Jakarta Macet

13 12 2010

Seorang pakar di pusat sana (pakar komunikasi katanya, seorang dosen pula), sedang diwawancarai seorang wartawati cantik. Ini tentang solusi macet di Jakarta, ibu kota Indonesia penuh warna. Dari yang putih bersih hingga hitam pekat kotor berdarah. Begini kurang lebih wawancaranya;

W : bagaimana solusi macet Jakarta menurut Bapak?

P : perbaiki transportasi massal. Saat ini lebih baik memperbaiki transportasi massal yang ada. Seperti busway, menata metro mini, angkot, dan seterusnya. Kalau proyek transportasi massal diadakan, menurut saya biayanya tidak berbeda jauh dengan perbaikan dan maintenance yang ada. Proyek baru transportasi massal kemungkinan besar akan kurang berhasil lagi dalam pelaksanaan dan perbaikan, misalnya seperti monorel yang gagal.

W : lalu bagaimana pendapat Bapak dengan pertumbuhan industri otomotif dengan pangsa pasar di Jakarta yang besar?

P : solusi kemacetan Jakarta, industri otomotif perlu ditekan. Dan butuh pemimpin yang berani. Industri otomotif digandeng untuk pengadaan transportasi massal dan kendaraan ramah lingkungan. Telah terjadi ”gurita industri otomotif”. Karena regulasi pemerintah untuk menekan pasar liberalisasi yang terlalu bebas telah gagal. Memang industri otomotif di negri ini tumbuh subur. Tapi apalah daya kalau timpang, hanya memakmurkan isi internal industri itu tetapi menambah polusi, energi fosil terkikis dan semakin menimbulkan tumpukan rongsokan dan kemacetan.

W : apa maksud Bapak dengan ditekan? Seperti apa riilnya?

P : begini, untuk pelebaran jalan itu tidak tepat saat ini. Utang Indonesia november ini saja 1.630 an triliun rupiah. Banyak sekali kan! Nha. Lebih baik untuk membatasi kendaraan pribadi di Jakarta. Sekarang logikanya begini, andaikata dana untuk memperlebar jalan ada terus, tapi jumlah kendaraan bermotor pribadi tidak dibatasi apalah daya. Itu percuma saja.

W : bagaimana dengan opsi menaikkan pajak?

P : anda tau sendiri bagaimana cerminan wajah perpajakan secara umum di indonesia lah. Apalagi selepas kasus Gayus muncul. Itu belum tepat saat ini. Maybe, next step. Satu lagi yang ingin saya katakan. Bangsa ini tidak kekurangan pakar transportasi sesungguhnya. Anda main saja ke ITB, ke UI atau ke UGM sana, sudah banyak pakar yang bisa menjelaskan solusi terbaik macet Jakarta. Dan saya yakin itu, katakanlah simulasi sederhana dengan ”sistem dinamis” bagi tugas akhir mahasiswa pun bisa dijadikan acuan. Tapi, dalam hal management. Perlu diketahui bahwa teori dasar POAC-planning, organizing, actuating and controlling di Indonesia baru hanya bisa diterapkan P dan O saja secara umum. Dalam hal pelaksanaan dan perawatan itu masih minim. Termasuk dalam hal manajemen transportasi. Misalnya, lampu merah banyak yang tidak berfungsi, busyway mudah diserobot kendaraan bermorot pribadi dan seterusnya. Lalu menjadi sia-sia saja berbagai teori handal para pakar karena kepemimpinan yang kurang berani dan kalah oleh proses politik, termasuk wawancara dan tulisan ini hanya akan sia-sia saja menjadi wacana jikalau tidak ada upaya mendorong dan melaksanaannya!


Aksi

Information

20 responses

13 12 2010
Asop

Seperti di Singapura dong, di sana ada pembatasan mobil2 pribadi.😀
Saya tahu, memang di Indonesia yang luas dan penduduknya ratusan juta ini sulit untuk diaplikasikan.
Tapi, setidaknya, mulai sekarang persulit lah prosedur orang2 yang mau beli kendaraan pribadi.🙂 Entah apakah itu dengan cara menaikkan pajak kendaraan, menambah biaya ini-itu dalam prosedural, atau apapun lah.
Bersamaam dengan itu, perbaikan dan penambahan moda transportasi massal harus dilakukan. Bis, kereta api, bahkan sampai monorel harus terus digarap.😉
Yang penting pemerintah punya kemauan politik (political will), pasti bisa.😎

13 12 2010
nurrahman18

kang asop benar,sayangnya jarang kita lihat politikal will ke arah sana, kalah sama godfather macam gayus, anggodo, dan orang2 besar disebaliknya …

13 12 2010
irmawaty

pemprov DKI pasti dah pusing itu mas. Salam kenal dari blogger baru.

13 12 2010
nurhayadi

waduh. Waduh…kl di solo ga ada kendaraan sebanyak itu.

13 12 2010
chugyGOGOG

Kayanya emang pemerintah harus menerapkan pembatasn kendaraan supaya tidak menumpuk UM….!!!

Dah lama tdk brknjng ni um gm kbrnya?

13 12 2010
nurrahman18

alhamdulillah🙂

14 12 2010
citromduro

berarti di jakarta banyak yang punya kendaraan mas

14 12 2010
nurrahman18

kendaraan pribadi kn sekarang “gampang” dibeli🙂

14 12 2010
ysalma

perbaiki transportasi umum, betul sekali,,
dankepemilikan kendraan pribadi plus ijin mengendara juga harus diperketat aturan mainnya kali..

14 12 2010
nurrahman18

nha tuh,banyak yg tau dan setuju, hanya saja ketegasan pimpinan sepertinya belum

14 12 2010
HALAMAN PUTIH

Betul sekali, macet di Jakarta sudah sangat parah. Baru2 ini saya ke Jakarta dan merasakan betapa untuk keluar dari Jakarta aja sangat susah. Dari jam 4 sore baru bisa keluar jam 7 malam, selama 3 jam itu saya terjebak di jalanan yang macet.

14 12 2010
nurrahman18

sangat membosankan ya idle 3jam,non-produktif…

14 12 2010
ekojuli

numpang lewat ahhh
sambil nunggu macet nih
xixixixi
nggak ding
balikpapan blum macet kok

14 12 2010
nurrahman18

klo balikpapan itu panas, perlu penghijauan lagi terutama wilayah site tambang🙂

14 12 2010
17 12 2010
tukangobatbersahaja

Permasalahannya sudah sedemikian komplek. Tidak mudah mengalihkan orang yang terbiasa dengan kendaraan pribadi ke sarana transportasi masal.

Pemerintah sebaiknya membangun lahan parkir didekat halte busway sehingga orang dari rumah naik kendaran pribadi menuju halte kemudian kendaraannya diparkir disana. Barulah naik busway menuju tempat kerja. Begitupun saat pulang kerja.

17 12 2010
nurrahman18

usul teknis yg menarik🙂;ato dgn kata intrepretasi lain haltenya perlu ditambah🙂

11 11 2011
Tony

Banyak langkah dan kebijakan yang perlu diambil. Misalnya pembatasan umur kendaraan, dll. Yang disebutkan diatas juga banyak yang bisa diambil.

11 11 2011
nurrahman

opsi yg bagus memang banyak, tp bergantung strategi yg diambil serta kepemimpinan🙂

29 03 2012
Demonstrasi Tanpa Anarki | Arif's Blog | Kumpulan Hobi

[…] transportasi umum. Sebab selama ini transportasi umum kurang diperhatikan. Solusi dari kemacetan adalah transportasi umum. Penambahan jalan bukanlah solusi tepat, sebab jika jalan terus semakin […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: