Reshuffle Kabinet

18 10 2011

Reshuffle KabinetKenyataan bahwa perekonomian negara terlihat baik di atas kertas maupun realitanya mengalami kenaikan atau perbaikan, barangkali ada benarnya. Bisa dilihat dari makin menggeliatnya sektor investasi, industri kreatif, teknologi informasi, dan pariwisata. Tapi perlu diingat juga bahwa hal tersebut takkan bisa dilepas dari pengaruh ekonomi global. Krisis amerika eropa yang beberapa kali melanda paling tidak dalam satu dekade terakhir menyebabkan beberpa negara berkembang punya peluang untuk lebih maju. Yakni negara di benua Asia dan Amerika Selatan. Seperti Cina, Brazil, India, dan tentu Indonesia. Di samping itu, sektor mendasar kesejahteraan rakyat juga secara umum sepertinya biasa saja selepas reformasi terjadi, menurut pendapat pribadi.

Pendidikan, meskipun anggaran naik tapi belum optimal. Justru memilih membuat sekolah bertarif internasional dan yang miskin lebih susah berkesempatan untuk mengenyam bangku kuliah. Sektor infrastruktur, meskipun beberapa proyek bangunan, jalan dan jembatan digarap, tapi acapkali menyisakan masalah seperti dana proyek nunggak hingga kasus korupsi. Ya ya ya, korupsi adalah salah satu perihal yang paling mencolok dalam pemerintahan periode kedua penguasa. Belum juga menemukan titik terang yang cukup memuaskan. Justru beberapa anggota partai penguasa dan kabinet terindikasi terlibat.

Oleh karena itu, desakan agar reshuffle baik yang secara tertulis maupun tidak tertulis mungkin telah sedemikian besarnya sehingga membuat reshuffle tak terelakkan lagi. Dan tetap dengan gaya kepemimpinan yang sama, yaitu ingin meminimalisir tekanan politik (baik legislatif maupun eksekutif) dan menggandeng semua pihak bersama kita bisa, maka kabinet justru “ditambah”.

Seorang tokoh nasional diwawancarai oleh seorang reporter.

Reporter : Menurut bapak, bagaimana dengan reshuffe kali ini?
Tokoh : percuma, karena yang diganti cuma kabinet. Padahal masalah mendasar perihal kepemimpinan. Jadi harusnya reshuffle presidennya sekalian.

Ya ya ya, jaman memang telah menjadi demokrasi. Katanya begitu. Tapi demokrasi masih belajar. Pendapat apapun hingga yang terekstrim sering terjadi. Tapi kalau masih mau memberi kesempatan dan demi kesinambungan pemerintahan agar tidak “putus-putus” semenjak reformasi, maka ditunggu saja 3-6 bulan pertama kinerja para mentri selepas reshuffle.


Aksi

Information

5 responses

19 10 2011
Jizz Dancer

doakan smua jadi baikk yuukkk

19 10 2011
nurrahman

pasti mendoakan yg terbaik meskipun ternyata bapak presiden masih bergaya kepemimpinan yg sama. ingin menggandeng semua pihak, bersama kita bisa, representasi gender, etnis, golongan, partai, lalu baru “dikombinasikan” dgn kemampuan integritas profesional di bidang/sektor departmn masing2

20 10 2011
ysalma

semoga benar2 membawa perubawahan ke arah yang lebih baik,
ayo dong pemimpin buktikan reshuffle bekerja🙂

29 11 2011
Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II « Alena19's Blog

[…] Ya ya ya, jaman memang telah menjadi demokrasi. Katanya begitu. Tapi demokrasi masih belajar. Pendapat apapun hingga yang terekstrim sering terjadi. Tapi kalau masih mau memberi kesempatan dan demi kesinambungan pemerintahan agar tidak “putus-putus” semenjak reformasi, maka ditunggu saja 3-6 bulan pertama kinerja para mentri selepas reshuffle. […]

7 12 2011
ismail ngawur pro reshuffle

mantap brow….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: