Quantum Ikhlas

14 10 2010

Istilah “quantum” mungkin sedang cukup “seksi” di awal abad 21 ini. Banyak pula penulis dan istilah keilmuan baru yang menggunakan istilah itu. Setidaknya itu juga nampak ada buku terbitan 2007 ini. Best seller. Ditulis oleh Erbe Sentanu. Bergenre psikologi dan banyak mengandung kata-kata mutiara (dari Jalaludin Rumi, Ali bin Abi Thalib, dan sebagainya). Setidaknya bagi mereka yang berjiwa melow atau berkepribadian melankolis. Dari pengisi kata pengantar saja sudah cukup meyakinkan bahwa sampai saat ini buku ini bisa dikatakan laris. Ada kata pengantar dari Dewi Lestari, Muhaimin Iskandar, Siti Musdah Mulia, sampai Guruh Soekarno Putra. Paparan di awal buku ini pun juga tentu menyinggung apa makna kata ”quantum” di sini. Dan apa kaitannya dengan ikhlas. Dan dipilihlah fisika kuantum untuk penjelasan awalnya. Kuantum adalah sesuatu yg tak tampak; seperti halnya perasaan dan hati adalah yang “tak tampak” tapi menghasilkan “yang tampak” yaitu karakter, sikap dan nasib.

Satu paket dengan buku ini adalah kepingan cakram yang berisi musik untuk membangkitkan gelombang alpha (alphamatic brainware) dalam otak kita. Hal itulah yang akan melatih otak untuk pandai dalam bersikap ikhlas. Ikhlas dalam bersikap itu menggunakan hati, jadi dalam bertindak jangan lupa bertanya pada hati untuk apa, bukan hanya bertanya pada akal bagaimana caranya. Itulah yang ditekankan penulis. Mengajak untuk mensyukuri bahwa manusia punya potensi “sempurna” sesuai dengan default factory setting (fitrah) dan tatacaranya. Dalam Al Quran surat At Tin 4; “sesungguhnya telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yg sebaik-baiknya”. Sempurna dengan 4 kecerdasannya; kecerdasan fisikal, intelektual, emosional dan spiritual (PQ, IQ, EQ, SQ). Buku ini ringan gaya bahasanya. Bahkan penulis juga menceritakan pengalaman dirinya sendiri. Kisah penulis yang 6 tahun belum dikarunia anak, karena katanya mandul. Tapi dengan menerapkan quantum ikhlas, dalam 3 minggu mengalami perkembangan kemungkinan 30 persen ada keturunan. Luar biasa kata dokter, dan anak pertamanya diberi nama Shankara Premaswara. Buku ini juga berisi beberapa kritikan dan saran. Serta berbagai tips langkah praktis untuk berlatih bagaimana seharusnya bersikap ikhlas. ”Orang yg sering merasa sial (mengumpat) maka akan sering tertimpa kesialan (walaupun mungkin dia seringpula dikelilingi harta dll), sedangkan yg merasa beruntung dan menikmatinya (bersyukur) akan sering mengalami keberutungan.”


Aksi

Information

23 responses

14 10 2010
samto

wah,,the secretnya indonesia nih kang..
q juga sudah bac bukunya,sama dengerin isi dari kepingan CDnya..
lumayanlah buat meditasi pas dengerin geericik air..hi hi hi

14 10 2010
nurrahman18

hoho,sambil memperdalam ilmu kanuragan ya bro,hehehe😀

14 10 2010
citromduro

buku yang menarik untuk belajar kata-kata mutiara

14 10 2010
nurrahman18

yup, buku psikologi memang “menjual” hal itu,hehe. lbh enak baca buku asli Indonesia,bukan terjemahan,utk memperkecil “perbedaan sudut pandang” dan “perbedaan keprubadian” tiap orang🙂

14 10 2010
Asop

Quantum.. sangat kecil sekali ukurannya… seperti fisika kuantum…

*ngomong apaan sih saya*

14 10 2010
nurrahman18

ngomong fisika kuantum :-p

14 10 2010
Catatan SederhaNa

bikin penasaran…
tp lum ada duit bwt beli bukunya😦

14 10 2010
nurrahman18

nyari ebooknya sob,hehehe,ups😀

15 10 2010
mandor tempe

saya pernah mendengarkan gemericik airnya itu, tapi masih belum bisa memaknai suara gemericik air terebut

15 10 2010
kchihui

sip saya coba ke gramedia mudah mudahan ada. thanks saudaraku

16 10 2010
nurrahman18

ada kok disana

17 10 2010
HALAMAN PUTIH

Harus dirasakan dan dijiwai dengan sepenuh jiwa.

17 10 2010
tiket pesawat

aku lom sempet baca bukunya sih, tp dah pernah dengerin yg lagunya.

lom dengerin sampe abis cos earphone ku bocor, nunggu ada earphone yg rada bagusan aku mau nyoba dengerin sampe abis.

18 10 2010
wibisono

berfikir positif dan iklas..

18 10 2010
genksukasuka

wah rekomendasi yang menggiurkan nih mas…
thx yah, kunjunganya..

18 10 2010
nurrahman18

sama-sama🙂

19 10 2010
R. Indra Kusuma Sejati

Refrensi yang bagus dan menarik untuk dibaca.

Belajar sesuatu yang kecil akan melahirkan sebuah sesuatu yang lebih besar.

Sukses selalu.

Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

19 10 2010
nurrahman18

wah klo komen kata2nya,tinggal co-pas ya, semoga aja jg tetep baca artikelnya, ga hanya skimming🙂

20 10 2010
tyasbioum

terima kasih ud singgah di blog saya…salam kenal ya,

ehmm…..untuk quantum ikhlas yg membuat sya inget sampe skrg adalah kalimat ky gini,,” kita tidak perlu mengejar kesempurnaan, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. lakukan saja apa yg ingin kamu lakukan sebisamu, maka kelak sejarah yg akan menyempurnakan semua yg telah kamu lakukan.” lalu ada lagi, ” bahwa semua kejadian yg telah terjadi adalah sudah sempurna seperti apa adanya.”
ehhmmm….jadi kalo kita bener2 megang itu, gak akan ada ngeluh dan penyesalan tentang masa lalu, tp yg ada adalah menengok ke masa lalu untuk memperbaikinya di masa yg akan datang.

yup,yup..maaf ya dtg2 saya cerewet. hehehe

20 10 2010
nurrahman18

saya terenyuh baca lagi kata2 itu, makasih ya,keceresetan anda adalah kejadian yg sempurna di blog ini, jadi saya takkan mengeluhkan itu🙂

21 10 2010
fienso

apik bos.
salam,
fienso
http://citraindahciputra.com

21 11 2010
a212

bagus kang, untuk referensi lain mungkin perlu juga baca 7 Keajaiban rejeki.
http://ippho.com, http://khalifahpreschool.org

22 11 2010
nurrahman18

makasih tambahan link nya pak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: