Negeri Van Oranje

3 07 2010

Novel terbitan pertama april 2009 ini masih merupakan salah satu buku laris di toko buku Togamas Jogja minggu lalu. Dan mungkin sampai minggu ini dan untuk beberapa waktu mendatang. Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang pernah berkesempatan menuntut ilmu di Belanda; Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana. Penerbit Bentang Pustaka, Yogyakarta. Mengapa novel setebal 400-an halaman ini masih begitu laris dan diburu hingga kini? Mungkin karena novel dengan alur cerita cenderung maju ini mudah dan ringan dibaca, dari segi pilihan dan tata bahasa.

Hal lain yang tak kalah menjadi daya tarik karena novel ini menceritakan dengan cukup detail mengenai beberapa hal, tentang bagaimana kehidupan para mahasiswa tanah air di negri kincir angin. Penuh dengan lika-likunya, cerita konyol sampai sedikit ulasan trik mengenai beberapa hal, misalnya cara memilih pondokan. Beberapa kata kunci yang lekat ketika sekilas membuka novel ini adalah rokok, sepeda, internet, belanda dan cinta. Ya, romantika cinta inilah yang cukup kental menjadi inti cerita novel ini. Romantika cinta mahasiswa di Belanda tepatnya, hingga berlanjut menjadi kisah berujung happy ending di tanah air. Novel ini menceritakan persahabatan 5 orang (kemudian disebut dengan geng Aagaban). Banjar, Wicak, Daus, Geri dan seorang perempuan bernama Lintang. Pertemuan tak sengaja ketika terejebak badai. Singkatnya Banjar, Wicak dan Daus menaruh hati dan “berebut” untuk mendapatkan cinta Lintang. Tapi seolah cinta Lintang justru tertambatkan di Geri. Benarkah demikian? Lalu siapa yang akan menjadi tambatan cinta sejati Lintang di antara keempat sahabatnya itu? Nah di situlah keunikan lika-liku cinta dan problematikanya. Temukan jawabannya dengan langsung membaca novel Negeri Van Oranje.

Apakah novel ini murni fiksi atau berdasarkan kisah nyata? Berikut sedikit jawabnnya dari web resminya; “Novel “Negeri van Oranje” ini ditulis secara keroyokan oleh empat orang yang secara gak sengaja bertemu di negeri kompeni. Berawal dari ide iseng untuk mendokumentasikan apa yang telah mereka rasakan selama hidup dan kuliah di Belanda, hingga secara ajaib menjadi bentuk sebuah novel. Semua tokoh dalam novel adalah rekaan. Tidak ada satupun yang mencerminkan penulis. Walaupun, untuk beberapa scene mereka tidak bisa melepaskan dari apa yang telah mereka alami sendiri. *kesamaan nama dan kejadian.. sumpah.. gak sengaja!*”

Iklan

Aksi

Information

23 responses

3 07 2010
aura keyboard dofollow

Kelihatannya asyik untuk dibaca!

21 07 2010
nurrahman18

betul 🙂

3 07 2010
nuances pen dofollow

Cocok untuk menambah koleksi perpustakaan!

3 07 2010
Eidariesky

nice post…
salam hangat

3 07 2010
putra

Mirip kisahnya kambing jantan (radityadika) ya ..
Cuma bedanya sang kambing jantan sekolah di USA.

3 07 2010
wahyu

terimakasih mas nur, great review. love it.

7 07 2010
nurrahman18

sama-sama atas kunjungan penulis novel 😀

3 07 2010
diazhandsome

oh itu fiksi toh.. kirain pengalaman beneran dari penulisnya 😀

3 07 2010
nurrahman18

Itu inspiring by true story :),kn udah ada penjelasanya diparagraf terakhir,ga baca pa???

3 07 2010
Goda-Gado

belum th ada novel yg disebut best seller olehmu itu,,,,

kpn2 mungkin coba liat review nya dulu..

*maklum duit terbatas…

7 07 2010
nurrahman18

saya juga pas-pasan hehehe

3 07 2010
suri Cahaya Cinta

salam.
wah pasti kisahnya bagus sekali

4 07 2010
Rita Susanti

Kalo gak salah kemarin di toko buku aku liat novel itu, tapi ga sempat buka-buka…Wah bisa juga dijadikan buat panduan buat yang berniat belajar di sana tuh ya 🙂

5 07 2010
nurrahman18

🙂

5 07 2010
edratna

Per lu dicatat nih..kalau ke toko buku bisa dibeli….
Maksih infonya

5 07 2010
Yohan Wibisono

Keren juga tuch artikelnya, saya tunggu artikel2 selanjutnya yang lebih menarik. dan kunjungan anda di website saya. thx salam persahabatan

12 07 2010
Ridztya Aqmarina

Kapan NVO bisa diangkat ke layar lebar, jamin bakal jadi box office deh..
Salut!!!

13 07 2010
nurrahman18

ya lumayan juga klo jadi layar lebar:D, kisah cinta romantika di belanda

23 07 2010
nurrahman18

tp ‘pesan moral’ nya memang ‘kurang kuat’ menurut saya utk ‘dijual’ menjadi tontonan yg bernilai tuntunan 🙂

23 07 2010
nurrahman18

walopun kisah cintanya cukup enak dinikmati hehehe

28 07 2010
daus

kebetulan nama saya mirip daus,,kebetulan betawi asli juga kebetulan gg sanip juga,,penasaran pengen baca novelnya nih,,penasaran

28 07 2010
ayya

wah ada jg org namax Banjar…kyk suku sya. thanks infox…

3 11 2010
40 Days in Europe « nurrahman's blog

[…] inspiratif tentang perjuangan anak bangsa yang belajar di negri orang dalam Laskar Pelangi dan Negri Van Oranje, satu lagi kisah lain yang patut disimak yakni 40 Days in Europe. Penulis adalah alumnus Teknik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: