Sebelas Patriot

14 12 2011

Sebelas PatriotSebelas Patriot, sebuah novel karya Andrea Hirata. Cetakan pertama Juni 2011, penerbit Bentang Pustaka Yogyakarta dengan tebal halaman kurang lebih 100. Sebelas Patriot merupakan novel dengan sudut pandang orang pertama yaitu Ikal, yang berlatar tempat masih di Pulau Belitong. Alur waktu cenderung maju, mulai dari cerita ketika masa penjajahan Belanda hingga masa ketika Ikal kuliah di Eropa. Tema cerita yang diangkat adalah masalah sepakbola. Beberapa tahun belakangan ini sepakbola di Indonesia memang sedang cukup banyak diperbincangkan. Mulai dari kehausan mendapatkan prestasi hingga permasalahan PSSI. Sehingga novel ini pas sekali momennya. Atau bisa jadi kondisi yang menginspirasi sang penulis untuk membuat karyanya. Setiap pembelian novel ini akan mendapatkan CD gratis di dalamnya, yang berisi tiga lagu hasil karya Andrea Hirata. Berjudul; PSSI Aku Datang, Sebelas Patriot, dan Sorak Indonesia. Lengkap dengan lirik yang tercetak di cover-nya. Novel yang cocok bagi semua penggemar sepakbola Indonesia untuk melihat olahraga tersebut dalam wujud / sisi lain di masa lalu; sebagai salah satu “perjuangan” melawan penjajahan. Gaya penulisan dan pilihan bahasa yang dipakai khas Melayu, seperti dalam novel-novel karya Andrea Hirata lainnya, senada.

Sepakbola dan Belanda

Kisah bermula dimana Ikal kecil tertarik dengan sebuah foto yang “misterius”. Seorang anak muda berpose sebagai pemain sepakbola, sebuah foto lama. Ternyata usut punya usut, foto itu adalah foto dari Ayah Ikal semasa muda dulu. Berumur 13 tahun sebagai pemain sayap kiri sepakbola di jaman penjajahan Belanda; di Pulau Belitong. Mungkin sekitar tahun 1945. Ayah Ikal  bersama Tiga Saudara lainnya adalah pemain sepakbola pribumi yang disegani. Di tangan pelatih yang bernama Amin, mereka pun terkenal sebagai skuad trio sepakbola yang pandai memainkan bola. Tapi rupanya di jaman penjajahan Belanda, pribumi tidak boleh menang bermain sepakbola melawan mereka. Sehingga harus mengalah. Namun Tiga Saudara menolak itu, alhasil hukuman fisik menimpa sehingga mengakibatkan tidak bisa bermain sepakbola lagi. Ayah Ikal hingga kini nampak berjalan pincang.

Kisah itu membuat Ikal sedih sekaligus tergugah untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat. Bersama pelatih bernama Toharun (yang juga masih keturunan pelatih Amin), Ikal berjuang penuh tetap mendukung PSSI alias timnas sekaligus berkeinginan menjadi bagian dari mereka. Tapi apa daya cita-cita itu tak mampu dicapai. Langkah untuk menjadi pemain terpilih kabupaten hingga provinsi pun tak diperolah

Sepakbola dan Wanita

Hampir berhasil menjadi pemain PSSI, tak membuat Ikal ngelokro untuk mendukung timnas PSSI. Ayah Ikal tentu juga seorang pendukung timnas PSSI. Oleh karena itu, ketika berkesempatan kuliah di Eropa, Ikal memutuskan untuk membeli salah satu kaos dari pemain sepakbola luar favorit Ayahnya. Yakni Luis Figo. Yang kemudian akan dihadiahkan kepada Ayahnya. Perjuangan untuk mendapatkan kaos itu tak mudah. Menuju Spanyol dengan cara backpacker, lalu kemudian bekerja serabutan demi mendapatkan uang tambahan guna membeli kaos Figo yang dijual resmi.

Di toko yang menjual kaos Figo itu, Ikal bertemu seorang gadis yang bekerja di toko itu, yang bernama Adriana. Perempuan bermata biru yang juga sangat menggemari sepakbola. Ikal belajar banyak hal dari perjuangan mendapatkan kaos itu. Termasuk belajar dari Adriana, bahwa atmosfer kecintaan orang-orang pada sepakbola tidak hanya milik kaum Adam semata. Wanita pun rela berdesakan masuk stadion sepakbola demi nonton langsung dan semacamnya, sebagai wujud cinta terhadap sepakbola itu bukan semata karena kegantengan fisik para pemain sepakbola pria. Ikal berkesempatan nonton langsung pertandingan Barcelona vs Valencia di Estiadio Santiago Bernabeu, pun atas bantuan Adriana. Memperoleh tiket gratis.

Sebelas Patriot

Jika ada hal lain yang sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta, adalah sepakbola – Andrea Hirata –


Aksi

Information

2 responses

16 12 2011
wawan

semoga kisruh PSSI segera reda, sayangnya tidak banyak disinggung di novel ini

28 12 2011
CD Novel Sebelas Patriot | Arif's Blog | Kumpulan Hobi

[…] itu, mewujudkan kepedulian dan harapan dalam bentuk nyata lewat melalui salah satu karyanya yaitu Sebelas Patriot :D. Sebuah novel yang bercerita mengenai sepakbola sebagai salah satu bentuk perlawanan kepada […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: