Go Green Yang Inovatif

20 01 2011

Barangkali pelajaran di sekolah tentang pergantian musim, rasi bintang, arah angin laut dan semacamnya bisa segera direvisi. Musim sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya akan berubah siklusnya. Cuaca ekstrim dan janggal nampak di beberapa lokasi. Tahun lalu, musim rambutan di Indonesia minim. Konon katanya karena musim kemarau yang kurang bahkan hampir tak ada. Hanya beberapa lokasi saja yang mana rambutan berbuah seperti di Jakarta. Di jogja dan Solo, sedikit penjual buah rambutan tahun lalu karena umumnya baru awal tahun ini rambutan berbuah atau panen. Negara tetangga Australia yang seharusnya musim kering awal tahun ini justru muncul banjir yang cukup hebat. Pun dengan sebuah negara di Amerika Selatan, Brazil. Dan kejanggalan itu masih ada di beberapa lokasi lain seperti es mencair di kutub hingga saran dari para ilmuwan untuk terus menggembangkan ekspedisi ke planet lain guna mempersiapkan migrasi jikalau bumi sudah sedemikian rusak karena global warming. Termasuk rumor kimat 2012 juga ada baiknya dipandang sebagai titik balik meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan bumi.

Sebuah perubahan besar, katakanlah sekelas reformasi di sebuah negara, hanya bisa dilakukan dengan dua pendekatan. Dari atas ke bawah (up-down) dan dari bawah ke atas (down-up). Maksudnya, pendekatan pertama adalah pendekatan kebijakan dan kebijaksanaan para pemimpin, pejabat, pengusaha besar untuk melakukan perubahan. Yang kedua adalah sikap dan tindakan masal dari masyarakat dan rakyat pada umumnya untuk melakukan perubahan itu sendiri. Demikian pula dalam hal mengatasi kejanggalan dan kerusakan bumi yang seperti diungkapkan di atas. Barangkali, sebagai rakyat biasa, pendekatan pertama cukup sulit dilakukan. Rakyat hanya bisa demonstrasi dan meminta-minta para pemimpin untuk menyadari dan melakukan perbaikan lingkungan dengan kebijakan yang berpihak. Rakyat hanya bisa meminta para pengusaha besar misalnya, yang sedang membangun properti canggih untuk mempertimbangkan penggunaan mesin pendingin yang berlebihan, tidak membuang limbah di sungai terdekat, dan seterusnya. Rakyat cuma bisa berharap penguasa atau pemerintah segera menindak penebangan hutan secara liar yang hanya demi industri kelapa sawit besar yang menguntungkan sesaat, atau pengaturan pembuatan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang sudah menerapkan sistem daur ulang yang baik. Karena kenyataannya memang masih sedikit TPA seperti itu, contohnya di TPS Banyakan Bantul Jogja yang masih belum menerapkan sistem daur ulang komprehensif.

Oleh karena itu, rakyat atau masyarakat pada umumnyalah mestinya sadar akan hal itu. Lingkungan dan bumi ini terlalu lelah dieksploitasi atau dijajah manusia tanpa diberikan perawatan dan perlakuan yang sewajarnya. Pendekatan kedualah yang sepatutnya digalakkan dengan serentak. Yakni melakukan perbaikan lingkungan alias go green yang dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sekarang, dan dimulai dari hal kecil yang bisa dilakukan. Bisa bersifat rumah tangga, ataupun yang bersifat pribadi. Go green alias menghijaukan kembali bumi ini agar menjaga keseimbangan kehidupan dan ekosistem alam. Bersahabat dengan alam, lebih menyanyangi tumbuhan, mengolah sampah dan tidak melulu menambah sampah. Go green tidak harus dengan alat canggih yang mahal. Bisa dengan prinsip sederhana yang murah meriah, tapi tetap inovatif. Karena abad 21 ini bukan hanya eranya teknologi informasi tapi juga eranya inovasi. Ya, cara-cara berikut bisa dilakukan segala kalangan asal ada kemauan dan kesadaran. Dan tentu sudah banyak artikel-artikel yang menyebutkan beberapa cara di bawah ini. Sudahkah anda melakukannya walaupun hanya satu macam? Lakukanlah sebagai bentuk cinta terhadap bumi.

Lubang Resapan Biopori (LRB).

ilustrasi biopori

Lubang biopori adalah lubang untuk resapan air tanah yang manfaatnya antara lain untuk mencegah banjir, mempermudah penyerapan air, dan bisa menghasilkan kompos. Lubang tersebut dibuat dengan kedalaman antara 50-100cm, diameter 5-10 cm. Di atasnya dapat ditambahi pralon/pipa atau sejenisnya untuk mencegah lubang tidak tertutup. Jarak antara satu lubang dengan lainnya sekitar 50-100cm. Dibuat di dekat taman, di atas saluran air, atau di dekat pepohonan serta di pinggir jalan supaya tidak seluruh badan jalan tertutup aspal atau betook. Agar tanah bisa menyerap air dengan lebih baik. Biopori diisi dengan sampah organik agar menghasilkan kompos dalam waktu tertentu. Konon biopori dikemukakan oleh seorang dosen IPB, Kamir R Brata. Keterangan pembuatannya lebih lengkap salah satunya di sini. Sumber gambar dari sini.

Keranjang Takakura.

ilustrasi keranjang takakura

Masih sedikit masyarakat yang memisahkan sampah organik dan anorganik. Bahkan ada yang memilih untuk membakar dengan alasan cara itulah yang bisa dilakukan setidaknya, seminimalnya. Walaupun membakar sampah akan menghasilkan efek gas rumah kaca. Keranjang takakura, salah satunya bermanfaat untuk mendorong agar mau memisahkan sampah organik dan anorganik, lalu mengelola sampah organik itu agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat yakni kompos. Ini adalah alat sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang berbentuk keranjang dimana dapat menampung sampah seperti sisa nasi, sayuran dan sampah organik lainnya. Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang dikemukakan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keterangan cara pembuatannya lebih lengkap dan sumber gambar dari sini.

Roofergreen.

ilustrasi roofergreen

Ruang hijau di perumahan apalagi bagi masyarakat kota memang cukup minim. Membeli pot bunga untuk sekadar menyegarkan udara pun masih cukup enggan. Atau bagi yang mempunyai kanopi rumah, masih agak sungkan membeli dan menanam pohon / tanaman rambat sebagai peneduh. Seperti tanaman-tanaman berikut ini : Alamanda, Mandevilla, bunga terompet, Bougenville, aneka jenis sirih, dan buah Anggur. Nah, ada terobosan baru yang cukup inovatif selain hal-hal itu. Alat ini adalah salah satu dari 20 finalist dalam Djarum Black Innovation Award 2010. Dikemukakan oleh Ketut Gede Budhi Riyanta. Berguna untuk membuka lahan hijau di perkotaan. Lebih tepatnya digunakan untuk menanam tumbuhan di atas genteng ataupun asbes, tanpa harus menggantikannya dengan beton. Harapannya supaya polusi udara dapat dikurangi. Sumber keterangan dan gambar dari sini.

***

Alam adalah penyedia energi mentah bagi hidup manusia. Air, matahari, udara, fosil dan segalanya. Jadi, kalau mengaku cinta lingkungan maka hematlah energi. Go green untuk menghemat energi. Belanjalah ke supermarket dengan membawa kantong plastik sendiri. Matikan televisi saat tidur, selain menghemat listrik juga bermanfaat agar tidur lebih pulas. Hemat energi bahan bakar minyak dengan bersepeda untuk beraktivitas. Memanfaatkan air sisa setelah menguras bak mandi untuk menyiram tanaman. Atau yang lebih komplet dengan membuat kolam waste water garden / wet land.

ilustrasi waste water garden

Mengendalikan dampak lingkungan dari pembuangan air limbah rumah tangga (air cucian pakaian, cuci piring dapur, air kamar mandi non toilet) menggunakan kolam dengan banyak tanaman air yang bisa mengadsorpsi bahan-bahan kimia dari sabun mandi, detergen dan semacamnya. Tanaman air itu seperti eceng gondok, kangkung liar, dan teratai.

Eco Pesantren.

ilustrasi eco-pesantren

Menurut berita sudah sejak 2008 program ini dijalankan. Bekerjasama dengan kementrian lingkungan hidup. Potensial kurang lebih 17 ribu pondok pesantren di Indonesia memang sangat mendukung kegiatan ini. Yakni menggunakan bekas air wudlu untuk menyiram tanaman, pembuatan sanitasi, dan penghijauan kawasan. Sumber keterangan dan gambar dari sini.

***

Hemat energi tanpa mendorong upaya penggunaan massal energi alternatif  juga bisa dikatakan percuma. Para peneliti dan pemegang kebijakan semoga bisa segera mengaplikasikan energi alternatif macam biogas, angin, matahari, kelapa sawit dan sebagainya.  Go green untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bumi, menghemat energi demi keseimbangan siklus. Sebelum green our earth sudah seharusnya green your mind. Hijaukan pikiran otak agar selaras dengan alam. Kan manusia hanya numpang hidup terhadap hewan dan tumbuhan di bumi ini🙂 !!!


Aksi

Information

31 responses

22 01 2011
edwinanangga

masalahna klo masyarakat indo, belum banyak yang sadar mas,,
n yang paling penting,, masalah kedisiplinan parah banget,
n semboyan peraturan dibuat untuk dilanggar,,
hmmmm,,

22 01 2011
nurrahman18

anda adalah anak muda yg juga bertugas menyadarkan kedisiplinan itu🙂

22 01 2011
edwin anangga

hahahahahha,,,,
mas-mas,, koyo njenengan mboten taksih timur kemawon,,,
podo-podo enome mas,,,
semangat,,,,,

22 01 2011
nurrahman18

woops,hore semangat muda😀

22 01 2011
ysalma

setuju Nur,, kita cuma numpang tinggal di Bumi ini kok,,
so yang namanya numpang, mbok ya bumi dijaga kelestariannya,,
jangan hujan kebanjiran, panas kekeringan,, padahal kita di zamrut khatulistiwa
(btw, ini kontest go green yaa,, selamat)

22 01 2011
nurrahman18

heem, sebuah kontes😀

22 01 2011
Buruan Klik Gue !!

Siplah tulisannya.

23 01 2011
yusuf

Program diatas sangat inovatif, juga gampang dilaksanakan.

Istilah kiasannya begini, salah satu penumpang kapal sibuk menguras air yang masuk dalam kapal, namun penumpang yang lain sibuk melobangi kapal dari berbagai sisi.

bagaimana program ini bisa berjalan dengan baik dan berapa besar dampaknya jika di hutan Kalimantan pembalakan liar masih terus berjalan.

23 01 2011
rooteye

Pedes banget komentar diatas ya?…:)

Ini harus mendapat perhatian dari pemerintah, jangan hanya masyarakat yang dianjurkan, tapi coba tangkap para Bos Bos pembalakan liar.

24 01 2011
nurrahman18

benar begitu…sebagai masy awam,selayaknya itulah minimal yg bisa kita lakukan..tp tanpa dukungan bos bos besar,sungguh terlalu sulit

24 01 2011
suri cahaya cinta

salam..
jika bumi hijau itu yang kita sering cari… jika tidak kita mahu tinggal dimana?

24 01 2011
nurrahman18

itulah perlunya menyayangi bimu🙂

24 01 2011
protuslanx

Hemat energi, daur ulang, dan respek diri sendiri dengan respek lingkungan adalah kuncinya. Salam.

27 01 2011
nurrahman18

dan respek dgn tindakan nyata bung…

25 01 2011
Blog Keluarga

Ternyata banyak cara menyayangi bumi ini ya mas… saya baru nyoba yang biopori yang mas nur pernah postingin beberapa waktu lalu…

25 01 2011
nurrahman18

benar,mari coba yg lain😀

25 01 2011
Bangauputih

wah rasanya pengen ikutan mencoba juga…
marilah menjaga bumi kita berawal dari hal yang paling kecil yang kita bisa

25 01 2011
nurrahman18

jadi, bisa yg mana ajah dari yg di atas???:D

26 01 2011
agungsevi

wenak..😀
pelestarian lingkungan!!!
seru nich…

http://agungsevi.wordpress.com/

26 01 2011
nurrahman18

bukn hanya seru tp wajib.

28 01 2011
abineizzah

sip kang, mulai dari diri, ke keluarga, kemudian ke masyarakat.
semoga mereka sadar semua.

http://khalifahpreschool.org
http://unnes.info

28 01 2011
nurrahman18

adopsi rumus 3 M🙂

5 02 2011
Sandal Wanita

Mantabs nich infonya. Jadi lebih tau tentang ini. Thanks for sharing ya…

7 02 2011
Jilbab Cantik

keren nich postnya. Info yang bener-bener berguna banget. Thanks.

7 02 2011
Toko Komputer Online

Wow.. Keren nich informasinya. Menarik untuk dicoba. Thanks.

8 02 2011
Tas Wanita

Sipp dah infonya.Nambah lagi nich pengetahuanku. Makasih dah bagi-bagi ilmunya.

8 02 2011
Batik Solo

Menarik banget artikelnya. Bener2 menarik untuk dibaca dan patut dicoba. Thanks.

5 04 2011
Hampir Percuma « nurrahman's blog

[…] bagian dalam “kerusakan alam” tersebut jika mengabaikan fakta semacam sekecil itu. Dan go green yang inovatif memang tetap perlu dilakukan supaya tidak terkesan […]

4 08 2011
Sampah Dedaunan VS Sampah Plastik « nurrahman's blog

[…] sendiri secara lebih masif. Di samping teknologi daur ulang juga begitu selayaknya. Sehingga go green yang inovatif masih banyak diperlukan. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman, bukan hanya kebersihan […]

28 11 2011
Gerakan Satu Miliar Pohon | Arif's Blog | Kumpulan Hobi

[…] kali diputarkan sebuah lagu yang disesuaikan dengan tema yakni “penghijauan” alias go green dalam bahasa keren-nya. Lagu itu cukup membuat saya tertarik karena bagus dan baru pertama kali saya […]

8 12 2011
Pemenang Djarum Black Innovation Award 2011 « nurrahman's blog

[…] Bermanfaat menghemat bahan baku packaging tempat makanan, terbuat dari bahan yang lebih “sehat dan green. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: