Warung Burjo

30 06 2011

warung burjoMengapa warung burjo cukup penting? Karena misalnya di daerah Jogja dan sekitarnya, warung burjo – indomie 24 jam nonstop adalah salah satu lokasi warung makan merakyat yang cukup diandalkan bagi banyak orang. Khususnya mahasiswa, anak muda dan kaum perantauan yang tak pernah memasak sendiri di dapur rumah masing-masing😀. Bisa karena tidak bisa memasak, tidak ada alat untuk memasak, malas memasak hingga memang tak ada ruang khusus untuk memasak. Sebetulnya bukan melulu burjo alias bubur kacang ijo-nya yang selalu laris manis dan jadi sajian utama. Pada awalnya, mungkin jaman tahun 90-an, keunggulan dari warung macam ini adalah menjual mie instan. Indomie; Intel (Indomie telur) rebus atau goreng, dan Tante (Tanpa telur) rebus atau goreng. Dan memang sangat di-support oleh perusahaan mie tersebut hingga kini. Seperti dengan program mudik bareng di kala musim lebaran. Burjo-nya tetap ada, dan memang begitulah adanya. Tapi beberapa tahun terakhir ini, mulai banyak varian yang dijajakan sesuai keinginan dan selera pasar. Menu tersebut adalah nasi. Nasi telur, nasi sarden, nasi bandeng, nasi goreng, nasi telur asin, nasi ayam, mie dokdok, hingga bubur ayam.

Bagaimana dengan minuman? Tentu sesuai selera pelanggan. Mulai dari minuman rakyat yaitu es teh, aneka kopi instan, minuman berenergi, minuman bersoda, hingga soda gembira. Warung Burjo 24 jam atau terkadang dengan berbagai jenis nama seperti Sumber Vitamin atau Maharasa atau Al Amin dll, bukanlah jenis tempat makan yang “eksklusif”. Warung makan merakyat dengan meja dan kursi serta ruang yang sederhana. Berbagai kalangan bisa makan disana. Mulai dari yang perokok, yang datang bersama pasangan, yang datang masih menggunakan kopiah dan sarung, yang datang hanya berjalan kali bersama teman-teman, naik sepeda motor hingga mobil. Warung burjo laris buka 24 jam selalu siap sedia melayani mulai dari mereka yang ingin sarapan bubur di pagi hari, makan siang, hingga nongkrong di malam hari bersama para sahabat sembari bermain gadget dan netbook. Dulu sempat tersiar kabar kalau pabrikan pesaing indomie yakni mie sedap ingin membuat pesaing. Tapi kabarnya itu gagal karena jaringan yang ada sudah sedemikian kuat barangkali. Umumnya, para penjual yang bekerja atau yang menyajikan menu makanan di warung burjo adalah orang Kuningan Jawa Barat, dengan logat sunda-nya. Yang tergabung di bawah jaringan Pengusaha Indomie Rebus (PIR). Omzet setiap warung burjo itu bisa banyak sekali bergantung lokasi dan kelarisannya. Setiap hari bisa ratusan orang dan puluhan kilo beras dimasak :D!


Aksi

Information

12 responses

1 07 2011
Blog Keluarga Kesehatan

Assalamualaikum mas Nur… hehehe… Intel Goreng yang biasa saya pesan dulu pas masih di Jogja Plus Burjo (Bubur Kacang Ijo)…

1 07 2011
amirul

pagi” liar makanan jadi luaper…

1 07 2011
ysalma

jamannya saya anak kos, burjo temannya roti bakar murah meriah juga🙂

1 07 2011
Batavusqu

Salam Takzim
Banyak istilah baru yang saya dapat kang, diantaranya indomie telor (intel) indomie tanpa telor (mie tante) kalau minuman di jakarta ada teh MTE dan ada juga Teh PPE
Salam Takzim Batavusqu

1 07 2011
nurrahman18

wah malah baru tau, apakah itu teh MTE dan PPE?😀

4 07 2011
Batavusqu

Teh MTE teh Manis Tanpa ES
Teh PPE teh Pahit Pakai Es ada ada saja istilah kuliner ya kang
kalau saya pilih ES Teh Manis aja kang lebih segerrrrrr

4 07 2011
nurrahman18

baru denger kang. mungkin klo ke jakarta ntar bisa nyoba😀, nyoba menggunakan istilah itu…

17 07 2011
Alwi

Dulu pelanggan setia Warung Burjo dan Indomie murah meriah, dulu waktu saya kuliah, Intel (Indomie Telur) masih gopek heee …

20 07 2011
nurrahman18

wah skrg udah naik 3-4 kali lipatnya kang😀

6 12 2011
Luwak White Koffie « nurrahman's blog

[…] lebih “pekat” dan rasanya punya kenikmatan tersendiri dibanding yang lain. Beberapa warung burjo juga telah menjadikan Luwak White Koffie sebagai salah satu sajian menu. Rate this: sebarkan pula […]

4 02 2012
rizkianto

indomie dobel pake telor dan es ovaltine

sedeeeeeep😀

4 02 2012
coretan syair

burjo masih mengibarkan bendera tinggi,,,
tapi kayaknya sekarang yang mulai naik daun angkringan deh,,,,
mulai merakyat dikalangan perantau seperti saya,,
hehe,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: