Hanya Makan Mie

3 04 2011

Dulu, seorang teman yang kuliah di Solo, pernah satu kos, tidak pernah makan nasi semenjak kecil (kira-kira balita). Benar, ini kisah nyata. Jadi katanya trauma setelah makan nasi lalu mintah-muntah. Semenjak itulah sampai sekarang dia bekerja di Jakarta (di sebuah industri kreatif) pun tidak doyan nasi alias konsumsi makanan yang utama adalah mie. Ya, berbagai jenis varian mie; seperti bihun, mi rebus, mi instan, dan lain-lain. Yang jelas bukan nasi, tapi kalau urusan lauk-pauk macam tempe, daging atau telor bukanlah masalah bagi dia. Yang bikin “unik” lagi, adalah dia tetap mempunyai postur tubuh yang ideal orang pada umumnya. Malahan cenderung bisa dibilang agak gemuk. Benar, sekali lagi ini kisah nyata, si temen tersebut mengatakan bahwa meski konsumsi utamanya masih mie (bukan nasi) tetapi dia sedang berusaha mengubahnya. Yakni menjadi seperti pada umumnya yang lain, doyan nasi. Sudah tidak mau seperti dulu, dimana kadang kebiasaan “nyentrik” itu lebih sering dianggap sinis dan dijadikan bahan ejekan oleh teman-temannya. Dikatakan phobia, trauma dan repot juga ketika menghadiri pesta atau sykuran makan-makan.

Oleh karena itu, tulisan di atas bukan bermaksud untuk mengumbar aib, tetapi lebih kepada mengabarkan bahwa kebiasaan “unik” di atas bisa saja terjadi. Entah mungkin memang benar-benar trauma atau phobia secara psikologis, atau pencernaannya terlanjur tidak mau menerima nasi karena telah lebih dari 20 tahun hanya menerima mie. Ah, entah kalau masalah penyebabnya barangkali dokter dan pihak terkait lebih mengerti alasannya. Dan sekali lagi, tulisan ini lebih kepada untuk memberikan sebuah dukungan kepada si teman, supaya segara doyan nasi🙂. Ayo, segeralah “bersahabat” dengan nasi, kawan :D!!!


Aksi

Information

14 responses

4 04 2011
Gusti Anom

serangan balasan Bos,Makasih Dah Mampir ke blog ane he…he..he…🙂

4 04 2011
ysalma

kang gapa ga makan nasi Nur,, ganti aja sama sumber karbohidrat yang lain,, kentang, jagung,, bilang temannya, kalo kekondangan,, ambil lauk sama sayurnya aja🙂

4 04 2011
nurrahman18

klo masalah ke kondangan,hal spt itu sudah mjd kebiasaan bertahun2🙂

4 04 2011
suzannita

makan-makan…

makan gak makan yang penting ngumpul kan gak laku lagi sekarang, yang penting ngumpul gak ngumpul yang penting makan😀

4 04 2011
iLLa

mungkin itu memang cuman masalah kebiasaan kali ya. Seperti orang2 di luar negeri itu kan rata2 juga ga makan nasi. bener yg dibilang komen sebelumnya, yg penting asupan karbo-nya terpenuhi😀

5 04 2011
nurrahman18

sebetulnya yg pengen diilangin adalah kenapa klo makan nasi takut alias klo dipaksa makan ga doyan sama sekali dan langsung muntah…..karena itu “jarang”, ya kn?

6 04 2011
Asop

Itu unik!😀
Teman saya juga ada yang gak bisa makan nasi, tapi makannya bukan mi, melainkan roti. Jadi dia kalo makan malam, pagi,dan siang selalu makan roti. Lauk lain seperti daging dan sayur tetep makan, tapi tanpa nasi, digado aja gitu.😀

6 04 2011
nurrahman18

wah satu lagi nemu cerita “unik”…ternyata ada juga yah😀

7 04 2011
greenyazzahra

wahhh..mdah2n cepet bisa makan nasi dehh..hmm,,ga kebayang kalo mie yg dimakannya adalah mie instan yg bnyak bahan pengawetnya..kan kasian jg tuh ke tubuhnya😦

7 04 2011
nurrahman18

padahal udah terlanjur bertahun2,moga segara insap deh,hehehe

9 04 2011
Indomie Goreng Keriting « nurrahman's blog

[…] kebanyakan mie instan, barangkali seminggu sekali atau dua kali sahaja. Kalau terlalu banyak, bisa hanya doyan mie saja menolak nasi […]

9 04 2011
citromduro

lain halnya dengan saya, kalau belum nasi belum dikatakan makan , meskipun sudah beberapa kali konsumsi mie rebus🙂🙂

12 04 2011
mujionowisnu
18 04 2011
DiskonTop

Lucu juga ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: