Pemasaran dan Penjualan

1 12 2010

Seseorang sedang mengambil selebaran daftar harga yang disebarkan dan diantar langsung ke halaman tetangga-tetangga sekitar supermarket tersebut berada. Ya kurang lebih satu RW dikasih satu selebaran yang besarnya hampir seperti tabloid atau majalah. Isinya daftar barang yang dijual di supermarket tersebut plus daftar harga dan diskon yang ada. Lalu orang itu bergumam, ”Buat apa selebaran daftar harga kayak gini sering disebar sama tuh supermarket, padahal tetep aja masih sedikit warga di sekitar sini yang mau berbelanja rutin di sana”. Hmmm, bukan semata sesimpel itu pihak supermarket tersebut melakukan hal itu. Ada hal mendasar yang terkadang tidak disadari. Bahwa mereka ingin mengatakan secara tersirat, ”Ini lho, kami selalu ada untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan sehari-hari dan siap melayani Anda”. Itu dilakukan secara perlahan-lahan dan berproses. Karena bukan efek instan yang diinginkan oleh pihak manajemen supermarket tersebut; yakni warga sekitar akan serta-merta berbondong-bondong datang langsung ketika membuka selebaran tersebut. Edukasi.

Atau katakanlah contoh lain keputusn seorang kepala sekolah SMA swasta yang mengadakan latihan ujian nasional bagi siswa smp secara gratis di lokasi SMA tersebut berada. Plus beberapa hadiah dan doorpize. Ya jelas akan mengeluarkan biaya yang tidak murah. Syukur-syukur kalau dapat sponsor bisa lebih ringan. Tapi itu semua dilakukan demi sebuah promosi. Salah satu unsur dalam falsafah 4P pemasaran/marketing. Terkadang sekilas pemasaran dan penjualan acapkali adalah hal yang sama. Tapi sejatinya istilah pemasaran tidak melulu berhubungan langsung dengan proses pembelian/penjualan barang. Tapi ada image di situ yang diperjuangkan; top of mind. Seperti pabrik sepatu termana yang rela mengontrak bintang iklan atlet olahraga ternama dan termahal dunia. Padahal itu tidak serta-merta akan banyak orang mudah langsung membeli sepatu tersebut. Karena memang harganya mahal.  Tapi ketika disebutlah produk sepatu, maka merk pertama yang diingat orang adalah merk dengan bintang iklan atlet termana dunia tersebut. Contoh lainnya seperti pabrik rokok yang dengan rela memang sering menyisihkan dana begitu besar untuk anggaran pemasaran; untuk konser musik, festival, penanaman sejuta pohon, dan seterusnya. Dan kini, unsur pemasaran itu juga kadang ”tersirat” pada CSR (corporate social responsibility) perusahaan besar.


Aksi

Information

11 responses

2 12 2010
ysalma

Istilah lainnya, pemasaran dengan cuci otak setiap hari oleh penjual, tanpa disadari oleh sikonsumen ya Nur, secara ga langsung selebaran ato iklan itu tersimpan di memory si konsumen,,

2 12 2010
nurrahman18

hehehe, kyk hipnotis aja pake cuci otak,ihihi

2 12 2010
stmlgs

cuci photo mendingan, gk payah ngeluarin otak hehehe

3 12 2010
Yuan

Wah bener itu bang, bahkan aku pernah terjun langsung ke tkp bwd nyebarin selebaran ke komplek dket supermarket, jauh bgd bang muter2 komplek, , ,

13 12 2010
Company profil - ck roe

bener juga pak itu…
saran yang membantu

10 05 2011
rusnitakaful

repetition is a mother of …. (skill/learning/marketing/selling/promotions/perfection)
ya dengan menyebarkan brosur, penayangan iklan : terjadi pengulangan untuk di ingat konsumen, dengan tujuan untuk lebih / selalu diingat dan akhirnya take action membeli, menjadi pelanggan. ide yg sempurna.

Untuk berasuransi syariah, klik http://www.asuransisyariah.co.cc
dengan syariah hidup menjadi lebih berkah.
rusni

27 05 2011
Berjualan di Area Masjid « nurrahman's blog

[…] umum saat ini, berjualan/pemasaran produk/jasa di area masjid baru menjadi area “baru” pemasaran yang didominasi oleh pelaku dari kalangan UMKM. Tapi bukan berarti tidak potensial dan tertutup bagi […]

28 09 2011
Teh Pucuk Harum « nurrahman's blog

[…] botol maupun gelas akhir-akhir ini semakin semarak. Tentu persaingan menjadi cukup ketat. Strategi pemasaran yang jitu diperlukan jika tidak ingin produk-produk itu cuma numpang lewat lalu hilang di pasaran […]

16 10 2011
Es Krim Magnum « nurrahman's blog

[…] oleh Unilever. Lain dengan Magnum yang memang produksi Unilever. Tapi dari segi atau sisi pemasaran, mungkin bisa dikatakan ada strategi yang mirip. Branding ulang untuk mendapatpan positioning […]

9 12 2011
Lomba Blog Desember 2011 « nurrahman's blog

[…] media memang ruang baru yang cukup seksi untuk banyak keperluan. Kekuatan sosial baru, ruang pemasaran yang masih terbuka luas, sumber pembelajaran ilmu pengetahuan dan seterusnya. Setidaknya, berikut […]

29 10 2012
Riset Pemasaran « nurrahman's blog

[…] Klasifikasi Riset Pemasaran bisa digolongkan menjadi riset untuk identifikasi masalah dan riset untuk pemecahan masalah. Riset untuk identifikasi masalah : Riset yang diadakan untuk mengidentifikasi masalah. Masalah ini tidak harus ada saat ini, tetapi kemungkinan besar akan muncul di masa yang akan datang. Riset untuk pemecahan masalah : Riset yang diadakan untuk menolong memecahkan masalah yang lebih spesifik di dalam pemasaran. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: