Tiga Obat

22 01 2010

Ada seorang pemuda yang baru lulus sekolah dan hendak memasuki jenjang perkuliahan. Semasa sekolah, dia juga menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di jawa timur. Kali ini ia sedang dilanda situasi kebingungan, hatinya galau dan risau. Sehingga sore itu, ketika senja mulai merah merona, ia sengaja datang ke gurunya yakni seorang kyai di pondok pesantren dimana ia juga menuntut ilmu.

”Pak Kyai, saya sedang bingung”, kata pemuda itu. ”Ada apa anakku? Ceritakan padaku apa yang membuatmu nampak gundah”, Kyai mencoba mengarahkan pembicaraan agar suasana jernih. Lalu pemuda itu bercerita, ia sudah diterima di dua universitas yang berbeda. Pertama, di sebuah universitas negri terkemuka di kota metropolitan. Kedua, di sebuah universitas swasta yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. ”Lalu apa yang kau risaukan dan takutkan wahai anakku?”, Kyai ingin menggali lebih dalam apa yang dirasakan si pemuda itu. Karena dari raut mukanya memang tidak menampakkan hati yang tenang. ”Saya hanya khawatir dan salah dalam memutuskan. Jika saya memutuskan kuliah di kota besar, saya khawatir tidak bisa beradaptasi. Karena saya hanya orang desa yang tak pernah hanyut dalam gemerlap kota. Saya juga takut nantinya akan jauh dari orang tua saya, padahal mereka hanya tinggal berdua di rumah. Tidak ada yang mengurus. Tetapi jika saya memutuskan untuk kuliah di lokasi pilihan kedua yang lokasinya tak jauh dari sini, ada kekhawatiran juga nantinya masa depan saya tak cemerlang seperti apa yang saya idam-idamkan. Karena umumnya lulusan dari situ hanya jadi orang biasa-biasa saja pak Kyai”, ungkap pemuda itu dengan wajah menampakkan kerisauan.

Kyai tersebut lalu diam sejenak, duduk dan berkata dengan bijak, ”Begini anakku. Sebelum saya bantu untuk memutuskan mana yang kau harus pilih, saya akan sedikit bercerita mengenai tiga obat yang bisa menyembuhkan rasa sedih, galau, khawatir, risau dan segalanya yang berhubungan dengan ketidaktenangan suasana hati manusia”. Lalu terdengarlah Kyai tersebut mulai bercerita.

*****

Bahwasanya yang harus dipahami betul oleh manusia di setiap tindakan dan usaha yang dilakukannya adalah tidaklah mungkin semua harapan itu akan menjadi kenyataan. Ada yang namanya tawakal, yakni ikhtiar dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tuntunan yang benar dan meyakini bahwa hasil yang akan diperoleh tergantung padaNya. Tawakal dan ikhlas itu bukan pasrah. Tetapi ada nilai optimis di dalamnya. Jadi yang terpenting adalah bagaimana mengendalikan semua harapan-harapan yang pupus itu untuk tidak menjadi kesedihan dan hambatan dalam hidup. Pekerjaan hati adalah yang paling penting. Karena kebahagiaan yang paling mendasar adalah letaknya di hati. Tapi manusia lebih banyak lupa akan hal itu.

Sehingga perlu diobati dengan tiga hal sesuai dengan asal muasal penyebabnya;

Pertama, manusia akan sedih dan kecewa dengan masa lalu. Masa lalu yang penuh dengan kelalaian, dan bahkan mungkin sebagian adalah kehidupan yang hina. Obatnya adalah tidaklah bermanfaat terus-menerus memikirkan apa yang sudah lewat karena akan membuat hati ngilu. Karena perbuatan yang buruk di masa lalu itu tetap ada hikmah baiknya. Dan sesungguhnya seberapapun usaha manusia, tidak akan pernah bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu. Terlalu bersedih dan meratapi kesalahan dan kekurangan di masa lalu bisa cenderung kufur nikmat. Karena dapat mengakibatkan terjebak pada perasaan seolah-olah sudah ada nikmat dan rejeki dariNya yang dilimpahkan kepada manusia saat ini dan di masa yang akan datang. Pintu kebaikan untuk berbuat kebaikan juga akan selalu terbuka tanpa harus memandang sejauh mana dan seberapa banyak perilaku jelek di masa lalu seseorang.

Kedua, manusia akan risau dengan kondisi saat ini. Itu karena tidak mau menerima dengan qonaah dan bersyukur atas apa yang terjadi dan dialami saat ini, detik ini. Obatnya adalah cobalah lihat ke bawah. Masih banyak manusia lain yang pada saat ini kondisinya jauh lebih buruk. Pikirkan itu terus menerus hingga bisa bersyukur dan berhati lapang.

Ketiga, manusia akan takut dengan masa depannya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan. Sekali lagi, tidaklah mungkin semua harapan manusia akan menjadi kenyataan. Jadi sesungguhnya tidak ada satupun manusia yang akan mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Lalu obatnya adalah ubahlah bayangan masa depan menjadi rasa optimis bahwa manusia akan selalu diberi yang terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing.

Untuk menjalankan resep tiga obat tersebut, dibutuhkan kejujuran diri sendiri. Kebesaran hati dan kerendahan hati untuk mengakui keadaan diri sendiri.  Sesungguhnya itu yang paling penting. Sehingga ketemu darimana rasa sedih itu muncul. Apakah karena terlalu memikirkan masa lalu, saat ini, khawatir karena masa depan, atau semuanya.

*****

”Baiklah, sekarang kau boleh menceritakan lebih detail lagi tentang semua yang kau rasakan”, kata Kyai. Lalu, perbincangan pun dilanjutkan. Sehingga pada akhirnya si pemuda tadi merasa tenang dan tidak khawatir dengan keputusan apapun yang dilakukannya.

Iklan

Aksi

Information

24 responses

22 01 2010
san

cerita yang bagusss….
like this

25 01 2010
didta

makasih pak posting nya, mampir ke blog saya ya

23 01 2010
sabjan

siip, inspiratif. kita memang sering terkungkung pada pengklasifikasian bayangan masa depan sehingga kerap lupa bahwa segela sesuatu dapat terjadi.

23 01 2010
Siska Yuniati

aku suka nomor 3. kita memang sering melupakannya.

24 01 2010
wibisono

cerita yang menarik kang..

24 01 2010
didtav

mampir, salam kenal (_ _)

25 01 2010
vitri

Siiippz .. aku suka makna di balik tulisanmu AR ..

25 01 2010
vany

obatnya kyknya manjur tuh buat saia, mas…..hehehe

26 01 2010
zipoer7

Salam Takzim
Mohon izin menyampaikan undangan acara di humberqu via batavusqu ya
Salam Takzim Batavusqu

26 01 2010
Henny Faridah

Assalamualaikum… Artinya ikhlas bukan berarti tanpa usaha, demikian juga dengan pasrah bukan berarti harus menyerahkan semuanya kepada Allah. pencerahan yang bisa membuat kita tetap semangat.

26 01 2010
teamtouring

pencerahan yang menarik mas arif
hidup sudah diatur oleh Sang Pencipta
kita hanya bisa berusaha dan tawakal

26 01 2010
katakatalina

pencerahan selepas magrib. berusaha dan tawakal, jangan risau akan ketentuan Allah.

27 01 2010
Pensioner

Selamat pagi sahabatku.
Piye kabare mas, sehat2 kan ??
Saya berkunjung untuk berkenalan dan silaturahmi serta menyerap ilmu disini.
Saya juga ingin memperkenalkan blog yang baru soft opening yaitu Pensioner.
Sebagai newbie mohon masukan,kritik dan saran dari para senior agar blog saya ini menarik dan bermanfaat
Terima kasih, salam hangat dari Surabaya.

27 01 2010
Andi

yg namanya rezeki sudah ada yg ngatur ya mas… kita tinggal berusaha, menjalani, dan menerima.

28 01 2010
nurrahman18

tp saya juga sedang belajar sifat “nrima” atau qonaah kang 🙂

27 01 2010
rama

jadi inget nasyid Raihan
“apa yang ada jarang disyukuri
apa yang tiada sering dirisaukan”

27 01 2010
darahbiroe

berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

27 01 2010
greengrinn

wa. mantap. nasehat yang dikemas dalam cerita memang dahsyat powernya. 😀

28 01 2010
Ruang Hati

Bertandang ke Lapak para Sahabat Nara Blog Tercinta, Ruanghati rasanya lama tidak jalan-jalan mengunjungi para Sahabat (Blogger) coz beberapa hari sangat sibuk sekali nih, Semoga para Sahabat selalu dalam keadaan baik dan bahagia selalu dalam rahmat serta kasih sayang Tuhan Yang Maha Kuasa, Amien. 2 hari terakhir ini juga Blog ruanghati keknya ada problem beberapa teman bilang ketika mau masuk ke blog kami ada semacam alert situs berbahaya, minta doanya semoga segera bisa normal kembali,

Salam hangat

Ruanghati

28 01 2010
nurrahman18

amin 😀

28 01 2010
indra java

Astaghfirullah….. 🙂

28 01 2010
zoels50

pribadi tapi menyentuh .

28 01 2010
abecho

cerita yang penuh inspirasi buat kita….
salut buat mas arif… kayaknya ga bisa kasih komen kalo blm baca keseluruhan isi postingan ini krn ceritanya ga mudah ditebak
makasih mas arif udah mau mampir ke blog-ku walopun sudah lama sekali aku ga pernah mampir kesini, kemaren postingan itupun krn aku ada jobs dari BV hehe

30 01 2010
gajah_pesing

Untuk menjalankan resep tiga obat tersebut, dibutuhkan kejujuran diri sendiri. Kebesaran hati dan kerendahan hati untuk mengakui keadaan diri sendiri. Sesungguhnya itu yang paling penting. Sehingga ketemu darimana rasa sedih itu muncul. Apakah karena terlalu memikirkan masa lalu, saat ini, khawatir karena masa depan, atau semuanya.

*tulisan itu sangat menyentuh banget dan memang masih susah diterapkan secara ikhlas*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: