Netizen, Women and Youth

26 06 2011

Di salah satu ulasan pada majalah marketing terkemuka Indonesia, the-marketeers edisi beberapa bulan lalu, ada sebuah topik menarik. Yaitu disinggung mengenai Netizen, Women and Youth. Topik ini cukup relevan dan menarik saat ini. Emansipasi wanita (women) di era demokrasi masih akan terus menjadi topik perbincangan yang menarik. Sejarah juga telah banyak membuktikan bahwa pemuda (youth) adalah penggerak bangsa, sudah seharusnya. Dan perkembangan teknologi informasi telah menciptakan semacam “dunia ketiga” yang melahirkan banyak kaum netizen. Pada setiap masa, khususnya di Indonesia, mempunyai kondisi Youth dan Women yang berbeda. Tapi punya pengaruh cukup besar terhadap berbagai hal. Kehidupan sosial dan ekonomi. Sedangkan Netizen berkaitan dengan perkembangan teknologi atau tren saat itu. Namun demikian, ketiga hal itu juga mempunyai pengaruh turunan yang kurang lebih sama. Yaitu akan melahirkan perkumpulan orang atau organisasi, kegiatan atau event dan lokasi atau venue baru.

Jika sebelum jaman kemerdekaan atau dalam upaya menuju kemerdekaan Indonesia, kegiatan organisasi lebih kepada upaya untuk menaklukkan lawan dari luar alias penjajahan / kolonialisme. Ada Budi Utomo, Muhammadiyah, SDI, Jong Java, dll. Kalau setelah merdeka, kegiatan organisasi itu lebih kepada upaya untuk membuat solid di dalam negri. Termasuk di abad 21 kini, berbagai organisasi atau komunitas telah hadir. Komunitas berbagai hobi, baik yang berkaitan dengan dunia Netizen maupun tidak. Organisasi pelajar, mahasiswa, paguyuban guru dan kaum buruh, LSM, LBH, dan masih banyak lagi. Lokasi-lokasi baru juga muncul, gedung-gedung baru, aula, bahkan gedung pertunjukan untuk menyampaikan suara komunitas/organisasi demi mengkritik demokrasi melalui seni. Begitu juga dengan untuk kegiatan pameran atau show, tempat nongkrong, dll. Venue-venue baru tersebut juga telah dipersiapkan untuk kaum Netizen. Telah dilengkapi dengan koneksi internet lewat wi-fi dan semacamnya.

Iklan

Aksi

Information

5 responses

26 06 2011
endra

Salah satu komunitas di abad 21 kini adalag blogger…..
iya kan hehehehe..

27 06 2011
Phie

Sepakat dengan koment di atas.. Di facebook ada yang namanya Warung Blogger di sana tempat nongkrongnya para narablog.
Eits, hampr lupa.. Ada award untuk Nurrahman di SPP, dijemput ya
http://asree84.wordpress.com/2011/06/27/salam-persahabatan/
Makasih :mrgreen:

28 06 2011
nurrahman18

makasih kembali mbak 😀

28 06 2011
Pasar Swalayan « nurrahman's blog

[…] para pengelola bisa dikatakan sedang berlomba menerapkan konsep terobosan baru. Melihat potensi netizen yang banyak, maka tempat nongkrong yang bisa untuk hotspot-an mulai banyak digarap. Begitu juga […]

29 06 2011
JATI JEPARA,JEPARA FURNITURE,JEPARA MEBEL

Good Article i like it visit on my website Jati Jepara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: