Pasar Swalayan

28 06 2011

Pada masa sebelum reformasi atau pembangunan, belanja secara swalayan belum begitu banyak seperti sekarang ini dengan menjamurnya minimarket dan supermarket. Tidak hanya di kota besar, tapi sudah mulai merambah setiap kecamatan bahkan kelurahan di daerah. Swalayan pada masa itu barangkali masih bersifat “eksklusif”. Pembeli mengambil sendiri barang-barang yang hendak dibeli di ruangan dan rak-rak/display rapi yang bersih, dengan selisih harga memang cukup berjarak dengan harga di pasar tradisional. Barang yang dijual pun cenderung berbeda segmen untuk mereka yang lebih mampu secara ekonomi. Namun seiring berkembangnya ekonomi Indonesia dan dunia pada umumnya, konsep pasar dan pemasaran tentu mengalami perubahan. Varian barang yang dijual di pasar swalayan mulai banyak. Pun dengan selisih harga yang sedikit bahkan beberapa punya selisih nol rupiah. Segmen pasar swalayan mulai banyak dilirik dengan targeting yang bisa dipilah-pilah menjadi beragam, dan dengan pendekatan driving market.

Baca Lagi Ah!