40 Days in Europe

3 11 2010

Selain kisah inspiratif tentang perjuangan anak bangsa yang belajar di negri orang dalam Laskar Pelangi dan Negri Van Oranje, satu lagi kisah lain yang patut disimak yakni 40 Days in Europe. Penulis adalah alumnus Teknik Industri ITB 2001, yang kemudian bersekolah lagi master dan doktoral di daratan Eropa. Ini bukan kisah baru, tapi buku terbitan tahun 2007 Bentang Pustaka ini menceritakan perjalanan ESA (Expand Sound of Angklung) di tahun 2003. Ya, dalam buku ini ada cerita tentang sisi lain bagaimana mengharumkan nama bangsa di Eropa dengan jalan bermusik. Musik tradisional. Kisah bermula dari pengalaman penulis ketika cedera sewaktu bermain sepakbola. Dan tertulislah kisah suka-duka dalam buku ini. Kisah ini tidak hanya menceritakan satu orang sentral. Tetapi beragam, dan itulah uniknya. Selengkapnya disini. Untuk melihat salah satu video pertunjukannya disini.


Aksi

Information

14 responses

3 11 2010
hpnugroho

banyak jalan mengharumkan nama bangsa, salah satunya dengan budaya tradisional.
adakah yang menyusul mereka untuk menunjukan betapa besarnya bangsa ini di mata dunia ?

4 11 2010
nurrahman18

eh video na ESA tuh bagus lho, musik tradisional yg terkesan elegan🙂

4 11 2010
willyafurqan

sukses selalu deh…

5 11 2010
ysalma

tradisional kalo dikemas dan didandani sama yang muda akan tetap lestari dan dikenal yaa,, jangan lagi orang luar yang lebih tahu musik ataupun kebudayaan tradisionalnya kita dibanding anak muda negeri ini🙂
#saya termasuk anak daerah yg sudah jarang2 melihat yang berbau tradisional, semuanya maunya yang praktis2😦 #

5 11 2010
Bangauputih

anak muda indonesia zaman ini mah rata-rata (tapi nggak semua lho) kalo disuguhin yang tradisional, aga jaim…takutnya dibilang jadul…
padahal orang luar negeri interest banget sama budaya dan segala macam yang berkaitan dengan hal-hal yang tradisional sampai-sampai diklaim milik mereka jika mereka mampu menunjukkan pada dunia.

maaf mas nur…lama baru berkunjung🙂

6 11 2010
nurrahman18

bangsa ini banyak sekali melalaikan tentang budaya sebagai penggerak perubahan dan kebaikan, dan seorang sastrawan ternama indonesia ajip rosyidi pernah berujar kurang lebih seperti itu. banyak pemimpin bangsa ini melalaikan pembangunan budaya, atau tradisi, atau apalah dengan nama istilah lain…

8 11 2010
Sanur hotels

Benar sekali dijaman sekarang ini semuanya serba instan dan jarang sekali sekarang produk yang berbau tradisional, semoga bangsa kita tidak melupakan musik tradisinal dan dapat melestarikannya kembali agar tidak musnah atau hilang.
Thanks infonya, salam kenal🙂

8 11 2010
nurrahman18

amin.yup!

19 11 2010
Kojack

saya juga pengen mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.🙂

19 11 2010
nurrahman18

amin! smoga suatu saat terwujud . . .

20 11 2010
Dhimas Nugraha

Indonesia GO GO GO…
harus bisa ngeksis ke internasional…
:iloveindonesia

cita-cita ane pengen mengharumkan bangsa lewat olahraga…🙂

20 11 2010
nurrahman18

semoga tercapai sob🙂

1 02 2011
helena.wardhani

bagus ni kayanya buku nya,
pinjem dong,hahaha😛

1 02 2011
nurrahman18

wahahaha,ku aja jg pinjem😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: