Budaya Lebaran

3 09 2011

budaya lebaran

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1432 H telah dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia beberapa hari yang lalu. Di Indonesia, tradisi atau budaya lebaran menjadi begitu semarak karena banyak aspek lain yang mewarnainya. Salah satu hal yang mendasar adalah silaturahim. Itu kemudian tidak hanya bagi umat muslim sendiri, tapi bagi semuanya atas nama kerukunan umat beragama dan saling menghormati serta saling menghargai. Tradisi atau budaya Lebaran di Indonesia begitu banyak. Setidaknya berikut ini beberapa catatan rangkuman secara umum mulai dari hal baik yang patut dipertahankan hingga berupa kritik dan saran yang semoga bisa memacu perbaikan bersama.

1. Pembagian zakat yang seringkali menimbulkan korban masih acap kali terjadi. Misalnya yang umum adalah berdesak-desakan sehingga terluka. Tidak hanya zakat fitrah tapi bisa juga berupa infak & shodaqoh, atau sumbangan ketika openhouse pejabat dilakukan. Menurut Ustadz Abu Sangkan, lebih baik si pemberi zakat atau infak shodaqoh itu tidak membagikannya sehingga meminta kepada mereka yang berhak datang ke rumahnya untuk mengambil, tetapi justru memberikannya dengan datang langsung ke lokasi atau rumah saudara-saudara kita yang memang berhak menerimanya.

2. Sidang Isbat penentuan hari raya idul fitri selalu lebih menjadi sorotan publik ketika kemungkinan besar terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal oleh beberapa Ormas Islam. Dan setelah berpuluh-puluh tahun, baru terjadi Sidang Isbat kemarin dimana berlangsung cukup lama hingga berjam-jam. Masyarakat disuguhkan sebuah “tontonan” adu argumen antar ulama, kyai, ustadz dan ilmuwan. Setelah menerima banyak kritik dari berbagai pihak yang mengatakan jikalau sidang isbat lebih banyak bersifat sia-sia karena menghamburkan terlalu banyak uang berjumlah milyaran dan toh hasilnya tidak seberapa, gitu-gitu aja seolah seperti hanya pembacaan keputusan tidak ada sidangnya. Dan di Sidang Isbat kemarin, telah terjadi sebuah pengkoreksian atas kritik tersebut. Meskipun kemudian masih tetap menimbulkan tanda tanya lain seperti waktu sidang Isbat yang terlalu lama untuk saudara-saudara kita di Indonesia bagian timur sehingga terlalu malam untuk mengetahui kapan resminya pemerintah menetapkan 1 Syawal. Koreksi lain seperti perdebatan yang ditayangkan live itu sebetulnya tidak dapat cukup mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat karena tingkat pemahaman yang berbeda. Semoga hal ini menjadi catatan penting untuk Sidang Isbat mendatang.

3. Fenomena mudik alias pulang ke kampung halaman dari kota ke desa. Jalanan ramai. Hati-hati rawan kecelakaan. Katanya ada sekitar 1,5 juta pemudik tahun ini dengan kisaran uang yang berputar selama lebaran adalah sebesar 77 Triliun. Fenomena ini tentu menarik pula bagi pekerja media untuk meliputnya dengan update berita terbaru.

4. Takbir keliling banyak dilakukan, meskipun di beberapa tempat sudah mulai disarankan untuk tidak dilaksanakan mengingat pertimbangan keamanan dan keselematan.

5. Tiket kereta api habis. Terkadang kasian juga melihat kenyataan bahwa belum tersedianya transportasi massal yang baik.

6. Tempat atau obyek wisata ramai dipadati orang untuk berekreasi. Banyak pedagang yang memperoleh berkah, juga tingkat konsumsi dan harga brang cenderung meningkat.

7. Silaturahim terjadi dimana-mana baik di desa maupun di kota. Dan itu tidak hanya bagi umat muslim sendiri tapi bagi seluruh masyarakat dari berbagai lapisan dan golongan. Reuni terjadi dimana-mana. Tradisi sungkem dan membagikan uang saku untuk anak-anak yang bertamu. Serta silaturahim ke para ulama atau kyai. Dan termasuk ziarah.

8. Trafik penggunaan telepon genggam naik tetapi tidak semua operator telekomunikasi menyediakan kenyamanan. Umumnya kirim pesan justru menjadi lebih lambat dan telepon susah. Di sisi lain, mereka yang online menjadi lebih sedikit beraktivitas dengan internet.

9. Unjuk sukses masyarakat perantauan dari desa ke kota. Di kota, jalanan menjadi sepi dan pembantu mudik. Di desa, mereka yang merantau ingin menunjukkan kesuksesannya dengan berbagai cara. Misalnya membagikan uang saku atau salam tempel ke sanak saudara, mudik dengan mobil bagus yang sewaan, dan seterusnya.

10. Silakan yang mau berbagi lagi mengenai tambahan budaya lebaran di kampung halaman masing-masing!


Aksi

Information

12 responses

3 09 2011
Asop

Orang yang online internet sedikit, makanya internet saya kencang sekali.:mrgreen:

4 09 2011
nurrahman

jalan tol ya😀

5 09 2011
mandor

Setuju sama asop. Saya membuktikan sendiri Wuzz wuzz wuzz

8 09 2011
Hybrid car

Yang menarik perhatian saya adalah sidang isbat dan mudik…..

8 09 2011
jelly gamat

yang sering menjadi perdbatan SIDANG ISBAT, apakah ada alat yang bisa mndukung hal tersebut??
sehingga tdk ada lagi prbedaan dalammlaksanakan idu fitri??

8 09 2011
nurrahman

dan yg sering barangkali belum dipahami bersama bahwa perbedaan itu tidak terjadi begitu saja dalam hal yg simpel. perbedaan penetapan itu prosesnya panjang. mulai dari penggunaan dan pemilihan dalil baik Quran dan hadits, lalu kemudian “diturunkan” lagi terjemahan dan tafsirnya dalam sebuah metode. dan setiap ormas atau golongan terkadang mempunyai pandangan masing2 dlm hal itu. lbh baik ikut terus dalam proses belajar memahaminya agar mengerti dan memahami ketika menuntut supaya tidak ada perbedaann….CMIIW

8 09 2011
Lontong Opor « nurrahman's blog

[…] menyambung mengenai budaya lebaran, mengenai kuliner khas ketika lebaran. Khususnya di sebagian besar wilayah di Indonesia. Berhubung […]

9 09 2011
ysalma

Sudah mau sepertiga bulan Syawal, bawaannya masih suasana lebaran😀

9 09 2011
nurrahman

suasana lebaran di Indonesia memang sudah jd budaya😀, asalkn masih di bulan syawal, banyak dimanfaatkan utk momen silaturahim🙂

18 09 2011
Kuliner Alun-Alun Purworejo « nurrahman's blog

[…] masyarakat yang berusia produktif lebih banyak merantau. Sehingga hanya momen tertentu misalnya lebaran beberapa minggu lalu, atau libur tanggal merah, dimana suasana Purworejo menjadi lebih semarak […]

9 10 2011
Aqua Gallon « nurrahman's blog

[…] ada yang menimbun? Entahlah, kejadian ini seperti berulang. Dua (2) tahun lalu ketika momen setelah lebaran usai juga demikian. Aqua Gallon cukup langka. Sedangkan produk Gallon air mineral merk lainnya tidak […]

10 10 2011
Wafer Tango « nurrahman's blog

[…] = Turahan Hari Raya. Apa itu THR? Dalam bahasa jawa, turah = sisa. Sisa makanan dari silaturahmi budaya lebaran. Baik yang beli sendiri, kue bikinan sendiri, atau barangkali dari parcel lebaran. Tapi bukan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: