Kebersihan Pasar Tradisional

22 10 2011

Kebersihan Pasar TradisionalDua orang gadis sedang berjalan-jalan di sebuah pasar tradisional di daerah. Keduanya teman kuliah satu kampus. Dalam rangka akhir pekan. Mereka sejenak mencari suasana lain. Seorang adalah gadis asal daerah setempat. Seorang lagi adalah gadis yang lahir dan besar di sebuah kota besar, dengan kemampuan ekonomi orang tua yang mapan dan pendidikan serta status sosial yang cukup baik. Karena merasa belum terbiasa dan baru pertama kalinya, si gadis kota tadi cukup kaget masuk dan menjelajahi sebuah pasar tradisional di daerah. Lalu terjadilah sedikit bincang-bincang berikut ini :

A : Ya beginilah kondisi pasar tradisional di daerah pada umumnya. Meskipun cukup kotor dan tak tertata dengan baik, tapi semuanya berkumpul disini.

B : Ya, sangat penting, tapi kok cukup kotor ya, padahal kan menurutku bisa dibersihkan.

A : Ya, umumnya pasar tradisional di daerah ya begini, barangkali belum ngeh. Atau sudah terlanjur terbiasa seperti ini ya sudah, apa mau dikata. Sebagian besar menilai kalau terkadang untuk jualan saja susah, kok ya malah ngurusi bersih-bersih. Kalau jualannya lancar laris, baru ngurusi kebersihan.

B : Bagaimana kalau dibalik?

A : Maksudmu?

B : Memandang kalau kebersihan dilakukan supaya lebih laris dagangannya. Lapak dagangan bersih dan ditata rapi walaupun kondisi seadanya. Jalan-jalan di dalam pasar dibersihkan dari sampah-sampah. Begitu juga dengan got, supaya tidak begitu bau. Kebersihan juga bagian dari pelayanan atau kualitas barang / jasa yang dijual. Apapun itu.

A : Usulmu menarik. Memang dari segi teknis itu gampang dilakukan. Dan toh juga sudah dilakukan yang namanya bersih-bersih, tapi ya gitu deh, ala kadarnya sekenanya. Mengenai usulmu supaya lebih menggugah kesadaran dan rajin / rutin itu edukasinya butuh proses yang tidak gampang, tingkat pendidikan mempengaruhi. Walaupun dimana-mana sebetulnya digembor-gemborkan selalu kalau kebersihan adalah sebagian dari iman.


Aksi

Information

3 responses

26 10 2011
Bapak Minta Pulsa « nurrahman's blog

[…] yang bermacam-macam. Selalu mengalami perkembangan. Barangkali salah satunya juga karena “pasar” pengguna handphone di Indonesia yang cukup besar. Bermacam-macam segmen. Dan salah satu […]

3 11 2011
Wajik Ny Week « nurrahman's blog

[…] adalah salah satu makanan tradisional atau jajanan pasar yang berbahan baku utama ketan. Dan salah satu oleh-oleh khas Magelang yang cukup dikenal adalah […]

11 11 2011
Bolu Emprit « nurrahman's blog

[…] coklat, dll. Terbuat dari campuran tepung dan telur. Merupakan salah satu jajanan pasar, khususnya pasar tradisional. Cocok buat oleh-oleh dan camilan. Di beberapa daerah seperti Jogja dan Jawa Tengah, cukup mudah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: