Pengadilan Internasional

17 02 2011

Memang dilema. Maju kena, mundur kena. Dilegalkan cukup susah prosesnya dan kemudian bisa menjadi aneh secara umum bagi mata dunia. Dan juga mengapa ahmadiyah tidak segera dibubarkan? Karena kalau opsi itu yang dipilih, maka Bapak Presiden yang kita hormati dan pemerintah akan berhadapan dengan pengadilan internasional, para aktivis HAM dunia, dan semacamnya; lalu menjadi segan, tidak berani, atau pakewuh?. Karena kasus ini adalah kasus internasional. Bukan lokal. Seperti (maaf bukan bermaksud SARA) kasus lokal macam Lia Eden atau Nabi palsu Ahmad Musadek yang dijerat dengan penodaaan agama, yang segera cukup cepat disidangkan. Padahal kan sudah jelas kasus penodaan agama juga. Dialog berupa wacana yang sering ditayangkan di televisi perihal masalah itu seperti dejavu bertahun-tahun lalu. Karena sudah bertahun-tahun, atau bahkan sudah berpuluh-puluh tahun lalu terus terulang. Lagi, dan lagi. Sekarang, sudah tidak bisa menyelesaikan persoalan itu dengan tujuan semua senang (seperti gaya pencitraan Bapak Presiden kita kini). Yang mayoritas senang, maka minoritas akan tidak senang. Atau pilih minoritas senang, tapi mayoritas tidak senang. Atau opsi gila lainnya, yakni ditunda penyelesaian tegasnya dengan harapan masyarakat lupa dengan sendirinya, atau untuk “mainan” pihak ketiga sebagai isu pengalihan atau semacamnya.


Aksi

Information

11 responses

19 02 2011
suri

salam sobat..
lama tidak ke sini

harap sobat sihat selalu.Amin

19 02 2011
Saffa'

makin bingung he he😀

19 02 2011
ladyulia

ayo rame2 pindah negara
hehehhe

19 02 2011
Barcode Printer | Scanner

pengadilan yng paling adil hanya di akhirat nanti

19 02 2011
chugy

Kasus penistaan agama ini memang ga pernah beres2 Um ya…
Tapi ada baiknya kalau pengadilan international bisa dijalankan karena pengadilan di kita terlalu bulat belit hehehe…

19 02 2011
nurrahman18

klo itu dilakukan, bisa habis, jadi bulan2an digdaya kapitalis dunia..CMIIW

20 02 2011
putra

Kalau memang sesat, lebih baik dibubarkan saja. Kalau tidak mau dikatakan sesat, sebaiknya bikin brand new agama. Haha

21 02 2011
julianusginting

mau pengadilan internasional kek..tetep aja manusia sebagai jaksa dan hakimnya..tp yg paling pas adalah penghakiman terakhir…yaitu akhirat sob..

21 02 2011
ysalma

jangan sampai pengadilan internasional campur tanganlah,,
nasional aja udah puyeng ngedengar beritanya,, apalagi tambah lagi😦
kebenaran hanya milik Dia,, jadi manusia jangan merasa yang paling benar,,
kalo standar baku A adalah 1 dan 25, B punya standar 1 dan 25 +1,, ya B dengan berbesar hati jangan keukeuh tetap A lah, mengalah A+ gitu.,, dari standarnya aja udah beda, tapi tetap bertahan tetap A,,, yaa ga bakal selesai-selesai,, diam, ribut lagi kalo ada yang menggosok😦

5 05 2011
MucHKlaz

Wah, ngrjain OrAng nich. . . .,
Gua jdi Bingung…!!

5 05 2011
nurrahman18

sebetulnya sama sekali ga berniat ngerjain orang; barangkali karna laris di mesin pencari istilah itu, banyak tafsiran dan pemaknaan saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: