Beasiswa ITB

7 03 2011

Kini, setelah gurita BHMN untuk universitas sudah mulai tumbang, kampus-kampus yang dulu sering didemo sendiri oleh mahasiswanya karena terlalu mahal SPP-nya sebab dianggap komersialisasi dan liberalisasi pendidikan itu; sudah kembali ke jalur penerimaan mahasiswa universitas negri pada umumnya. Tidak membuat ujian masuk sendiri supaya bisa memungut biaya kuliah lebih tinggi. Semoga para pemegang kebijakan dan pihak kampus-kampus negri ternama itu tidak terjebak lagi alasan klise biaya dan ekonomi negara yang seret lagi di tahun-tahun mendatang; supaya bagi mahasiswa yang memang kurang mempu secara ekonomi tapi layak kuliah benar-benar tertampung. Seperti era sebelum reformasi. Mahasiswa cukup kritis, bukan setelah masuk abad 21 atau era setelah reformasi dimana mahasiswa hedonis makin banyak karena barangkali juga ada kaitannya sebab terlalu banyak membangun Mall di kota besar sehingga dijadikan tempat nongkrong mahasiswa. Barangkali.

Baca Lagi Ah!





Perahu Kertas

14 01 2011

Ini kisah cinta muda-mudi. Dee alias Dewi lestari dalam novel Perahu Kertas terbitan Bentang Pustaka 2008. Ya, begitulah agak picisan. Jadi barangkali akan banyak yang berkomentar selepas membaca novel ini bahwa kisahnya seputar percintaan semata. Antara mimpi dan realita. Antara dramitisir mirip sinetron – FTV dan logika cinta. Lalu apa hal yang menjadi tetap menarik dan novel ini tetap laris juga hingga sekarang? Di awal terbitnya, pemasaran novel ini menggandeng salah satu operator telekomunikasi terkemuka. Di samping banyak pasar remaja dan pemuda yang suka novel, alur dalam cerita perahu kertas ini membuat penasaran dan berliku. Barangkali inilah yang bisa membuat penasaran pembaca agar segera menyelesaikan cerita dan walaupun memang agak bisa sedikit ditebak bahwa akhir cerita ini adalah happy ending. Perahu kertas, bercerita tentang dua sosok utama yang mempunyai huruf di nama depan yang sama yaitu huruf K. Mereka adalah Keenan dan Kugy. Dalam cerita ini juga dikisahkan Kugy mempunyai saudara yang berawalan nama dengan huruf K.

Baca Lagi Ah!





Rumah Seribu Malaikat

24 12 2010

Cerita dalam buku ini sungguh mengharukan. Sebuah kisah nyata. Bagaimana tidak, sebuah keluarga nan sederhana telah begitu banyak merawat dan membesarkan begitu banyak pula anak asuh. Dan diasuh dengan penuh cinta kasih tanpa membedakan apakah anak kandung atau bukan. Barangkali ada yang bertanya apakah sebetulnya pasangan Ibu Yuli dan Suami belum dikarunia anak kandung? Ah, itu salah. Pasangan suami istri asal jawa timur yang lalu menetap di bandung karena jodoh dipertemukan masih saudara dan karna perkuliahaan di bandung itu; telah mempunyai anak kandung pula. Bahkan sebelumnya telah mengasuh 50-an anak angkat. Lalu bagaimana kisah penuh inspirasi itu dimulai? Anak pertama yang diasuh penuh cinta kasih itu bernama Azzam. Adalah seorang dukun bayi (Mak Atik) yang menawarkan pada Ibu Yuli untuk mengasuhnya. Ketika itu sang suami yang lulusan elektro dan bekerja di LEN (sebuah BUMN dalam bidang elektronika) sedang naik haji (tahun 2004). Awanya Ibu Yuli yang sekarang tinggal di Bandung itu mengambil keputusan “sepihak”. Dalam tahajudnya memohon doa kepada Sang Khalik agar bisa benar-benarmerawat bayi lagi. Karena telah 5 kali menolak. Adalah kemudian terjadi percakapan lewat telepon jarak jauh Indonesia dan Arab. Percakapan awal mula semuanya, dan ternyata sang suami juga mengiyakan.

Baca Lagi Ah!