Nagasasra Sabukinten

14 07 2010

Mungkin buku cerita bisa menjadi salah satu alternatif bagi para guru sejarah sebagai salah satu sarana belajar untuk anak didik. Barangkali dengan menikmati alur cerita dan sentuhan sastra, akan ada ketertarikan yang lebih. Daripada hanya mendengarkan di kelas. Seperti mungkin membaca kembali cerita silat karangan SH Mintardja, Nagasasra Sabukinten. Yang bukunya masih beredar di toko buku hingga kini. Dan lumayan masih diburu penggemar, walaupun untuk mencari edisi satu (total ada 4 edisi) di togamas jogja (harga tiap edisi sekitar 80 ribu) cukup sulit. Menungu cukup lama kiriman dari penerbit Kedaulatan Rakyat. Bagi penggemar cerita silat tentu tak asing dengan nama SH Mintardja, dan bagi yang belum pernah mendengar nama beliau ada baiknya cek di sini.

Nagasasra Sabukinten adalah cerita silat (mungkin termasuk fiksi sejarah, atau sudah tergolong epos?) yang menceritakan perjalanan seorang ksatria mantan pengawal kerajaan Demak bernama Mahesa Jenar (bergelar Rangga tohjaya). Misi utamanya adalah menyelamatkan pusaka demak yang hilang diperebutkan golongan hitam dan putih, berupa dua keris yang bernama nagasasra dan sabukinten. Pusaka tersebut penting sebagai simbol kekuasaan kerajaan. Cerita bermula sejak pelariannya dari Demak karena ada sebuah pergolakan yang waktu itu melibatkan nama Syekh Siti Jenar, dan selanjutnya memutuskan menjadi orang biasa. Mengabdi kepada masyarakat. Cerita silat ini tentu saja menghadirkan romantika cinta pelaku utama, dengan seorang gadis bernama Rara Wilis. Yang pada akhirnya berakhir bahagia. Demikian pula dengan akhir cerita silat ini yang happy ending. Beberapa nama tokoh dalam cerita silat ini antara lain; Pandan Alas, Pasingsingan, Simo Rodra, Bugel Kaliki, Jaka Soka, Arya Salaka, Ki Kebo Kanigoro, sampai Sultan Trenggono dan Mas Karebet alias Joko Tingkir (yang memindahkan kekuasaan Kerajaan Demak ke Pajang).

Cerita silat ini tidak hanya sekadar menghadirkan bagaimana serunya adegan pertarungan silat pada jaman dahulu dengan berbagai istilah kanuragan-nya, seperti sasra birawa dan lebur sakethi. Tapi banyak hal lain yang bisa diambil sebagai pelajaran. Tentang kepahlawanan, pengabdian, ketulusan, alur cerita yang menarik karena terkadang sulit ditebak episode berikutnya, dan mungkin saja bisa merangsang ketertarikan generasi muda jaman sekarang untuk mempelajari khasanah sejarah nusantara lewat balutan sastra.

Iklan

Aksi

Information

30 responses

14 07 2010
Adi

Wah, kayaknya menarik 😀 ntar kalo dapat rejeki tak nyoba nyari. ,

17 07 2010
nurrahman18

donlot ebooknya banyak sebenernya 🙂

22 07 2010
dasista

Pingin tU bukunya Kak..
..dmana ya…??
Kunjungi ya..

14 07 2010
asepsaiba

Jadi kangen sama Wiro Sableng 212 nih.. 🙂

14 07 2010
nahdhi

Ada dalam sekuel cerita ini yang settingnya di Tidar Magelang menceritakan tentang seorang “gali” aliran hitam. Kalau gak salah begitu. (hehehe… yang digatekne Magelang-nya)

14 07 2010
kawanlama95

cerita silat di Novelkan. mungkin ketika kita baca akan mengimajinasi diri.kadang yangterbayang sewaktu dulu ada sandiwara radio yang peminatnya cukup fantastis. kadang yang terbayang. jurus-jurus maut serta tendakan gledek dan kemampuan pendekar ketika terbang dan berloncatan di satu rumah dan pepohonan. Hmmm apakah ada yang bisa menandingi Brama kumbara dan Apakah ada yang bisa menandingi ajian serat jiwa.

15 07 2010
mel

kurang mengetahui ceritanya…sorrry
hehhee

15 07 2010
mel

kok ga muncul komen ku????

15 07 2010
nurrahman18

mungkin tadi komenmu terlalu cepat Mel 😀

15 07 2010
sera

salam…

15 07 2010
Dodinur

kayaknya seruh tuh cerita…bagus sob lanjutkan… 😀

15 07 2010
ekojuli

ndisik aku cilik… sering ngrungok’e neng radio…
ckckck…
sip iki…

15 07 2010
suri Cahaya Cinta

salam malam hehehe..
suri jua suka membaca

16 07 2010
sedjatee

keren… artikel yang sangat menarik…
saya menyukai kisah ini,
sayangnya belum kelar membaca
sekarang hanya punya koleksi e-booknya
salam kenal and sukses selalu…

sedj
http://sedjatee.wordpress.com

16 07 2010
sakisoku
17 07 2010
nurrahman18

ternyata sampean cuma rely, kirain ikut translate sendiri ke bhs indo (doh)

16 07 2010
julianusginting

wah..sepertinyasih menarik ya sob 🙂

16 07 2010
vitri

apik kayaknya ..

16 07 2010
Andi

saya rasa, naskah sastra sejarah jangan dijadikan acuan utama dalam pembelajaran sejarah, karena sangat dimungkinkan pembaca tak bisa membedakan mana fragmen nyata dan mana fragmen fiksinya sehingga bisa menimbulkan pergeseran sejarah. maklum, karena naskah fiksi seperti novel, roman, dll sarat dengan bumbu imajinasi penulis yang sangat sah untuk dia sisipkan dalam karyanya.

namun, bila dijadikan literatur pembanding maka itu tak mengapa. bahkan, pada beberapa kasus akan sangat membantu pembelajaran karena bisa memperkaya wawasan sejarah dan sekaligus kesastraan dan kebahasaan para pembelajar.

17 07 2010
nurrahman18

saya suka komen ini 🙂

16 07 2010
dreesc

kek nya rame…

18 07 2010
HALAMAN PUTIH

Aku wis katam mas, tapi dibaca berulang-ulang kok ya tetap menarik. Yang mau baca, coba aja ke perpustakaan daerah terutama yang di Yogya. Saya pernah lihat ada kok…

22 07 2010
Goda-Gado

kayaknya belum tertarik mas-e…..

dulu pernah baca Wiro Sableng wkt jaman SD
smpai berseri2….

skrg dah g terlalu minat dg tema2 silat…
😦

26 07 2010
alip Budiyono

Mas Aku pingin cari mbaca di nternet tapi susah carinya tolong dibantu yang jelas karanagan SH. Mintardja, sabuk inten, bende mataram, api dibukit menoreh Dll tolong kasih adnya dimana, maturnuwun aku tunggu kbarnya

16 08 2010
Arumdalu « nurrahman's blog

[…] membuat teka-teki atau penceritaan adegan persilatan seperti kisah-kisah jaman kerajaan karangan SH. Mintardja atau Langit Kresna H. Ceritanya mengalir saja membuat mudah dibaca dengan santai. Penulis adalah […]

28 11 2010
Gajah Mada « nurrahman's blog

[…] Kaya akan sastra dan mengingatkan pada gaya penulisan pujaan Langit Kresna H yakni pada karya silat SH Mintardja (tapi tidak dengan gaya cerita silatnya yang khas). Banyak novel yang menceriterakan Patih […]

18 01 2012
Agoes Kriyax

Seru jg tuch…
Kpn2 bli buku’ny ach..
Skalian jalan2 dsana…

27 02 2012
azra

pengen baca n mmpelajari budaya bangsa melalui buku itu tp sayang mahal bukunya, kyaknya org ky q ckup pasrah aja,,,

28 02 2012
nurrahman

bisa nyari di rental buku, pinjam di perpustakaan kampus, atau perpustakaan daerah 🙂

6 03 2013
Andri Cieunteung

Saya baru mulai baca ebooknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: