Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat

31 08 2010

Microfinance Syariah Berbasis Masyarakat atau Misykat merupakan salah satu program pemberdayaan zakat produktif dari Lazis DPU-DT. Program ini mengadopsi sistem Grameen Bank di Bangladesh yang dicetuskan oleh peraih nobel Muhammad Yunus. Pemberdayaan ekonomi diberikan kepada para pengusaha kecil atau UMKM (yang telah memenuhi syarat, di antaranya mempunyai penghasilan sebulan kurang dari 500 ribu rupiah dan bisa membaca Al Qru’an) berupa modal usaha, yang diberikan dalam kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5 orang yang kemudian dibagi lagi menjadi 2 orang, 2 orang dan 1 orang sebagai ketua kelompok. Modal usaha diberikan pada 2 orang pertama, kemudian selanjutnya bergiliran sesuai dengan kesepakatan angsuran. Sehingga sistem ini juga sering dikenal dengan 2-2-1 dana bergulir. Program Misykat DPU-DT memakan waktu kurang lebih 3 tahun yang akan menghasilkan desa mandiri dan uang abadi dari dana qardhul hasan; dibagi menjadi enam semester. Setiap semester semua kelompok berhak mengajukan pinjaman modal usaha yang diinginkan. Dan setiap minggu semua anggota kelompok wajib mengangsur dan mengikuti pelatihan materi yang diberikan.

Baca Lagi Ah!