Penceramah

2 09 2011

Dua orang sahabat hendak berangkat menuju masjid terdekat untuk jumatan. Sebut saja si A dan si B. Si A berkata, “Mending kita ke masjid sana aja deh. Di sana penceramahnya lebih menyenangkan. Ga membosankan”. Lalu si B menimpali, “Lho ini udah mepet bro. Pilih yang deket aja. Penceramah membosankan itu kan relatif. Barangkali bapak si penceramah udah berumur, suara kurang jelas. Atau masih muda tapi topiknya ga nyambung dan seterusnya. Ya dihargai saja. Siapkan diri memang berniat untuk mendengarkan ceramah. Apriori bukan solusi. Ibaratnya lebih mudah mengisi gelas yang kosong. Kan kita juga belum tentu bisa seperti mereka tho? Tapi kritis juga tetap boleh-boleh aja lho. Kalau emang berani, sampaikan kritik ke jalur yang benar lewat takmir. Oke bro!” Si A pun mengalah, “Ya sudahlah!”

Mereka pun berangkat Jumatan. Selamat hari jumat, bersihkan diri potong kuku, cukur kumis, mandi dan jangan lupa bersedekah!


Aksi

Information

3 responses

2 09 2011
Asop

Inilah beratnya jadi khatib. Sang khatib harus update berita yang lagi panas, atau khatib harus punya gaya ceramah yang menyenangkan. Bukan berarti harus membuat jamaah tertawa, tapi dengan suara lantang, berirama, dan jelas. Jangan terlalu lama dan jangan sampai membuat jamaah ngantuk.

2 09 2011
nurrahman

plus belajar juga “mengenal” karaktaer kebanyakan jamaah, based on situasi dan kondisi😀

2 09 2011
molen

yang jelas khatibnya harus semangat… jangan lemah gemulai seperti sedang bacain dongeng untuk anak kecil biar tertidur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: