Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

11 04 2011

Karya Ahmad Tohari, pujangga legendaris asli Banyumas. Merupakan sebuah karya sastra trilogi; Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus di Dini Hari (1984), dan Jentera Bianglala (1985). Novel yang sangat layak dan barangkali wajib dibaca bagi mereka yang ingin belajar sejarah Indonesia. Cerita dalam trilogi ini berlatar tempat dan waktu tahun 60-an dimana saat itu masih banyak pergolakan di bidang politik dan sosial. Dua tokoh utama dalam trilogi ini adalah Srintil dan Rasus. Semenjak kecil mereka berteman dan bermain bersama, lalu terpisahkan oleh berbagai masalah. Tapi pada akhirnya mereka bertemu kembali.

Ronggeng Dukuh Paruk. Bercerita tentang kondisi sebuah daerah yang bernama Dukuh Paruk (jawa tengah bagian selatan). Wilayah pelosok yang masih memegang teguh kesenian ronggeng dengan iringan musik calung. Srintil adalah seorang ronggeng, alias penari wanita. Kesenian itu tak lepas dari kepercayaan masyarakat Paruk terhadap Ki Secamenggolo. Srintil yang akhirnya benar-benar menjadi ronggeng kemudian hidupnya berubah menjadi cukup glamour dan melupakan Rasus.

Lintang Kemukus di Dini Hari. Rasus akhirnya pergi menjadi serdadu. Dan Srintil tetap jaya menjadi seorang ronggeng, tentu dengan kehidupan yang juga melayani para pria kaya. Bisa dilayani dan ronggeng mau melayani seorang pria, baik di pentas maupun di ranjang adalah sebuah hal istimewa. Jadi pada waktu itu memang bukan hal yang hina. Justru seolah berlomba. Istri-istri dari para pria yang berebut bisa dilayani ronggeng itupun rela-rela saja. Tapi keadaan berubah seiring konfik mulai kentara pada tahun 1964. Kerusuhan itu memporak-porandakan semuanya hingga para seniman ronggeng dipenjara.

Jentera Bianglala. Adalah menceritakan akhir kisah ronggeng. Yang mengalami titik kebingungan. Ingin menjadi wanita biasa yang berkeluarga, tetapi sulit. Banyak luka dan derita, apalagi setelah lepas dari penjara. Tapi pada akhirnya, Rasus pulang kembali dari luar jawa. Menemui si ronggeng itu, Srintil.

Konon pernah dibuat film pada tahun 80-an tetapi sayangnya, hasilnya kurang memuaskan karena katanya lebih banyak menampilkan sisi “erotisme”-nya.


Aksi

Information

18 responses

12 04 2011
Blog Keluarga - PAUD

Kalo buku belum pernah baca satupun,,, tetapi yang film pernah kayaknya mas…

12 04 2011
nurrahman18

wah bisa di-share tuh cerita ttg filmnya😀

13 04 2011
ysalma

saya sudah pernah baca ke tiganya Nur, lamaa sekali,,
tapi masih ingat kalo srintil sudah dipersiapkan jadi ronggeng sedari kecil😀
dan setelah ngerantau, baru tau, kalo Dukuh Paruk itu ternyata memang ada daerahnya😛

13 04 2011
nurrahman

Benar memang ktny jg penulis ikt mengalami sendiri cerita dlm novel itu. . .

13 04 2011
selfishyayun dofollow

srintil itu nama yang unik sekali, ini juga salah satu keunikan budaya indonesia. ronggeng

13 04 2011
nurrahman18

tp sayangnya keunikan sejarah itu terkdg msh kurang “diminati” generasi muda penerus,hiks…

14 04 2011
Goda-Gado

ah, berlebihan tuh kalau dibilang pujangga legendaris…
Ronggeng Dukuh Paruk menjadi novel kontroversi di waktu itu.
dianggap terlalu seronok..
dan banyak yg bilang krn kontroversi itulah mk kemudian dia terkenal…
meskipun sy tdk sependapat juga sih…

14 04 2011
nurrahman18

wah klo pd “waktu itu” belum lahir😀, baru dekade lanjutnya baru ngerti….

20 04 2011
Goda-Gado

itu juga sy tahunya saat diskusi dg penulisnya dalam sebuah diskusi sastra di kampus solo….

13 10 2011
Anto Bodhonk

anda tolong baca juga karyanya yg berjudul lingkar tanah lingkar air,itu bgs skli…sy setuju kl ahmad tohari memang pujangga legendaris,critanya sderhana tp menarik.

13 10 2011
nurrahman

sip, makasih atas rekomendasinya, nanti bisa dicari di toko buku😀

15 04 2011
dhila13

wow.. sy juga pernah posting tentang Ronggeng Dukuh Paruk. saya suka banget novel itu!😉

berikut link resensi RDP yg sy tulis http://dhila13.wordpress.com/2010/01/25/rdp-bukan-rizky-dwi-pradana/ trims🙂

15 04 2011
nurrahman18

wah hobi resensi jg, segera ke tkp😀

29 04 2011
awandragon

Saya belum pernah mendengar trilogi ronggeng, tapi nice info gan

12 11 2011
mamat

baru baca yg ronggeng dukuh paruk. keren ceritanya… kerasa bagt suasana desanya. membawa nostalgia karena sy mmg pernah hidup di desa macam bgitu…

18 11 2011
dindanuurannisaayura

Setelah difilmkan tahun 2011 ini, tampaknya kurang memberikan gambaran yang detiil ya.. banyak potongan-potongan menarik yang tidak mendapat tempat.
Jadi, Tetep harus baca bukunya.:D

18 11 2011
nurrahman

namanya juga film, takkan bisa menggambarkan semua😀. tp sudah syukur dan bagus kok udah difilmkan minimal, supaya lebih banyak dikenal org pd umumnya, bukan hanya penggemar sastra dan buku semata . . .

3 12 2012
Saptari

cerita ragam budaya ditampilka kembali, ronggeng yg kini sudah tidak ada lagi di masyarakat kita. minimal sebagai wawasan seperti apa`kesenian ronggeng` jaman dulu. ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: