Penipuan Undian Berhadiah

6 06 2010

Hari minggu. Sekitar pukul sebelas, telepon rumah berdering. Salah seorang anak dari keluarga tersebut mengangakatnya. Agak terkaget. Karena sang penelpon memberikan kabar bahwa keluarga tersebut baru saja mendapat hadiah dari perusahaan telepon kabel nasional. Hadiah dari sebuah undian. Berupa sebuah mobil cukup mewah. Plus uang tunai senilai 15 juta rupiah, sebagai bonus tambahan karena juga menggunakan telepon selular GSM dengan nama perusahaan yang mirip perusahaan telepon kabel nasional. Sungguh menggiurkan. Kata si penelepon, hadiah mobil akan dikirim dari Jakarta hari itu juga dengan jasa cargo. Pajak telah ditanggung perusahaan. Dengan beberapa syarat, pihak keluarga tidak boleh memberitahu siapapun termasuk tetangga. Diminta pula untuk menyiapkan bambu dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan baliho nantinya, beserta syarat lainnya seperti fotocopy kartu keluarga. Si penelepon juga telah menyiapkan pengawalan polisi, dengan menyebutkan beberapa pejabat polisi terkait. Jam tiga sore, hadiah akan sampai di rumah. Penelepon juga memberikan sejumlah nomer. Pertama nomer validasi hadiah. Berderet nomer panjang, yang nantinya akan diketahui sebagai nomer rekening sebuah bank. Kedua nomer registrasi, 03577999. Yang nantinya akan diketahui sebagai nominal uang mendekati empat juta rupiah.

Perbincangan di telepon berlangsung cukup lama, hampir setengah jam. Tetapi karena merasa ada kejanggalan, akhirnya ditanyakanlah tentang pengundian hadiah tersebut. Kata si penelepon, ditayangkan malam minggu di sebuah stasiun televisi swasta berinisial t. Sambil mengingat-ingat, penerima telepon merasa bahwa acara tadi malam di stasiun tv yang bersangkutan adalah sebuah film yang dibintangi Van Dame. Sebetulnya ini adalah kejanggalan pertama.

Tetapi karena euforia yang berlebihan, akhirnya si anak tadi cukup tergiur. Lagipula, ia merasa sama sekali tidak akan rugi jika benar-benar penipuan. Karena tidak keluar sepeser rupiah pun untuk biaya telepon. Diberikanlah nomer rekening sebuah bank, milik kakaknya. Yang hanya bersaldo 40 ribu. Kata si penelepon, akan segera ditransfer senilai 15 juta rupiah tadi. Telepon pertama ditutup. Si anak yang telah menyandang status mahasiswa tersebut menceritakan dengan detail apa isi telepon kepada keluarganya. Akhirnya diputuskan untuk melihat isi rekening yang telah diberikan kepada si penelepon tadi. Pergilah ia ke ATM, dan ternyata isinya baru bertambah 50 ribu rupiah saja. Dalam hati si anak, lumayan. Kalau benar-benar tertipu, ia sudah untung 50 ribu rupiah hari ini.

Untuk meyakinkannya lagi, si anak mengecek keabsahan berita undian tersebut di internet. Benar memang katanya ada undian. Tapi nama dan hadiah pemenang tidak ada. Ini adalah kejanggalan kedua.

Telepon berdering lagi seusai dhuhur. Sebetulnya seluruh penghuni rumah antara yakin dan tidak yakin dengan berita mendadak itu. Hanya pasrah saja. Menunggu jam 3 sore, apakah benar-benar ada rejeki nomplok berupa sebuah mobil datang ke rumah. Di perbincangan telepon, si anak menemui kejanggalan ketiga. Mengapa ia diminta mengirim uang terlebih dahulu untuk biaya cargo mobil? Jumlahnya pun tak main-main, yakni 4 juta. Si anak hanya bilang bahwa keluarganya tak mempunyai tabungan sejumlah itu di bank saat ini. akhirnya terjadi penawaran. Dan si penelepon menurunkan harga, 2 juta rupiah saja. Si anak mengakhiri telepon dengan mengatakan bahwa akan diusahakan terlebih dahulu.

Kini, selepas telepon tersebut seluruh penghuni rumah sudah hampir sadar betul bahwa hal tersebut adalah penipuan. Untuk meyakinkan sekali lagi, sang ayah berusaha menelepon salah seorang saudaranya. Yang kebetulan adalah salah seorang manajer di perusahaan telepon kabel nasional di surabaya. Tapi kediamannya di Bandung. Perbincangan di telepon cukup akrab, karena memang sudah lama tidak ngobrol. Saudaranya tersebut justru tertawa ketika mendengarkan percobaan penipuan tersebut. Terang saja, ia berkata bahwa perusahaan tak mungkin memberikan hadiah di hari libur dan tanpa surat resmi. Seharusnya pula, hadiah diberikan oleh pejabat perusahaan setempat/cabang. Bukan dari pusat. Ah, benar-benar kejanggalan keempat.

Akhirnya ketika telepon rumah berdering lagi, yakinlah seratus persen bahwa itu adalah modus penipuan undian berhadiah. Walaupun harus diakui bahwa usaha si penelepon sangat rapi. Memberikan nomer telepon kantor pusat, menyebut nama-nama pejabat terkait dan berbahasa formal halus. Si anak bertanya, ”Ada surat resminya tidak ya? Mungkin bisa dikirim dahulu ke fax”. Si penelepon berkata dan segera menutup telepon, ”Maaf anda tidak bisa bekerja sama. Trimakasih!”. Dasar penipu. Terang saja mana ada yang mau bekerja sama dengan penipu.

Lumayanlah, pikir si anak. Gagal untuk ditipu justru untung uang 50 ribu rupiah pikirnya.  Dan keluarga tersebut merasa tidak perlulah meneruskan lagi untuk mengurus bekas-bekas usaha penipuan dengan melaporkan ke pihak berwenang. Walaupun ada saksi dan bukti. Lagipula pengadilan tidak hanya di dunia saja. Di dunia pun sekarang jarang ditemui pengadilan hukum yang berkeadilan. Tapi di hari kelak, di akhirat tidak akan ada yang meragukan keadilan di hadapan Yang Maha Kuasa.

Iklan

Aksi

Information

28 responses

6 06 2010
M Shodiq Mustika

Ada-ada saja… model gini udah sering terjadi, kok masih jadi modus operandi. Penipunya kurang kreatif atau masyarakatnya yang terlalu bodoh?

6 06 2010
nurrahman18

bisa dua-duanya pak 🙂

6 06 2010
Abdul Aziz

Saya juga beberapa bulan yang lalu pernah mengalami hal seperti ini. Saya diminta untuk mengirim uang Rp. 2,7 juta, tidak boleh kurang atau lebih, untuk mengurus surat-surat ke Polda. Mobilnya sudah di bandara Halim dan siap di kirim.
Ia juga mengatasnamakan dari perusahaan telepon yang sama, tapi ia tidak tahu dengan kode area telepon saya dari daerah mana. Karena tidak mungkin kalau saya tinggal di Cianjur mobilnya dikirim melalui bandara.

Penipu memang aneh-aneh.
Terima kasih sudah mampir ke tempat saya.
Salam

7 06 2010
Blog Keluarga

namanya juga penipuan… ya segala macam cara akan digunakan…

7 06 2010
fujifilm digital camera

wah mulai eksis lagi penipuan cara ini????

8 06 2010
nurrahman18

mungkin

8 06 2010
pangkopdar

Hayoh siapa yang percaya????

8 06 2010
nurrahman18

siapa ya?

8 06 2010
Delia

penipuan gini lagi..
lia pernah juga dapat pengalaman yang sama..
lia bilang atm jauh mas.. ehhh dia ngotot juga,,
karena lagi gak ada waktu langsung aja lia bilang…
kalo mau nipu bilang aja bla bla bla..
ehhh dianya langsung nutup tlpn…

Semoga masyarakat tidak tertipu.. 😀

9 06 2010
nurrahman18

😀

8 06 2010
suri cahaya cinta

salam..
jangan dilayan sebab semua itu tipu sahaja..sentiasalah berhati-hati ya.

8 06 2010
wibisono

kayaknya pernah dengar.. Ai dapat sms dari Dinar tuk mencarikan undian berhadiah itu.. 😀

9 06 2010
nurrahman18

ha ha ha

9 06 2010
abe

penipu yang ulung itu mas, harusnya dikerjain aja, dilama2 ngomongnya sambil bertele-tele biar si penipu nya jengkel gagal nipu keluar banyak modal buat nelp, hehehe…

10 06 2010
nurrahman18

itu jg sudah dilama-lamain :-p

9 06 2010
vikhi

walah… masih ada aja motif penipuan kaya gini…
klo aq mah klo nrima ginian biasanya gak banyak ngomong langsung tutup 😀

9 06 2010
grandchief

Penipuan-penipuan jadi takut aja kang… 😀

10 06 2010
nurrahman18

ada-ada aja emg

9 06 2010
Karzanik

zaman sekarang banyak berbagai modus penipuan ya kang….

10 06 2010
nurrahman18

zaman semakin edan mungkin 🙂

10 06 2010
annosmile

makin marak kasus penipuan sperti itu 😦

11 06 2010
Alghie

salam

12 06 2010
Saffa'

masih ada ya penipuan model gitu?

12 06 2010
sunflo

keluargaku pernah kena yang kek ginian mas, tega2nya mereka nipu ya, padahal dari perusahaan terkenal di indo loh… tapi alhamdulillaah ga berlanjut, paling habis buat pulsa tuk telp ke jakarta

13 06 2010
a212

selama dunia ini ada…. penipuan pasti ada… he he he

13 06 2010
Sadat ar Rayyan

kasihan lagi jika si penipu nelpon ke sasaran, ada salah satu anggota keluarga yang kecelakaan. pernah kejadian di family saya. panik benar dapet telpon itu.

15 06 2010
Realodix

MOdus ini sudah sering bgt terjadi,,,
Semoga tidak ada lg yg tertipu,,

9 01 2012
Tolong Belikan Pulsa « nurrahman's blog

[…] baik telepon kabel maupun telepon genggam atau handphone. Antara lain penipuan seolah-olah mendapat hadiah undian padahal ujung-ujungnya diminta kirim uang senilai nominal tertentu. Ada pula yang menipu dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: