Awan Berganti Mega

7 04 2010

Cerita pendek sekual dari kisah nyata “mengejar mie”. Mungkin perlu dibaca beberapa kali untuk bisa memahami, karena sedikit hiperbolis dan menggunakan sedikit kiasan atau simbol.

###

Yang jelas kamar pojok kos pancaran bahagia kosong. Selepas ditinggal Sigit. Sebenarnya sudah beberapa orang calon mahasiswa menanyakan, berapa harga sewanya. Hingga suatu ketika, kamar itu sudah terisi, berpenghuni seorang mahasiswa. Yang menurut beberapa orang dia imut. Tapi bukan doyan makan marmut. Nha, ternyata Nunu lah orangnya. Ya, dialah yang biang keladi supaya kamar pojok berpenghuni. Ehem, maaf, sebutan biang keladi sepertinya terlalu vulgar dan terlalu berlebihan.

Jadi, ternyata penghuni baru kamar pojok itu adalah adik dari seorang kawan Nunu. Awan. Mahasiswa imut dan bermuka inosen yang cukup cuek. Tapi dibalik wajah imut berkacamata itu, jangan tanyakan mengenai bahasa gaul. Sudah pasti bisa diucapkan dengan fasih. Anak metropolitan mana yang gaya bicaranya tanpa gue dan lo?

***

Sudah berlangsung beberapa bulan. Dan masa orientasi mahasiswa baru tentu sudah mulai pudar. Awan sudah sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan penghuni kos lain. Oni, tetangga sebelah yang bermuka garang. Mahasiswa interior yang mencoba bergaya retro, tapi tak selalu mulus usahanya. Aan, ini juga penghuni kamar pojok. Tapi mahasiswa teknik asal sebuah kampung di jawa tengah itu kadang suka jaim jikalau belum akrab betul sama seseorang. Nunu, aktivis gmni dan mapala ini adalah teman pertama bagi Awan. Sering berkoar-koar dan bercerita panjang lebar, layaknya sudah bergelar sarjana hukum. Tetangga kos lain adalah seorang guru di sekolah tinggi seni solo, perantauan asal Malang. Pak Ranang, pendiam tapi serius. Pemuda lain yang tak kalah sering bergaul dengan anak-anak kos adalah kang Nda-nda. Berperawakan cool dan hafal peta kota Solo di luar kepala. Anak pemilik kos.

***

Nunu masih terlihat membersihkan kamarnya. Saat itu malam, hampir tengah malam. Beberapa lembar kertas dibawanya keluar kamar sambil membawa korek api. Ada yang berwarna merah muda, kuning dan warna cerah lain. Bahkan hiasan bergambarkan hati juga nampak beberapa. Ah kenapa ini? Pemandangan yang jarang. Selepas jantung hati Nunu tergeletak karena tidak bisa menjumpai Bulan, Nunu memang terlihat lain. Aan lah tempat curhat Nunu. Dia tau semua tentang cerita itu. Tenggelamnya Bulan di malam itu, mungkin malam itu Nunu ingin melihat Bulan untuk terakhir kalinya. Sambil berdoa agar dia berubah menjadi lebih baik. Segera mendapatkan ketegaran untuk menjalani hidup layaknya mahasiswa lainnya.

”Bangun An, subuhan”, suara Nunu sekitar pukul 04.30 pagi. Seraya tangannya mengetok pintu Aan seusai membasuh muka dengan air wudhu. ”Hoawemm, ya”, suara lirih Aan masih memeluk bantal gulingnya. Dan suara televisi masih samar terdengar. Karena saat itu wabah earth hour belum mengkontaminasi wilayah Solo dan sekitarnya, maka sudah biasa bagi Aan jikalau tidur ditonton televisi.

Bulan memang telah pergi, dan kini Nunu menyadari itu untuk perubahan. Mencari ketenangan hati di sana-sini. Bila musim ramadhan tiba, majelis taklim juga sering ia datangi. Selepas Aan memilih untuk hengkang dari kos karena masalah elektronika, dan Oni terlalu sibuk terjun di dunia perdesainan Surakarta, maka Awan adalah teman kos yang paling setia bagi Nunu. Apalagi di tengah perkuliahan Nunu yang hampir senja. Dan kakak perempuan Awan adalah teman sebangku kuliah Nunu. Ah, Awan memang cukup setia sebagai teman curhat Nunu, kini.

***

Semua sudah selesai menempuh kuliah. Paling tidak sebagai awalan, untuk beberapa dari Oni, Aan, Awan dan Nunu. Oni masih tetap bertampang paling aneh dan misterius, desainer interior freelance kawasan eks-Karisidenan Suarakarta. Aan berkelana dan tersesat lagi di sebuah kampus di Jogja. Awan, masih berkutat di dunia siaran Radio. Sambil belajar lagi untuk mendapatkan gelar yang lebih afdhol. Nunu sudah menjadi orang terpercaya untuk perihal rekrutmen spg di sebuah perusahaan swasta. Yang mengurusi jual beli telepon genggam, di kota lunpia.

Hingga suatu ketika, Nunu mendapatkan tugas untuk mengurusi kantor cabang perusahaan di kota gudeg. Ah, reuni teman lama jadinya. ”An, doakan ya, aku akan segera mengakhiri masa lajang”, ucap Nunu ketika pertemuan dua sahabat itu terjadi. ”Wew, siapa sekarang?”, senyum Aan sambil sumringah. Seolah Aan bisa menebak akan ada sebuah kejutan yang akan terjadi. ”Dulu memang tidak pernah terjadi apa-apa, bahan sebagai teman sebangku kuliah. Mega. Dia memang sering datang ke kos menengok adiknya. Tapi saat ini entah mengapa. Awan akan segera menjadi adik iparku”, Nunu bercerita. Sambil tersenyum.

***

Langit memang penuh cerita. Bulan takkan selalu nampak di langit. Bahkan terkadang tak nampak sama sekali karena belum waktunya muncul. Dan jika matahari muncul, Awan akan menemaninya. Di kala cerah maupun hujan badai. Awan tetap ada. Tetap ada. Tetapi ada saatnya berganti. Bagi Nunu, kini Awan berganti Mega.

Dan entah perubahan penambahan apalagi yang akan muncul, barangkali Guntur atau Petir. Untuk junior Nunu, yang telah bersanding bersama Mega

Iklan

Aksi

Information

21 responses

7 04 2010
Andi

selamat buat Nunu, apakah ini ada hubungannya dengan kedekatannya dengan Awan?

dan satu lagi kang, gimana nasib Aan? sudah lulus kuliah di jogja belom? 😉

7 04 2010
nurrahman18

huahahaha, karna itu belum terjadi,maka lum bisa dibuat cerita sekuel lanjutannya kang :D, dan ini malah sedang disuruh sabar dan istirahat di rumah, dlm masa penyembuhan 🙂

7 04 2010
fansmaniac

Bagus nih ceritanya, seru juga ya semasa kuliah…

Nice post bro

7 04 2010
Asop

Hmmmm…. balada anak kosan kah ini? :D:D

7 04 2010
Caride™

cerita bagus kang…saya aja berharap akan ada cerita lainnya.. 🙂

10 04 2010
nurrahman18

ntar nyari ide dulu, masih aga ragu menulis kelanjutannya 🙂

8 04 2010
HAPIA Mesir

mantab mantab mantab. cuma harus beberapa kali ngulang dibeberapa paragraf biar paham

8 04 2010
Artikel Islami

cerita anak kuliah ya sob. bagus

8 04 2010
hellgalicious

komen dulu ah baru baca

hihihi

12 04 2010
nurrahman18

😀

8 04 2010
atlet

bagus juga ceritanya…..!!!
di tunggu yg lainnya,… 🙂

8 04 2010
suzannita

awanku hari ini seperti apa ya ???? *mikir*

8 04 2010
vikhi

wah ratapan hati nih mas nur? hehehe…

10 04 2010
nurrahman18

bukan kok, tp sekadar nostalgia dan belajar menulis

9 04 2010
Budi Mulyono

Jadi teringat masa kuliah dulu, tinggal di kostan… Ada sedih duka dan bahagia.

9 04 2010
yuniarinukti

Nyuwun sewu…. belum sempat baca postingan, koment dulu nggih….

10 04 2010
Yolis

kisah mahasiswa sewaktu kuliah dan ngekost yah?! bagus juga… 🙂

10 04 2010
nurrahman18

yoi 😀

12 04 2010
wiwin9

wah jadi ingat masa2 kuliah dan nge-kos dulu.. eh??taun brapa yaaa??hehehehe
kunjungan balik…salam kenal dari manado,.

12 04 2010
nurrahman18

salam kenal balik 😀

29 04 2010
Tweets that mention Awan Berganti Mega « nurrahman -- Topsy.com

[…] This post was mentioned on Twitter by Nurrahman . Nurrahman said: https://nurrahmanarif.wordpress.com/2010/04/07/awan-berganti-mega/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: