Dunia Maya

31 05 2010

Ini bukan tentang artis cantik Luna Maya. Tetapi tentang sesuatu yang maya, semu, atau mungkin bisa diartikan tak terlihat oleh mata manusia. Bahkan mungkin bisa lebih meluas, tidak bisa ditangkap oleh indera manusia. Bisa selain mata. Yang kadang bertentangan dengan akal manusia. Tidak dapat dipercaya. Jaman dahulu pada awalnya mungkin lebih kepada fenomena ghaib. Tentang dunia jin, iblis dan syetan. Lalu seiring perkembangan jaman, peradaban dan tekonologi, sesuatu yang maya kemudian menjadi meluas.

Mungkin bagi yang sepakat, penemuan listrik, frekuensi radio, gelombang ultrasonik dan semacamnya adalah bersifat maya pula. Tak terlihat oleh mata tetapi dipercaya sebagai sebuah ilmu, sebagian menyebutnya dengan hukum alam, atau entah apa namanya. Yang hasilnya nyata dapat memberikan kemanfaatan untuk kehidupan manusia. Listrik, siapa yang bisa melihat listrik? Atau melihat signal telepon handphone ketika telepon berdering? Mengetahui dan melihat bagaimana sebuah huruf tiba-tiba muncul di layar monitor komputer? Atau radiasi gelombang elektromagnetik di sekitar monitor CRT? Lalu banyak sekali lainnya. Teknologi medis, militer, telekomunikasi, internet dan masih banyak lagi yang bersifat maya. Sesuatu yang maya itu bisa dijadikan petunjuk bahwa akal manusia terbatas. Kemampuan manusia terbatas, tidak semua manusia bisa menguasai semua hal yang bersifat maya. Dunia maya, entah apalagi penemuan manusia kelak. Mungkinkah semacam teleportasi atau berpindah ke dunia/dimensi lain seperti di dalam film-film itu?





Syariah Marketing

28 05 2010

Buku terbitan pertama tahun 2006. Tapi bukan berarti ketinggalan untuk dibaca dan kurang layak dijadikan bahan referensi hingga saat ini. Justru sebaliknya, tetap menarik. Mungkin karena topik bahasannya masih jarang di tanah air. Dan topik syariah, kini makin banyak dibahas di tanah air. Makin trend, khususnya di aspek ekonomi atau keuangan.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit Mizan. Dua penulisnya adalah dua orang yang sudah cukup tersohor di dunia pemasaran Indonesia. Hermawan Kertajaya dan Muh. Syakir Sula. Pakar/Doktor ekonomi syariah Syafii Antonio pun menyempatkan memberikan kata sambutan di buku ini. Jadi dari segi penulis, konten dan topik sudah cukup menarik bagi orang-orang yang bergerak di bidang pemasaran.

Buku ini mencoba mengemukakan bahwa pasar spiritual kini mulai nampak. Dan bagaimana memasarkan produk yang termasuk dalam pasar spiritual. Sebuah produk atau jasa kini dan seharuanya bukan hanya dibeli oleh seorang konsumen atas dasar sifat komersial dan rasional. Tetapi juga ada unsur spiritualnya. Selain itu, penulis juga mencoba memperkenalkan konsep yang dinamakan SME (suistanable marketing enterprise). Yakni memandang marketing bukan hanya marketing mix, tapi juga mendesain supply-demand. Dan bagian intinya adalah memperkenalkan 17 prinsip syariah marketing. Lengkap dengan beberapa contoh studi kasus di tanah air.





Combro dan Cemplon

25 05 2010

Keduanya adalah makanan khas daerah. Di beberapa daerah di pulau jawa, akan bisa dijumpai kedua makanan tradisional tersebut. Persepsi sesuatu yang berbau tradisional dan bersifat kedaerahan terkadang kalah dengan istilah modernitas. Dibilang kuno, lebih rendah, jadul, tidak enak dan hanya untuk konsumsi kalangan menengah ke bawah. Itu sebetulnya bukanlah hal yang pas. Makanan khas daerah yang bersifat tradisional seperti combro dan cemplon, penuh citarasa, sehat dan juga pastinya lezat untuk orang Indonesia. Tetap mencintai produk lokal.

Ada yang menyebutkan bahwa combro awalnya makanan khas daerah sunda. Karena combro kepanjangan dari oncom di jero (di dalam bahasa sunda atau jawa, artinya kurang lebih sama; oncom di dalam). Ya, combro terbuat dari parutan singkong yang di dalamnya berisi sambel oncom. Berbentuk lonjong. Rasanya guring, campur pedas asin sambel oncom, dan mengeyangkan.

Sedangkan cemplon, ada yang mengatakan bahwa itu juga nama sebuah pantai di daerah sleman Jogja. Kue tradisional ini secara umum bentuknya mirip combro. Tapi lebih bulat. Sama, terbuat dari parutan singkong. Hanya isinya gula merah. Lalu digoreng. Yang jelas rasanya manis dan melegakan perut yang lapar dan butuh camilan. Satu lagi, jangan menyimpan kue-kue tradisional tersebut di kulkas, akan mengeras dan tidak enak dimakan.





Jiwa Sukses Awards

22 05 2010

Kata jiwa lebih sering diartikan rohaniah, bukan hanya jasmaniah. Atau mungkin keduanya. Sukses bukan berarti mendapatkan semua yang diinginkan. Karena itu mustahil. Sukses lebih berarti kepada bersyukur. Bagaimana mensyukuri setiap nikmat yang ada dan menggunakannya dengan baik. Terimakasih kepada kang Isro yang telah memberikan award ini sebagai tanda persahabatan antar rekan blogger.

Baca Lagi Ah!





Calon Mentri Keuangan

20 05 2010

Sebelum maupun selepas resmi diumumkan, banyak dikatakan bahwa sosok pengganti Ibu SMI sebagai mentri keuangan adalah seseorang yang berasal di kalangan profesional. Dan sudah cukup dikenal oleh pasar. Hal tersebut dikemukakan oleh orang nomer satu di negri ini dan banyak pengamat ekonomi. Ya, dikenal oleh pasar. Pasar. Sekali lagi, pasar. Tapi orang-orang seperti mbok iyem yang jual jadah di pasar kliwon solo, mas paijo yang jualan soto ayam pagi hari di pasar bringharjo jogja atau koh ahong pemilik toko semen di dekat pasar johar semarang, mungkin kurang sepakat dengan hal tersebut. Mereka juga orang-orang yang terjun langsung di pasar. Bahkan berkeringat dan bekerja tanpa pendingin ruangan demi untuk menghidupi keluarga di rumah. Tapi mungkin mereka tak kenal.

Lalu pasar mana yang dimaksud? Rupanya memang istilah pasar yang dimaksud adalah pasar modal. Pasar milik orang berduit. Yang pasti duitnya jauh lebih banyak daripada duit milik orang-orang pasar tradisional seperti mbok iyem dan mas paijo. Pasar yang lebih bersifat derivatif, spekulasi dan menjadikan uang sebagai komoditi. Bukan transaksi ekonomi riil seperti mbok iyem dan mas paijo. Yang kemanfaatannya lebih nyata untuk sebagian besar rakyat negri ini. Rakyat yang hidup sebagai kalangan menengah ke bawah secara ekonomi. Tapi mayoritas jumlah rakyat itu kalah dengan minoritas yang mempunyai duit lebih banyak dengan bermain di area pasar modal.

Ya mungkin memang karena semenjak dahulu pendekatan makro (bukan mikro) lebih banyak digunakan untuk menilai kemakmuran ekonomi negri ini. Sehingga pasar modal yang perputaran duit-nya mayoritas akan lebih dipandang. Walaupun pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional mengeluh kekurangan modal dan retribusi pasar yang terlalu mahal, tapi jika pasar modal sehat maka terkadang akan menjadi penilaian secara keseluruhan bahwa ekonomi negara ini sehat walafiat. Betulkah?





Ditilang

18 05 2010

Gunungpati, Semarang. Siang hari itu suasana jalan lengang. Ketika seorang pengendara sepeda motor melintasi jalan, sejurus kemudian seorang aparat penegak hukum lalu lintas mengejarnya. Lalu keduanya berhenti di pinggir jalan. Pengendara sepeda motor adalah seorang kakek yang sudah cukup berumur, tetapi masih terlihat cukup bugar. Dengan postur tubuhnya yang kurus dan kulit berwarna gelap agak keriput.

Lalu si kakek dibawa ke pos penjaga terdekat. Dan terjadilah dialog dimana aparat penegak hukum tersebut menilai bahwa si kakek itu melanggar marka jalan. Marka jalan garis putih tanpa putus-putus di tengah jalan dilanggar karena akan menyalip kendaraan di depannya. Mungkin si kakek itu tergesa-gesa. Singkat cerita, terjadi percakapan sederhana.

Aparat : ”Panjenengan badhe tindak pundi tho?” (Mau pergi kemana Pak?)

Kakek :  ”Badhe tilik putu.” (Mau menengok cucu)

Aparat : ”Panjenengan niku salah pak. Nglanggar marka. Mesti ditilang”. (Anda bersalah pak. Melanggar marka. Harus ditilang)

Seraya menulis sebuah form dan menyebutkan sejumlah nominal yang harus dibayarkan si kakek agar urusan tidak berkepanjangan.

Baca Lagi Ah!





Analisis Pasar Gugling Dot Com

15 05 2010

Kata Pak Mentri Kominfo, baru 20 % masyarakat Indonesia yang melek TI (teknologi informasi). Seperti halnya gelas yang hanya diisi sebagian, orang pesimis akan mengeluh dengan mengatakan karena itu adalah setengah kosong. Sedangkan orang optimis akan berkata positif bahwa itu adalah setengah isi, tinggal menambahi lagi. Demikian halnya dengan memandang potensi nilai 20 persen tersebut di atas. Nilai tersebut bisa sangat besar jika dipandang secara optimis. Artinya masih besar sekali pasar untuk industri TI yang masih potensial. Dan nilai 20 persen jika dikonversi ke jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 230 juta, maka nilai tersebut sangatlah besar. Baik dari jumlah pengguna, maupun kemanfaatan penggunaan secara transaksional. Misalnya nilai ekonominya, sosial dan kemanfaatan lain.

Dan dunia maya seperti internet adalah termasuk di dalam industri TI. Jadi sebetulnya masih sangat potensial pasar di dunia maya. Termasuk begitu potensialnya pasar untuk gugling dot com, penyedia berbagai macam informasi yang terpercaya, berguna dan mendidik dalam format digital. Untuk lebih dikenal dan menghasilkan kemanfaatan baik bagi pengelola maupun pengunjung.  Masih banyak hal potensial yang bisa diberdayakan. Sehingga gugling dot com dapat mempunyai nilai lebih dan memberikan kemanfaatan yang meluas bagi masyarakat pengguna internet.

Sebelum lebih lanjut mengupas mengenai analisis pasar, alangkah lebih baik untuk menyimak sedikit gambaran tentang orientasi pasar. Orientasi pasar secara umum ada dua jenis. Pertama untuk memenuhi kebutuhan atau market driven. Contohnya kebutuhan sehari-hari akan berita, kirim pesan, dll. Kedua cenderung mengedukasi pasar atau menciptakan pasar, market driving. Sebagai contoh, dahulu orang tidak membutuhkan teknologi 3G dan video call, tetapi dengan edukasi produk kini sudah menjadi kebutuhan. Sebuah produk tentunya bisa memilih antara keduanya, atau gabungan antara keduanya. Orientasi market driving lebih cocok untuk untuk dunia internet. Jadi, gugling dot com juga selayaknya mengadopsi paradigma tersebut. Kata kuncinya adalah inovasi. Bagaimana membangun inovasi dengan menciptakan ceruk pasar sendiri yang bersifat niche.

Baca Lagi Ah!





Kebahagiaan Spiritual

14 05 2010

Sumber kebahagiaan ada tiga macam. Pertama kebahagiaan materi. Berasal dari uang, kekayaan lainnya serta kekuasaan. Kedua kebahagiaan emosional. Bisa berasal dari penghargaan diri, senang dipuji, diperhatikan dan dicintai sesama. Ketiga adalah kebahagiaan spiritual. Dengan kebahagiaan spiritual maka seseorang akan tau betul apa tujuan hidupnya. Kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kelak. Hidup di dunia untuk menabung amal dan memujiNya sebanyak yang bisa dilakukan. Dengan kebahagiaan spiritual, ada nilai-nilai kejujuran, toleransi dan kebersihan hati lainnya. Yang mana hal tersebut menjadi nilai-nilai yang cukup memudar kini di masyarakat Indonesia. Buktinya seperti menjamurnya tayangan kasus korupsi di televisi, dan perbuatan tecela lainnya.

Baca Lagi Ah!





Pemodelan Sistem

11 05 2010

Mempelajari pemodelan sistem di teknik industri selayaknya terlebih dahulu mengetahui dan mempelajari pula mengenai matematika dasar atau kalkulus, matriks dan ruang vektor, statistika serta pengetahuan dasar tentang sistem. Pemodelan sistem identik dengan mathematical modeling. Berikut adalah ilustrasi Mathematical Modeling Process. Dimulai dengan intepretasi dari kondisi yang ada, menyederhanakannya dalam sebuah model, merepresentasikannya ke dalam model matematis, lalu menerjemahkannya ke dalam model komputerisasi sehingga dapat disimulasikan untuk mengeluarkan output atau kesimpulan. Jadi, model adalah representasi dari sebuah permasalahan agar mudah untuk diselesaikan. Permasalahan dipandang secara holistik.

Baca Lagi Ah!





Berbohong

9 05 2010

Karena tergesa-gesa akibat terlambat bangun dan pergi ke kantor, seorang karyawan yang bertugas untuk presentasi di depan para calon  investor sebuah proyek harus mengalami nasib kurang baik. Menabrak seorang OB yang membawa minuman. Bajunya basah kuyup. Harus meminjam baju rekannya. Dan karena waktu tinggal hanya tak kurang dari dua menit, segera ia ganti baju di ruang kerjanya. Ruangan tersebut tak ada cerminnya. Dengan terburu-buru dan suasana hati yang cukup gundah karena takut mengecewakan pimpinan, ia masuk ke ruangan presentasi dengan tergesa-gesa. Langsung mengucap salam dan memulai presentasi tanpa memperhatikan baju gantinya itu.

Baca Lagi Ah!