Mengejar Mie

31 12 2009

Ada gambar coretan di dinding kamar Awan. Terinspirasi oleh tokoh F-tse, Oni berinisiatif menggambar coretan pensil. Siluet wajah 4 mahasiswa. N-tse, karena semua nama tokohnya mempunyai karakter huruf N; Nunu, Aan, Oni, Awan. Dengan kemampuan aneh yang mengalir dalam darah AB-nya, mahasiswa design interior itu dengan lihainya menggambarkan siluet.

Dimulai dengan menggambar Nunu, mahasiswa hukum yang suka bercuap-cuap. Layaknya seorang dosen, yang kemudian juga mendapat julukan Pakde (Pak dosen). Bergelar aktivis mahasiswa yang suka menghilang dari peredaran anak-anak kos. Karena lebih suka mengekspresikan lewat pergerakan mahasiswa, yang beraliran warna merah bersimbolkan banteng. Dan lebih suka berkelana untuk mencintai alam dan pegunungan.

Kemudian Aan. Jurusan teknik industri adalah pilihannya ketika mendaftar kuliah tanpa tes. Lebih pasif mengikuti kegiatan di luar kampus, tapi lebih suka mengikuti kegiatan internal kampus seperti di laboratorium dan himpunan mahasiswa. Layaknya anak teknik lainnya, dikenal lebih sering menggunakan otak kirinya. Yang jika musim praktikum tiba, dikenal mudah marah dan tersinggung. Walaupun minatnya di desain dan komputer mulai terasa semenjak masuk kuliah.

Kemudian, Oni menggambar dirinya sendiri. Dan lalu yang terakhir adalah si bungsu, Awan. Mahasiswa paling gaul di N-tse. Paling suka mengikuti trend masa kini. Dan dikenal paling mudah bergaul dengan siapa saja. Tentu mahir dalam bercuap-cuap juga, tetapi menjadi penyiar radio komunitas di kampus. Mahasiswa berkacamata jurusan penyiaran, broadcasting. Suka membaca komik dan meminjam majalah musik terbaru di rental belakang kampus.

Keempatnya adalah mahasiswa di sebuah kampus negri di Solo. Tinggal di sebuah rumah kos milik Pak Karjo. Kata orang bijak. “hidup harus terus berjalan”. Sejak kapan hidup punya kaki dan bisa berjalan? Sebuah pertanyaan yang menandakan satu kata, bodoh. Bukan, bukan. Ini bukan mengenai jawaban pertanyaan itu. Tapi hanya secuil cerita hidup dari beribu kisah nan cantik di Solo. 🙂

—————————

8 Agustus 2005

—————————

Sore. Hujan gerimis masih terus mendera. Sehingga langit mulai tampak kelam. Tetapi tidak sebegitu kelam suasana kos. Aan bergegas naik ke lantai atas. Selepas praktikum tadi siang, ia melepas penat dengan tidur siang sejenak. ”Waduh, cucianku basah semua ini!”, seraya memungut cucian satu persatu. ”Assalamu’alaikum. Halo-halo, wah nonton tv mulu kamu. Enaknya”, suara Nunu bergema penuh semangat di lantai bawah, sambil menyapa si bungsu Awan. Awan hanya terdiam. Berdehem dan senyum datar, karena sedang collective soul dari tidur siangnya.

”Krekk…”, suara pintu Oni terbuka. Dengan wajahnya yang selalu aneh dan mata sipit karena juga baru bangun tidur. Segera mengambil handuk di lantai atas. ”Kamu dulu apa aku dulu yang mandi”, tanyanya kepada Aaan yang terlihat juga membawa handuk. ”Aku dulu yah, aku kan cepet mandinya”, Aan menjawab sambil bergegas turun ke lantai bawah. Berjalan pelan ke pojokan kos, kamar mandi. Oni juga turun ke ruang menonton tv.

”Wah, kumpul semua nih. Tumben. Makan yuk!”, suara bersemangat itu datang dari Nunu seraya keluar dari kamarnya yang berdekatan dengan ruang menonton tv anak-anak kos dan keluarga pak Karjo. ”Dah pada mandi belum?”, tanyanya lagi. Oni menjawab dengan wajah datarnya, ”Bentar, gantian dulu sama Aan”. Sambil mendekat ke Awan untuk duduk berdempatan menonton tv, Nunu bertanya dengan pertanyaan yang sama. ”Belum mas, baru bangun tidur. Kamar mandi yang di dalam baru dipakai mas Candra”, jawab Awan. Acara tv sore itu adalah spongbob squarepants, kesukaan Awan.

Oni berinisiatif mendekat ke kamar mandi di pojokan kos. Wajahnya mulai sumringah dan menampakkan senyum sumringahnya. Ada apakah itu? Sesuatu akan terjadi? O, bukan. Rupanya hanya kebiasaan Oni yang suka mengganggu temannya yang sedang mandi. Lampu kamar mandi ia pencet on-of berulang kali, byar pet. ”Ihii, ajib-ajib. Disko dimulai”, suara Aan dari dalam kamar mandi. Seolah tanpa menghiraukan gangguan yang dibuat Oni, Aan terus saja melanjutkan mandinya. Di luar, Oni hanya tersenyum meringis. Berhasil, gumamnya.

*****

Awan baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan wajah ceria dan bernyanyi lagu R&B kesukaannya. ”Makan yuk!”, ajakan Nunu masih berlaku. Oni juga baru saja masuk ruang menonton tv, ”Gerimis loh di luar”. ”Ya pakai payung lah”, Nunu masih bersikeras untuk mengajak semuanya makan. Tapi kali ini bukan untuk mentraktir semuanya. Tapi karena kecapekan selepas beraktivitas selama berhari-hari bersama teman-teman pergerakan mahasiswa lainnya. ”Kan payungnya cuma satu di luar”, Oni menimpali. ”Ya dipakai bareng-bareng kan bisa. Payungnya kan besar. Lagian makan di Aden aja, burjo. Jalan kaki. He he he. Gimana?”, tanya Nunu pada Awan dan Oni. ”Ya udah, ajak aja si Aan sekalian tuh di kamar”, seloroh Oni sambil masuk kamar. Suara kencang ajakan Nunu dari ruang menonton tv terdengar cukup lantang di kamar pojok depan yang dihuni Aan. ”Yok, kemana?”, tanya Aan. ”Ke tempat Aden aja yang dekat. Soalnya gerimis”, kata Nunu.

Keempatnya sudah berkumpul semua di depan kos. ”Yuk, berangkat”, kata Nunu sambil memegang payung. Pertanda dialah sang pemimpin misi kali ini untuk menghangatkan perut di sore hari. Sambil tersenyum dan tertawa kecil, Nunu mulai beranjak melangkah ditemani Awan. ”Eh, payungnya ga cukup tuh. Wah masih cukup gerimis nih”, kata Aan. ”Ya udah, pinjem payung satu lagi aja sama bu kos”, kata Awan. ”Ayo bro, pinjem bu kos”, pinta Aan kepada Oni. ”Dasar, aneh semua. Pasti aku yang jadi korban”, kata Oni agak menggerutu. Nunu dan Awan yang sudah berjalan beberapa langkah hanya tertawa kecil. Tapi akhirnya, si Oni berhasil meminjam payung satu lagi.

”Wew, halo Aden. Gimana kabarnya”, sapa Nunu yang memang selalu bersikap sok kenal dan sok gaul kepada orang lain. Tetapi cukup lumayan untuk memeriahkan suasana warung burjo yang sepi sunyi. ”Kabar baik atuh. Pada pesen apa nih?”, kata Aden dengan logat sunda-nya yang masih nampak. ”Kalian pada pesan apa nih?”, Nunu mulai memimpin teman-temannya untuk memilih menu makanan. ”Yang jelas temanku yang satu ini ga mungkin pesan nasi telor. Ya ga bro?”, cetus Aan sambil melirik ke Oni yang duduk di sebelahnya. ”Ha ha ha”, Awan ikut tertawa kecil. ”Asem”, gerutu Oni dengan senyum kecutnya. ”He he he, ya udah pada pesen mie aja yok. Sore-sore kan enak makan yang hangat-hangat. Sambil sekali-kali solidaritas kompakan menu yang sama. Nemenin si Oni. Ok gak!”, kata Nunu berkata bijak menenangkan perdebatan kecil untuk memilih menu. Oni hanya tersenyum kecil memandang yang lain. ”Yoi”, kata Aan dan Awan hampir bersamaan. ”Mie rebus empat yah”, Aden menegaskan kembali.

Sayup-sayup terdengar lagu milik sheila on 7 dari radio kecil di warung burjo sore itu, lagu bertajuk sahabat, ”sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu ….”. Rupanya perburuan makanan sore itu berujung untuk sekedar menikmati makanan yang dapat disantap oleh keempat mahasiswa itu, tanpa perkecualian. Perburuan makanan yang ditemani hujan dan gurauan, demi untuk mengejar mie!

“mengejar mie,bukan mengejar matahari”

Iklan

Aksi

Information

21 responses

31 12 2009
alfarolamablawa

mengamankan PERTAMAXXX
hehehe

31 12 2009
alfarolamablawa

selamat tahun baru 2010
willingness to do more!!

salam buat mienya pak hahaha

31 12 2009
kelly amareta

Selamat Tahun Baru 2010!!

1 01 2010
kaptenagil

Wah enak banget!!! 🙂

Selamat Tahun baru Sobat blogger!

1 01 2010
Ratno

Wah hobi makan juga ya mas,…

1 01 2010
wibisono

wah.. mie ayam,,, makanan favoritku,,

1 01 2010
Alwi

Wah … wah … endingnya makan mie tapi diceritain dulu panjang lebar jadi biar terasa lapar akhirnya makan mie nya jadi tambah enak ….. sambil dengerin ceritanya Mas Arif ….

Selamat Tahun Baru semangat baru ….. smoga tambah maju …. semua yang dituju ……..

1 01 2010
Rossa

slurp.
spertinya enak.

1 01 2010
Ruang Hati

Renung jiwa saat malam berganti siang
Awan biru seakan tak mau berpisah
Angin pun bertiup ungkapkan sebuah hasrat
Burungpun ingin berenang bersama ombak
Pasir tak mau terpisahkan oleh pantai
Semua ingin menatap hari esok
Suara riuh gundah sepanjang malam
Menyambut suasana haru yang terdalam
Akankah hadirku membawamu terbang
Lambaian tanganku menemani langkahmu
Peluk eratku mendekap kehadiranmu
Tahun yang lalu adalah guruku
Tahun yang akan datang adalah asaku

Ruang Hati Berbagi
===============
http://ruanghati.com

1 01 2010
wibisono

sudah selesai kang seminarnya,, tinggal garap revisi laporan,,

1 01 2010
alrisblog

Selamat Tahun Baru 2010. Makan mie, keliatannya enak.
Salam (ALRIS)

2 01 2010
indra1082

HEPI NYU YER….. :mrgreen:

2 01 2010
komiocy

Met taon baru,moga mengejar mie nya diterusin ke 2010 🙂

2 01 2010
Hanif Ilham M

hehe,, cerita cukup seru nih… mampir dulu ah, disini, menyimak2 tahun 2010 di hari kedua, hehe

2 01 2010
suzannita

wuiii… ceritanya seru … mari mengejar mie… wualaaa -___-

3 01 2010
krishna balagita

..Selamat tahun baru Mas….

5 01 2010
Ruang Hati

komentar di taun baru nich,
cocok lagi kalo suguhan mie-nya bisa dirasakan , yummy dech

Salam sukses di tahun baru 2010

16 01 2010
olvy

yang penting kan rame-ramenya ituh yang bikin seru, iya kan..btw mie-nya enak tuh keliahatannya ^^

7 04 2010
Awan Berganti Mega « nurrahman

[…] Berganti Mega 7 04 2010 Cerita pendek sekual dari “mengejar mie”. Mungkin perlu dibaca beberapa kali, karena sedikit hiperbolis dan menggunakan sedikit kiasan atau […]

7 04 2010
Andi

aku merasakan semua jalan cerita ini kang. terutama settingnya. kalo boleh nebak, kamu yg Aan kan?

dari segi ceritane bagus kang, walau sayang kenapa gak dikasih konflik cerita biar tambah asik. (sekadar usul lho ini)

7 04 2010
nurrahman18

wew,iya yah..kadang jarang terpikirkan oleh saya mengenai konflik kang.nuwun sarane, buat cerita mendatang:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: