Combro dan Cemplon

25 05 2010

Keduanya adalah makanan khas daerah. Di beberapa daerah di pulau jawa, akan bisa dijumpai kedua makanan tradisional tersebut. Persepsi sesuatu yang berbau tradisional dan bersifat kedaerahan terkadang kalah dengan istilah modernitas. Dibilang kuno, lebih rendah, jadul, tidak enak dan hanya untuk konsumsi kalangan menengah ke bawah. Itu sebetulnya bukanlah hal yang pas. Makanan khas daerah yang bersifat tradisional seperti combro dan cemplon, penuh citarasa, sehat dan juga pastinya lezat untuk orang Indonesia. Tetap mencintai produk lokal.

Ada yang menyebutkan bahwa combro awalnya makanan khas daerah sunda. Karena combro kepanjangan dari oncom di jero (di dalam bahasa sunda atau jawa, artinya kurang lebih sama; oncom di dalam). Ya, combro terbuat dari parutan singkong yang di dalamnya berisi sambel oncom. Berbentuk lonjong. Rasanya guring, campur pedas asin sambel oncom, dan mengeyangkan.

Sedangkan cemplon, ada yang mengatakan bahwa itu juga nama sebuah pantai di daerah sleman Jogja. Kue tradisional ini secara umum bentuknya mirip combro. Tapi lebih bulat. Sama, terbuat dari parutan singkong. Hanya isinya gula merah. Lalu digoreng. Yang jelas rasanya manis dan melegakan perut yang lapar dan butuh camilan. Satu lagi, jangan menyimpan kue-kue tradisional tersebut di kulkas, akan mengeras dan tidak enak dimakan.