Pengantar Teori Peluang

30 10 2010

Mengapa belajar pengantar statistik atau lebih tepatnya mengenai teori peluang/probabilitas, hampir pasti bisa ditebak kalau contoh yang akan digunakan dalam penghitungan / penerapan rumus adalah dadu, kartu dan uang logam? Terkadang hal itu membuat bosan bagi mereka yang cepat bosan. Atau menjadi hal yang disepelekan karena contohnya saja sudah hal-hal sepele bukan hal yang lebih riil bagi yang berpikiran sempit. Dan sesungguhnya juga sudah ada jawaban yang hampir pasti sudah menjadi rahasia umum. Yaitu karena dari situlah awal mula dikemukakan teori peluang dan contoh-contoh itulah yang paling mudah bisa menjelaskan sebagai pemaparan awal. Sesungguhnya memang alangkah lebih baik agar selepas belajar mengenai contoh-contoh tentang peluang dadu, kartu dan mata uang logam agar diberikan contoh-contoh lain yang lebih riil dan bermanfaat. Segera, dan lebih banyak. Mengulang hanya kebutuhan untuk mengingat teori dasar. Dan entah sampai kapan teori dadu, kartu dan uang logam akan selalu ada di pengantar statistik. Sepertinya sampai kapanpun ilmu statistik akan eksis hingga beratus atau beribu tahun mendatang, akan tetap ada contoh uang logam, kartu dan dadu. Itu juga selagi dadu, kartu dan uang logam eksis di peradaban.

Probabilitas adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa. Tentu dengan pendekatan akal logis saja sesuai dengan batasan dan asumsi tertentu. Karena pada dasarnya manusia hanya bisa menduga apa yang akan terjadi tetapi tidak bisa mengetahui apa saja yang belum terjadi. Pengertian mengenai probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan. Pendekatan Klasik; diartikan sebagai hasil bagi banyaknya peristiwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin. Rumus : P (A) = x / n. Misalnya sebuah dadu dilempar sekali kemudian ditentukan probabilitas munculnya angka lima. Pendekatan Frekuensi Relatif; probabilitas adalah proporsi waktu terjadinya suatu peristiwa dalam jangka panjang jika kondisi stabil atau frekuensi relatif dari seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan. Misalnya dari 100 mahasiswa yang mengambil mata kuliah tertentu terdapat sebaran beberapa kemungkinan nilai, lalu diminta menentukan probabilitas seseorang untuk mendapat nilai tertentu. Pendekatan Subjektif; tingkat kepercayaan individu atau kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta / peristiwa masa lalu yang ada atau berupa terkaan saja. Misalnya perasaan atau feeling seorang direktur dalam memilih 3 calon sekretarisnya.

Contoh manfaat teori peluang dalam perkara yang cukup sederhana. Misalnya peluang seorang pelamar kerja lolos dari 100 calon lain dengan asumsi semuanya dapat mengerjakan soal ujian dengan cukup baik rata-rata dan hanya sekali tes; maka peluangnya adalah 1/100 = 0.01. Ya, memang cukup kecil untuk lolos ujian karena yang diambil dari 100 orang calon tersebut hanya satu orang. Berbeda kasusnya jika seseorang tersebut merasa tidak bisa cukup baik dapat mengerjakan soal ujian, feeling bisa mengerjakan semua soal hanya 60 % atau 0.6. Maka peluang lolos ujian kerja menjadi 0.6 x 0.01 = 0.006. Ya, bertambah kecil untuk lolos. Itu dengan catatan sesuai dengan jangkauan akal manusia. Oleh karena itu perlu ditambah dengan doa🙂.


Aksi

Information

11 responses

30 10 2010
ladyulia

saya ndak suka statistik
mumet
ribet😀

30 10 2010
BULETIN

Saya juga tdk suka! Oya trims tlah bekunjung keblogku.

30 10 2010
Alwi

Satistic!!!!????? sangat penting tapi suka bikin mumet heeee ……

Oleh karena itu perlu ditambah dengan doa, sangat sepakat dg kalimat terakhir, sebuah upaya, peluang dan berbagai kemungkinan yg belum kita ketahui sangat perlu diimbangi dg suntikan spiritual berupa do’a kita ….. yg akhirnya akan mengarah kepada tawakkal …. dan nantinya akan membentuk karakter yg kuat, ikhlas, legowo, qonaah de el el

31 10 2010
Blog Keluarga

iya mas, kalo gak dadu, uang koin. saya juga masih inget dulu seperti itu. Temen saya ada yang memanfaatkan teori ini untuk bermain judi dengan modal yang besar. saya fikir ini contoh nyata bermanfaatnya nie teori buat temen saya…….

Sayuran Goreng (Vegetable Fritters) on Blog Keluarga

1 11 2010
Bangauputih

meskipun agak mumet, tapi ilmu yang satu ini bila dipelajari dan dipahami akan terasa sangat menyenangkan…
maaf ya mas lama tak berkunjung

1 11 2010
nurrahman18

monggo, silakan🙂

2 11 2010
Andi

OOT nih, tugas akhirku statistik banget mas…. makanya gak kelar2…

3 11 2010
nurrahman18

saya juga, ingin segera membakar semangt, ganbatte kudasai kang !

3 11 2010
Alwi

Sambil bakar ayam atau bakar ikan biar makin semangat heeee ….

4 11 2010
nurrahman18

@Kang Alwi : tp jangan sampe mbakar rumah, hahaha

4 07 2012
yuta

mari kita mencari uang dengan ilmu ini hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: