Tetralogi Pulau Buru

3 01 2012

Tetralogi Pulau BuruTetralogi Pulau Buru atau Tetralogi Buru atau Tetralogi Bumi Manusia adalah empat seri Roman karya (alm) Pramoedya Ananta Toer (meninggal pada tahun 2006 pada usia 81 tahun). Tetralogi Pulau Buru mengungkapkan sejarah bagaimana terbentuknya Nasionalisme Indonesia pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke-20 (kurang lebih tahun 1898 – 1918). Masa dimana berlangsungnya politik etis, awal masuknya pemikiran rasional ke Hindia Belanda, dan awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern sebagai periode terbentuknya Kebangkitan Nasional. Tetralogi Pulau Buru pernah dilarang peredaraannya oleh Jaksa Agung Indonesia selama beberapa masa dengan tuduhan mempropagandakan ajaran atau paham Marxisme, Lenimisme, dan Komunisme.

Tetralogi Pulau Buru terdiri dari Roman Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Cerita yang tertuang di masing-masing buku tersebut mungkin bisa juga disebut atau tergolong novel semi-fiksi. Tokoh utama Tetralogi Pulau Buru adalah Minke, nama samaran dari seorang tokoh pers generasi awal Indonesia yaitu Raden Mas Tirto Adhi Soerjo (RM TAS). Roman tersebut memang mengisahkan perjalanan hidup RM TAS, tapi sejauh mana apakah sesuai dengan kisah nyata sepenuhnya, barangkali hanya penulis dan RM TAS saja yang bisa menjawab hal itu.

Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu pengarang Indonesia, kelahiran Blora Jawa Tengah. Pernah berkarier di bidang militer dan pernah tinggal di Belanda pada 1950-an. Pernah pula bergabung dengan Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Pramoedya Ananta Toer pernah menjadi tahanan politik selama 3 tahun pada masa kolonial, dan 1 tahun pada masa Orde Lama (karena friksi dengan pemerintahan Soekarno, karya ttg korupsi). Lalu selama masa Orde Baru, Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. Ketika ditahan pada Agustus 1969 – 12 November 1979 di Pulau Buru, Tetralogi Pulau Buru dimulai pembuatannya. Awalnya hanyalah cerita lisan, lalu kemudian setelah bebas dari penjara mulai dicetak dalam bentuk buku.

Tetralogi Pulau Buru

***

Bumi Manusia

Bumi Manusia sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengarahuan dan peradaban. Minke adalah seorang pelajar pribumi anak seorang Bupati. Tetapi Minke sama sekali tidak berkeinginan menjadi bangsawan. Bumi Manusia menceritakan bagaimana perjalanan hidup Minke hingga menikah dengan Annelis, anak dari Nyi Ontosoroh.

Anak Semua Bangsa

Anak Semua Bangsa adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini, Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondensinya dengan keluarga De la Corix (Sarah, Miriam, Herbett), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, mertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia-manusia sebangsanya.

Jejak Langkah

Jejak Langkah adalah fase pengorganisasian perlawanan. Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan Pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prijaji. Dengan koran ini, Minke berseru-seru kepada rakyat Pribumi tiga hal; meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghapuskan kebudayaan feodalistik. Sekaligus lewat langkah jurnalistik. Minke berseru-seru : “Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.”

Rumah Kaca

Rumah Kaca adalah seri yang paling berbeda dari ketiga seri sebelumnya. Karena sudut pandang orang pertama si penulis adalah bukan lagi Minke. Minke yang akhirnya diasingkan di pembuangan tak bisa berjuang lagi. Seorang pribumi yang berhasil menyingkirkan Minke bernama Jacques Pangemanann. Melalui Rumah Kaca inilah kemudian Tuan Pangemanann menceritakan kisah selanjutnya dari perjalanan hidup seorang Minke. Rumah Kaca memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivitas pergerakan itu.

Tetralogi Pulau Buru

***

Roman ini “wajib” dibaca untuk mereka yang merupakan calon dokter atau  dokter, anak-anak muda gemar sejarah, hukum, sosiologi, ilmu pemerintahan para jurnalis, kaum pilogenik, dan semua anak muda Indonesia yang mengingikan kondisi bangsa lebih baik dengan belajar dari sejarah.


Aksi

Information

9 responses

3 01 2012
ysalma

Karena saya golongan emak-emak, saya menunggu ringkasan lengkapnya aja dari anak muda yang membaca roman ini.

3 01 2012
nurrahman

review per seri akan diposting selanjutnya😀

20 01 2012
abi

Menarik🙂

7 02 2012
Fima

adakah file pdf yang bisa di share?

7 02 2012
nurrahman

tidak ada:mrgreen:

13 05 2012
Bumi Manusia « nurrahman's blog

[…] Manusia adalah seri pertama Tetralogi Pulau Buru karya mendiangvPramoedya Ananta Toer. Berkisah tentang sosok Minke, seorang pemuda pada masa itu […]

15 05 2012
Anak Semua Bangsa « nurrahman's blog

[…] Semua Bangsa adalah seri kedua dari Tetralogi Pulau Buru. Pada seri kedua ini menceritakan perjuangan batin Minke dimana istrinya yakni Annelis harus […]

3 07 2012
Jejak Langkah « nurrahman's blog

[…] Langkah adalah seri ketiga dari Tetralogi Pulau Buru. Seri pertama berjudul Bumi Manusia, sedangkan seri kedua bertajuk Anak Semua Bangsa. Jejak […]

7 07 2012
Rumah Kaca « nurrahman's blog

[…] Kaca adalah seri keempat dari Tetralogi Pulau Buru. Rumah Kaca adalah seri yang paling berbeda dari ketiga seri sebelumnya; Bumi Manusia, Anak Semua […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: