Sampah Dedaunan VS Sampah Plastik

4 08 2011

Kira-kira lebih baik mana, membiarkan sampah plastik terlalu banyak tak terurus mengotori lingkungan atau membiarkan sampah dedaunan dan sejenisnya yang lebih dominan mengotori lingkungan? Menurut pendapat pribadi, didasarkan pada pemikiran bahwasanya manusia hanya numpang hidup di bumi kepada alam (hewan dan tumbuhan) maka biarpun keduanya barangkali sama-sama mengganggu keindahan lingkungan tapi tentu sampah plastik dan sejenisnya harusnya lebih baik dikurangi. Karena itu lebih banyak disebabkan oleh manusia. Plastik dan bahan anorganik lainnya adalah lebih banyak campur tangan hasil kreasi manusia. Meskipun bahan dasarnya tentu dari alam tapi telah melalui beragam proses sehingga menghasilkan nilai tambah untuk keperluan manusia. Sedangkan sampah dedaunan atau sampah organik dan sejenisnya adalah “pemberian” dari alam.

Baca Lagi!





Hampir Percuma

5 04 2011

Bisa dikatakan hampir percuma; memisahkan sampah organik dan non-organik. Atau juga plus pemisahan sampah dari kaca (gelas, piring, dan lain sebagainya) dan plastik. Kalau bernada sisnisme memang iya, maksudnya karena adalah masih jarangnya tindak lanjut dari pemisahan sampah itu. Pada akhirnya, lebih banyak sampah disatukan di tempat pembuangan akhir. Instansi atau sekolah yang kemudian mengolah dan mendaur ulang pemisahan sampah itu juga jika dihitung hanya sedikit; minimalis. Jadi kampanye yang banyak tentang pemisahan sampah organik dan anorganik tanpa pembuatan dan penggalakan sistem daur ulang yang baik juga adalah usaha hampir sia-sia; karena cuma usaha sepihak. Bisa dikategorikan cuma usaha bertepuk sebelah tangan. Jadi usaha mendorong dan menggalakkan orang rumahan untuk membuat kompos dari sampah organik perlu ditingkatkan. Penelitian pembuatan alat daur ulang murah dan efektif juga perlu didukung dengan dana.

Baca Lagi Ah!