Langit Ketenangan

9 03 2010

Awan masih bergelora di atas bumi. Menunjukkan warna biru yang menyejukkan setiap orang yang sejenak menikmatinya. Dengan memandangnya, tersenyum, dan berucap syukur. Bahwa pemandangan alam setiap hari sesungguhnya telah disuguhkan olehNya. Tidaklah perlu ke pantai atau pegunungan bagi orang kota. Atau tidaklah perlu mengunjungi mall dan pusat perbelanjaan bagi orang-orang di perbatasan. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa hiburan itu mahal adalah sebuah ironi. Keindahan langit selalu tersaji setiap hari dengan pancaran sinar matahari. Hanya sengatan berlebih yang kadang dikeluhkan orang. Atau jika cuaca tertutup awan hitam, petir menyambar adalah sebuah ketakutan kecil. Tapi itu hanyalah selingan akan keindahan langir. Langit.

Dia, masih menikmati langit sore itu. Hamparan warna putih yang membentuk sebuah pola yang indah terpampang di langit. Sehingga menimbulkan panorama tersendiri. Menikmati keindahan langit adalah kebiasannya setiap hari. Dengan merebahkan badan di atas kursi memanjang di loteng, matanya menengadah memandang langit. Sendiri  Membayangkan apa saja isi hatinya. Termasuk kesedihan di dalamnya, sore itu. Setelah kehilangan beberapa orang terdekatnya karena kecelakaan belum lama ini.

Kegundahan jelas masih nampak. Tak bisa begitu saja hilang dan tanpa bekas. Bukankah tak ada peristiwa apapun yang sia-sia dalam kehidupan ini. Semua peristiwa adalah akibat dari sebab-sebab yang manusia ciptakan sendiri. Sayangnya tidak semua kesadaran menghinggapi semua manusia ketika mengalami sebuah peristiwa. Terkadang campuran hawa nafsu yang dibisikkan syetan lebih besar. Dan kalau ada yang bilang kehidupan itu bersifat sporadis dan tinggal mengalir tanpa rencana adalah sebuah kebohongan. Bukankah cita-cita dan impian serta prasangka adalah penuntun setiap manusia untuk menjalankan kehidupannya.

Termasuk kehilangan yang dialaminya juga bukanlah peristiwa sporadis. Setiap rencana dan prasangka manusia itu takkan pernah tercapai semuanya. Takkan pernah. Terlalu banyak variabel di dunia ini yang menyebabkan sebuah peristiwa terjadi. Tapi sebetulnya jika sebuah peristiwa baik kesenangan maupun kesedihan telah terjadi, seseorang bisa mengendalikan perasaanya. Minimal untuk mengurangi kesedihan itu. Untuk mengingatkan kembali bahwa memang terlalu banyak variabel yang menyebabkan sebuah peristiwa yang menimpa manusia. Yang tentunya di luar kontrol kendalinya. Dan hal itulah yang coba ia terapkan dengan memandang langit tanpa henti, sore itu.

Ia teringat lagi tentang kehidupan. Ya sebuah kehidupan yang hampir bisa dikatakan sama untuk setiap manusia. Bangun pagi, dengan beban yang terpikirkan di kepala, tentang rencana-rencana dan jadwal yang belum terselesaikan. Sesungguhnya manusia sudah terbiasa resah dan gelisah. Tidak tenang. Resah karena terkadang masih terselip keraguan apakah semua jadwal hari ini bisa tercapai. Tidak tenang dan ragu apakah sudah merasa cukup beristirahat, dan apakah kondisi fisik badan sudah siap lagi untuk beraktivitas. Was-was di musim hujan, apakah akan terjadi hujan lebat atau tidak. Dan baginya, rasa tidak tenang juga menghinggapi hatinya. Karena merasa belum bisa membalas kebaikan dari orang-orang terdekatnya yang sudah terlebih dulu berpulang padaNya. Dan ketidak tenangan hati karena merasa belum bisa meminta maaf atas segala salah dan khilafnya.

Tapi ia juga segera tersadar. Bahwa ketenangan hidup tidaklah melulu karena sebuah peristiwa besar yang diperoleh oleh seseorang. Mendapatkan kemewahan harta yang diinginkan, atau jabatan yang diimpikan. Tapi ketenangan itu juga bisa dibangun dengan memperbaiki prasangka. PrasangkaNya mengikuti  apa yang diprasangkakan oleh manusia. Asal selalu waspada dan mohon ampunanNya, agar prasangka itu tidak menjurus ke sifat arogan yang terkadang seolah menganggap diri sendiri lebih baik daripada orang lain.

Dan akhirnya, langit sore itu telah membantu memperbaiki prasangkanya. Prasangka kebaikan. Pasti ada hikmah di balik kehilangan. Termasuk kehilangan waktu.

Iklan

Aksi

Information

23 responses

10 03 2010
Nanang Abdullah

Dengan mengingatNya hati akan tenang, dan mengapa mencari hiburan harus mahal? Bahasanyanya saya tidak faham mas, saya tidak bisa mengomentari.

12 03 2010
download smadav

wah pujangga tingakat tinggi neh… curahan hati emang harus dirasakan melalui hati ya mas 🙂

10 03 2010
Rita Susanti

Saya paling suka memandangi langit apalagi di malam hari, apapun suasana yg sedang menghiasi wajah langit, mendung, berawan atau hujan lebat sekalipun, buatku langit tetap menjadi tempat tujuan terfavorit untuk memberikan ketenangan pada gundahnya hati…Dan luasnya yang seperti tak berbatas itu benar-benar menunjukkan bahwa kasih sayang dan kuasa PENCIPTA nya jauh lebih luas…

10 03 2010
mandor tempe

Ketenangan adanya di hati, maka siapapun mencari ketenangan di luar sana dengan emncari hiburan hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat.
Ketenangan itu bisa diminta kepada Pemilik ketenangan, Maka Mintalah.

10 03 2010
Rani

hmmm intinya kita harus mengharga hal kecil..contohnya langit yg sering dulupakan..good idea 😀

10 03 2010
wulanekadalu

kehilangan waktu 😦
favorit waktu lihat langit pas pagi-pagi sebelum matahari benar-benar muncul, merah biru langit jd satu, love it

10 03 2010
wulanekadalu

^itu potonya langit sore tapi hehehehee

11 03 2010
nurrahman18

iya, belum sore banget gt, ya habis ashar gt 😀

10 03 2010
Caride™

Ketenangan hidup buat saya adalah selalu mensyukuri apa yg ada dan beribadah sesuai aturannya amin…

10 03 2010
kaosprofil

bagus…diajari andi sajake..

11 03 2010
nurrahman18

😀

11 03 2010
vitri

Apikkk Ar .. tapi saiki musime mendung peteng je ..

12 03 2010
Nanang Abdullah

Met pagi! sambil jalan-jalan mampir ke sini.

12 03 2010
kedai opini

ketenangan hakiki akan diperoleh di saat kedekatan kita dengan-NYA. banyak orang mencari ketenangan hidup. baik dengan meditasi maupun yoga. tapi kalo imannya, iman tempe…itu hanya sebatas ketenangan yang semu

mampir ke blog kami

12 03 2010
asepsaiba

Langi, dari sudtu manapun dan dengan kamera jenis apapun pasti akan indah tercetak…

Bukti keindahan ciptahan Yang Kuasa

12 03 2010
alfaroby

bahasanya unik, aku suka dengan tulisan ini

12 03 2010
Andi

semangat kang!!

12 03 2010
jejak annas

anjir bahasanya udah kayak gerombolan awan di langit yang tenang itu, mengalir…..

13 03 2010
nurrahman18

wah jgn bawa2 nama anj** om, hehehe

12 03 2010
Andri Journal

Kalo dalam film naruto,mirip dg shikamaru..sukanya bermalas-malasan sambil memandang awan..

12 03 2010
Ruang Hati

Salam damai penuh ketenangan dan kebahagiaan, damai di bumi tenang di langit 😀 🙂

18 03 2010
sugeng prayitno

Bener banget gan. aku suka slangit yang biru melambangkan ketenangan dan kedamaian. sayang sekarang keindahan langit sering tertutupi asap, hasil pencemaran dari manusia

14 11 2011
Harapan « nurrahman's blog

[…] saja tapi masih saja merasa putus harapan, oh sungguh tak bijaksana. Jadi, tirulah seperti langit biru. Warna biru adalah warna dari harapan. Harapan bukanlah sesuatu yang dapat dilihat. Itu adalah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: