
gizi dan kesehatan

Jadi knagen Djogja mas….udah 7 tahun ga ketemu,,merantau demi pendidikan,,,hikz jadi mau nangis….

22 12 2009
Agung Suparjono

di indonesia ada ngga y

22 12 2009
nurrahman18

itu di indonesa pak…asli jogja( ^^,)

23 12 2009
meds

langkah yang bagus, tapi efektif gak? di foto terlihat, jatah untuk sepeda sangat sempit, jadi untuk oleng pun sulit. juga, mengaca dari Jakarta, jalur busway saja yang ada perda-nya sekarang jadi everyone’s way, gimana dengan jalur sepeda?

Harusnya, jalur sepeda terpisah dengan pagar sendiri.

24 12 2009
kawanlama95

wah kalo di cbinong enak neeh kalo ada kapan ya cibinong-beda.

20 01 2010
Goldy

ikutan mampir aja ah…
mau berkomentar…. gak ngerti apa yg harus dikomentari…
salam aja buat anda
sukses selalu!!!

20 01 2010
nurrahman18

salam balik dan sukses juga utk anda…yg jelas postingan di atas sekadar mengupas ttg jalur sepeda di jogja yg lum optimal, karna seolah pemakainya masih minim tp jalurnya sudah banyak..

21 01 2011
Go Green Yang Inovatif « nurrahman's blog

[…] menghemat listrik juga bermanfaat agar tidur lebih pulas. Hemat energi bahan bakar minyak dengan bersepeda untuk beraktivitas. Memanfaatkan air sisa setelah menguras bak mandi untuk menyiram tanaman. Atau […]

14 07 2011
PKL di RS Sardjito « nurrahman's blog

[…] di sebelah RS Sardjito tapi itu kurang mencukupi. Seperti yang terlihat pada gambar di samping, jalur sepeda berupa marka jalan garis kuning putus-putus acapkali dipergunakan untuk lokasi […]

24 10 2011
Sepeda Kampus « nurrahman's blog

[…] lingkungan. Di Indonesia, salah satu moda transportasi tersebut adalah sepeda. Sehingga banyak jalur sepeda. Misalnya saja di daerah Yogyakarta. Pun begitu juga dengan sepeda kampus. Sudah jamak ada sepeda […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: