Tabung Peduli

29 07 2010

Menabung di celengan semar (atau bentuk lainnya) yang terbuat dari keramik atau tanah liat sudah tidak musim lagi kini. Kini katanya sudah lebih modern dengan menyimpan uang atau menabung di bank atau lembaga keuangan sejenis. Akan tetapi yang namanya celengan tetap saja ada hingga kini. Walaupun lebih identik untuk menyimpan uang receh daripada menyimpan uang dalam bentuk lembar kertas. Ada celengan yang terbuat dari bekas botol air mineral, toples, dan bahkan bentuk yang agak modern seperti yang kini dijual di mall atau supermarket. Belum lama ini, istilah celengan terdengar mencuat kembali. Ya, masyarakat mungkin jadi ingat kembali setelah sudah sejak lama melupakan celengan. Hal tersebut karena sebuah sampul majalah ternama yang menampilkan celengan babi gendut berwarna merah.

Celengan babi gendut berwarna merah tersebut identik dengan hal ikhwal negatif. Karena konon katanya ada indikasi kasus kriminal yang tersembunyi di balik pemberitaan celengan babi gendut tersebut. Namun, gambar cover sebuah majalah ternama nasional tersebut sepertinya tidak serta merta menjadi sebuah indikasi bahwa kini yang namanya celengan sudah kuno, usang, tidak aman, tidak efisien, tidak bermanfaat, atau bahkan menjadi simbolisasi negatif. Ah, terlalu prematur dan terlalu didramatisir. Masih ada sisi lain atau cerita lain mengenai arti sebuah celengan. Contohlah celengan “tabung peduli; sedekah untuk sahabat” yang dibuat oleh PKPU. Celengan berbentuk tabung yang terbuat dari seng dengan sentuhan gambar menarik mengenai pendidikan. Celengan tersebut adalah sebuah alternatif cara yang cukup unik untuk merangsang atau mendidik umat agar mau berbagi dengan sesama. Memberikan bantuan kepada sesama yang kurang memperoleh pendidikan yang cukup. Celengan tabung peduli berdimensi tinggi kurang lebih 15 cm, lebar atau diameter 7 cm. Tabung peduli diberikan secara cuma-cuma kepada calon donatur. Kemudian setelah penuh, petugas akan mengambilnya lagi dari para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya demi kepentingan orang lain. Sebuah program yang unik dan layak ditiru sebagai alternatif meningkatkan kesadaran pentingnya berbagi dengan sesama. Bersedekah atau beramal dengan harta bukanlah memberikan apa yang kita punya kepada orang lain. Tetapi mengembalikan milik orang lain yang sebagian dititipkan kepada kita.

Iklan

Aksi

Information

20 responses

29 07 2010
lilah haryoko

Wah..bener-2 unik ya, iya pantas disosialisasikan nih, aq sampe skr pun msh punya celengan receh, yg msk disitu kusus coin 500 n 1000 perak, stl penuh lumayan juga loo…

29 07 2010
Science Box

WAAAH, UNIK TUH…!
ayo, mulai skrg kita peduli menabung….!

29 07 2010
penghuni60

Kalo aku sih nabungnya di kaleng bkas aja sob….
itu jg khusus bwt receh, abis kalo bawa2 receh males sih, jd kalo pas dpt kembalian lngsung di masukin aja ke kaleng…

29 07 2010
suri cahaya cinta

menabubg baik untuk masa akan datang. 🙂

29 07 2010
Bangauputih

“Bersedekah atau beramal dengan harta bukanlah memberikan apa yang kita punya kepada orang lain. Tetapi mengembalikan milik orang lain yang sebagian dititipkan kepada kita.”
andai semua manusia berpikiran yang sama seperti itu…
salam

29 07 2010
hellgalicious

waaah ngebaca artikel ini bikin saya pengen beli celengan buat nabung
huhuhu

29 07 2010
putra

Adik saya punya tuh Om. Cuma ya untuk dikonsumsi sendiri. Ayah membelikannya untuk belajar nabung. Memandang masa depan. I think its nice.

29 07 2010
may12sirikit

Siph2..
Pi agk susah jga iah..

29 07 2010
Andi

aku punya celengan sapi mas, dr tanah liat.

29 07 2010
rangtalu

ingin sih menabung tetapi tidak ada uang 🙂

30 07 2010
retnet

menabung sejak dini.. sip dah..

30 07 2010
ayya

sma dong, di sini jg ada (LAZ DPU) namax Cerah : Celengan Berkah

30 07 2010
rudi92

salam kenal mas, blogger newbie nih,, 😀
kalo saya sie sampe saat ini masih tetap tuh nyelengin nyampe bebara ratus ribu, baru ditukarin deh.. :mrgreen:

30 07 2010
'Ne

kebetulan sampai kuliah saya tetep masukin koin ke celengan, meski sediki demi sedikit bisa menjadi bukit lho hehe..

wah idenya bagus sekali ya yg dibikin PKPU itu.. karena memang masih banyak anak negeri kita yang tidak bisa sekolah.. salut buat mereka..
jadi pengen niru idenya bikin celengan untuk sesama..

salam 🙂

30 07 2010
dreesc

yg penting bukan jumlah nya tapi iklasnya…

30 07 2010
febriy

unik bgt… kyknya itu malah efisien…. toh di masjid masih pake kyk gtu, nyumbang ke masjid ga perlu ke bank… 🙄

30 07 2010
Goda-Gado

bukannya duit Gayus (Pegawai Pajak Kep**** itu juga sebagian disimpan di celengan Peti besar di dalam rumahnya???

:-S

celengan jg mjd sarana penting buat koruptor ternyata bang…

31 07 2010
Budi Mulyono on Blog Keluarga

Iya nih sob… saya juga pake kaleng bekas makanan untuk jadiin celengan koin………..

1 08 2010
Catatan SederhaNa

apapun celengannya menabung is no 1 😀

salam persahabatan ,-

1 08 2010
Muhammad Ridha Tantowi

Iya, enakan d bank sih.. Lbh aman rasanya dari tgan jail ade saya…hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: