Pengemis Lebaran

10 09 2010

Idul Fitri, atau juga ada yang menyebutnya dengan Lebaran. Entah dari mana asal kata itu, mungkin dari kata dasar “lebar”. Mungkin. Di kala hari nan fitri itu telah tiba, maka berbondong-bondonglah umat untuk melaksanakan sholat Ied. Tak jarang pula, atau mungkin sudah menjadi hal biasa, jikalau juga nampak pemandangan beberapa pengemis yang turut serta mencoba mengais rejeki. Di lapangan pusat kota yang digunakan untuk sholat Ied, atau di sekitar pelataran masjid. Seperti ilustrasi berikut ini.

Pilihan-pilihan yang terlintas di benak pikiran seseorang melihat fenomena pengemis di saat lebaran, atau di lokasi sholat Ied :

1. Itu adalah fenomena biasa, yang menunjukkan bahwa di dunia ini ada yg kaya dan miskin. Memang bergantung pada usaha mereka sendiri. Itu juga fenomena sudah sejak lama kok.

2. Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah kesempatan beramal. Sebagian orang itu adalah bisa jadi memang orang yang kaya harta atau orang biasa yang kaya hati karena mau beramal. Lalu diberikanlah amal harta dengan cuma-cuma. Tanpa pandang bulu dna pikir panjang.

3. Bagi yang merasa sebetulnya cukup senasib atau sebetulnya jauh lebih kurang beruntung nasibnya, bisa dijadikan sebagai cermin. Janganlah bersedih, masih banyak mereka yang lebih kurang beruntung nasibnya.

4. Mencibir. Karena itu lebih banyak karena kesalahan mereka sebab terlalu pemalas tidak mau berusaha. Ah lalu ditinggalkanlah mereka yang meminta-minta, dicuekin saja.

5. Sebagian yang lain mungkin akan mengernyitkan dahi. Mungkin cukup sedih melihat bahwa orang-orang itu tidak semata-mata bersalah. Maksudnya adalah di sana ada kesalahan pemimpin atau penguasa yang kurang bijak. Ada kesalahan orang-orang kaya harta yang kurang mau berderma. Lalu mendoakan mereka yang kurang beruntung itu, tetapi tidak memberikan kepada mereka yang terlihat masih cukup segar bugar. Sebab memberikan seperti itu sama saja mendidik untuk mengemis lagi. Hanya mendidik untuk memelihara rasa iba orang lain. Bisa jadi ketagihan. Dan karena meminta-minta itu sebetulnya sungguh tidak diajarkan. Alangkah lebih baiknya memberi dengan cara yang lebih tepat. Bisa memberikan pekerjaan, bantuan ke yayasan, lazis, dan semacamnya.

Lalu, pilihan mana yang terlintas di benak Anda seketika?


Aksi

Information

12 responses

10 09 2010
dodi3384

Met lebaran bro.
Mohon maaf lahir dan batin 🙂

11 09 2010
Herson

slamt Idul Fitri utk mas Nurrahman..sy ingin komentar sdikit ttg artikel “Pengemis Lebaran”..boleh kan oom..? jd apa yg dimaksud oleh point2 di atas adlh buah/hasil dr suatu sistem peradaban yg tdk sesuai dgn kehendak Tuhan dus jg dgn Pancasila dan UUD 1945..bukn saja trjadi di Indonesia tp jg di slruh dunia,..yg terjadi skrg adlh: penghisapan dr 1 manusia kpd mnusia lain,penghisapan dr 1 klmpok thp klmpok lain,penghisapan dr kapitalis thp proletar/rakyat. hasilnya :kejahatan peradaban..maka yg anda gmbrkan itu adlh hasil dr sistem ini. jgn salahkan pengemis ktika ia mnjdi peminta-minta krn sistemlh yg membuat hidup mrk bgitu, jgn slhkan pencuri ktk ia mencuri sbab nasinya dicuri & sistem tdk memberinya kesmpatan utk mencari nafkah, & tdk ada 1pun org yg merelakan harga dirinya jatuh kcuali ia dlm keadaan terpaksa/terdesak demi utk menyambung hidup. smoga ini brubah, krn : “..Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sndiri merubahnya..” amiin,..ya rabbal alamin..

11 09 2010
nurrahman18

terimakasih komentarnya :shakehand

11 09 2010
Asop

Maap lahir batin ya.. 😳 ^__^

Moga tahun depan masih bisa ketemu ama bulan ramadhan lagi. Amin!

12 09 2010
sempulur

Sekedar berkunjung dan ingin mengucapkan minal aidin wal faidzin….
Semoga kita dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali fitrah dan meraih kemenangan…Amin
Mohon maaf lahir dan bathin

12 09 2010
R. Indra Kusuma Sejati

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan
“Ejawantah’s Blog”
Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
Taqobbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Salam untuk keluarga.

12 09 2010
Bangauputih

mungkin yang paling pas yang terakhir yah mas…
kadang kasian lihat mereka tapi kalo masih muda, sehat segar bugar trus ngadahin tangan, rasanya nggak pantas diberi…
dia masih bisa berusaha dengan segala kelebihan fisik yang diberikanNYA lalu kenapa nggak mau berusaha….

14 09 2010
ical

saya pilih nomer lima, ada sedikit usaha untuk memberi solusi..

mohon maaf lahir batin gan

15 09 2010
nurrahman18

🙂

15 09 2010
ysalma

yang dianjurkan yang nomer 5 kali ya Nur..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H.

16 09 2010
Abdul Aziz

Assalamu’alaikum,
Para pengemis ini sering memanfaatkan rasa iba orang, sehingga dengan rela memberi sedekah. Dan dengan tanpa kerja keras mereka memperoleh pendapatan yang lumayan. Sampai-sampai ada yang beristri dua,

Di Cianjur, bukan hanya pada lebaran saja, tapi pada waktu shalat Jumat pun mereka sering menutupi tiga gerbang Masjid Agung, di depan , kiri, dan kanan. Tentu yang laki-laki tidak ikut shalat.

Secara fisik, mereka sehat-sehat. Tapi karena sudah keenakan mendapatkan uang dengan mudah , mereka tidak mau bekerja seperti orang yang normal.
Walaupun sudah mendapatkan zakat fitrah, mereka tetap saja mengemis di hari lebaran. Bahkan dijadikan kesempatan untuk mendapatkan sedekah lebih banyak.

Terima kasih.
Salam.

24 09 2010
Goda-Gado

klo ngeliat orgnya msh segar bugar..
ah ini profesi ngemis
mereka ga layak tergolong sbg bag dr 8 asnaf
xixixixxixixixi

rata2 pengemis di Istiqlal
sebuah media nyebut mayoritas malah
mengemis dg pendapatan mencapai 3 juta per bulan
😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: