Kisah Pengaduan PLN

21 03 2011

Dua malam hari dua hari listrik kos mati. Dimulai pada sore hari malam minggu. Entah kenapa tiba-tiba bersamaan dengan turunnya hujan lebat, listrik padam. Sendirian. Karena tetangga kanan kiri listriknya baik-baik saja. Setelah dicek sekeringnya, dan dibelikan sekering baru ternyata sama saja. Listrik masih mati di kos. Alhasil, malam minggu pun dihabiskan oleh dua orang dari beberapa penghuni kos tersebut untuk melaporkan ke kantor PLN di jalan mangkubumi. Janjinya, janji si petugas berbaju satpam yang menerima pengaduan dengan sopan di pos satpam bahwa malam itu juga paling cepat akan ada petugas PLN yang ngecek. Karena kebetulan malam itu banyak aduan di daerah serupa. Kentungan Sleman. Dan aduan yang berbeda arah yakni minta listrik dipadamkan. Di sekitar kali code karena banjir, air sungai meluap karena masih ada pendangkalan disebabkan endapan lumpur/lahar merapi. Alias banjir lahar dingin. Setelah memberikan peta/denah lokasi kos dan nomor yang bisa dihubungi, dua orang anak kos yang masih kuliah itu pamit. Dan bertanya lagi, “kapan paling lambat petugas PLN datang”? Jawab si petugas jaga PLN adalah besok minggu pukul 8 atau 9.

Malam minggu tanpa listrik, hmmm jadi malam yang aneh. Esoknya, hari minggu, pada jam 9 rupanya petugas pLN belum kunjung datang. Terlambat satu jam. Jam 10 dua orang petugas datang lengkap dengan mobil dan peralatannya, yang ada tangga-nya itu lho. Dicek panel listrik dan sekering-nya. Tidak masalah. Oh, sial. Ternyata kabel listrik menuju kos yang dari pos listrik telah usang/rusak. Harus diganti sepanjang kurang lebih 35 meter. Dan dua orang petugas itu (yang satu berbadan tambun sepertinya murni sopir, dan satunya seorang Bapak yang telah cukup tua) berkata bahwa tidak bisa dikerjakan pada hari itu juga. Karena kasusnya mesti mengganti kabel. Diambil dari gudang. Dan hari minggu, katanya gudangnya tutup. Wah jawaban yang ringan dan sopan. Tapi efeknya tidak sederhana. Mesti melewati satu malam dan satu hari lagi tanpa listrik kos? Kira-kira kalau punya kenalan pegawai PLN yang cukup berpangkat, bisakah kondisi tersebut teratasi hari itu juga? Atau paling tidak, punya kenalan pejabat setempat supaya hari itu juga kalau ada masalah pengaduan PLN maka masalah teratasi?Ah, andai saja. Sebagai masyarakat biasa apalagi anak kos perantauan, hanya bisa mengandai-andai. Oh Andai saja!

Baca Lagi Ah!