Pengemis di Masjid

6 05 2011

“Pengemis di Luar Pagar Masjid Kampus UGM”. Terkadang, tulisan itu nampak di area Masjid Kampus UGM Jogja ketika hari Jumat. Sebetulnya seperti hal lumrah ketika memasuki waktu Jumatan, di masjid-masjid yang cukup besar akan nampak fenomena dimana masih banyak saudara-saudara kita yang meminta-minta. Dan tulisan tersebut seperti menggambarkan bahwa tidak menolak dan tidak mengingkari jika fenomena itu memang ada dan sejak lama. Mungkin masalah klise bertahun-tahun, pengemis di Masjid. Barangkali, tulisan itu juga usaha yang dilakukan setelah mempertimbangkan jikalau yang terpenting bukan mengusirnya, tetapi adalah bagaimana mengubahnya. Walaupun mengubah sikap hidup seseorang yang sudah terlanjur hidup dengan cara meminta-minta menjadi bekerja yang halal guna mendapatkan rejeki tidaklah mudah. Dilema. Atau usaha demi menjaga kenyamanan dan keamanan para jamaah yang akan Jumatan; meskipun sudah ada bagian takmir, satpam dan pegawai kampus yang turut bekerja sebagaimana mestinya pada jam kerja. Karena, dan walaupun ada tulisan seperti itu ya tetap saja ada yang meminta-minta.

Saudara-saudara kita yang terpaksa hidup mengemis itu memang seperti termarjinalkan di satu sisi. Beberapa pihak sudah berusaha melakukan usaha demi membantu dan melakukan program pemberdayaan produktif agar mengurangi pengangguran, membuka lapangan kerja bagi mereka yang benar-benar tak mampu/fakir miskin dan seterusnya; semacam yang dilakukan oleh Lazis dengan program Sakofa, Misykat, Desa Ternak Mandiri dan lain-lain. Tapi usaha untuk mencegah, menanggulangi, atau membuat supaya para pengemis di masjid tidak ada lagi ketika Jumatan dan tidak mengemis lagi sepertinya belum optimal. Atau barangkali masih minim, tidak ada, atau sulit? Kalau kita telah merasa lebih baik dan memang meminta-minta tanpa usaha adalah tidaklah dianjurkan, apa yang telah dan akan kita lakukan sebagai wujud bantuan? Upaya minimalis dengan berdoa saja?


Aksi

Information

6 responses

7 05 2011
labirinnews

saya suka dengan tulisan bapak dengan tema tema sosial..🙂

7 05 2011
Asop

Ah, masalah ini saya bingung juga…😐

7 05 2011
suretno

Yg sdh berusaha “menjadi tangan diatas”semoga tetap istiqomah. InsyaAllah ini ladang amal yg subur. Bagi yg sdh berhasil dientaskan, ditunggu operan baliknya. Yg belum smg tetap sabar.

10 05 2011
rusnitakaful

Aswb. Pengemis di mesjid adlh pengemis yg pintar mas: tau waktu, tempat & keadaan untuk menjemput rezki, he he.
Memang dilema, tapi ini salah satu kerjasama yg menguntungkan: dia untung dapat rezki (uang + ceramah), kita untung bisa sedekah. mencari ladang amal.
Jadi walau sudah ada peraturan dki utk tidak boleh mengemis/memberi pengemis, mengasong/membeli dr pengasong.
???
http://www.asuransisyariah.co.cc
dengan syariah hidup menjadi lebih berkah.

10 05 2011
nurrahman18

memberi memang lbh baik drpd menerima, tp klo kemudian efek dr memberi itu akan membuat si penerima ketagihan dan tidak mau bekerja mencari rejeki sbgmn mestinya jg dianjurkan?

27 05 2011
Berjualan di Area Masjid « nurrahman's blog

[…] Ini tentu membutuhkan ruang dan pengamanan serta penataan khusus. Seperti yang dilakukan oleh pihak Masjid Kampus UGM. Karena memang lokasinya strategis dan cukup luas, maka dipersilakan bagi siapa saja untuk […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: