Gekikara Ramen

29 05 2011

Kalau sedang ingin makan mie ramen tapi uang terbatas dan warung makan jepang-nya jaraknya terlalu jauh dari rumah/tempat tinggal, maka tidak perlu risau. Bisa mencoba mie ramen instan dari pabrikan nissin ini; Gekikara Ramen. Karena harganya cukup murah hanya empat ribuan saja per bungkus. Rasanya walaupun tentu berbeda dengan mie ramen aslinya, tapi tak apalah untuk sekadar mengganjal perut biar kenyang dan memuaskan hasrat ngidam mie ramen. Jangan lupa yang bungkusnya warna merah. Cara memasaknya tak jauh beda dengan mie instan lain pada umumnya, tapi porsinya agak lebih banyak dengan rasa bumbu kuahnya yang khas. Namanya juga mie ramen :D. Selamat menikmati wiken!





Pameran Pendidikan Jepang 2011

12 05 2011

Mumpung belum terlambat, ingin ikut menyebarkan salah satu info menarik mengenai pameran pendidikan Jepang 2011. Pendidikan tingkat universitas. Tinggal beberapa hari lagi sebelum hari H. Jadi ada 3 lokasi tempat berlangsungnya acara; Jakarta, Bandung dan Jogja. Apa saja yang bisa diperoleh dari acara ini? Setelah baca dari sumber resminya di sini, pameran ini diikuti oleh beberapa universitas Jepang. Ada sesi presentasi dari civitas akademi universitas, demo perkuliahan dan sesi tanya jawab interaktif. Siapa saja yang diharapkan hadir dalam acara ini? Yaitu : calon sarjana, mahasiswa pascasarjana, orang tua, para guru/dosen dan untuk umum. Sesuai dengan tujuannya, pihak kementrian pendidikan Jepang memang mengharapkan semakin banyak pelajar/mahasiswa internasional yang belajar disana. Simak info lengkapnya berikut ini, dikutip dari sini 🙂

Baca Lagi Ah!





Bakso Super Jepang

6 04 2009

bsj2Berlokasi di jalan Solo. Jika hendak menuju Solo dari kota Yogyakarta, maka sebelum memasuki candi prambanan akan ada perempatan. Perempatan dimana jika ke arah barat akan menuju jalur alternatif ke Cangkringan. Sebelum memasuki perempatan, tengoklah sejenak kanan jalan. Maka akan menemukan BSJ (Bakso Super Jepang). Sebuah rumah makan bakso yang cukup sederhana tetapi cukup meriah. Terdapat satu bakso ukuran super dalam penyajiannya, dan pangsit. Dengan serat cukup lembut dan terasa daging sapinya. Nama bakso super jepang memang cukup unik. Mungkin sang pemilik memang ingin menggunakan keunggulan itu untuk menarik minat penikmat bakso.  Di beberapa sudut ruangan tidak ada ornamen yang menggambarkan budaya Jepang. Tetapi tetap saja namanya Bakso Super Jepang. Terbukti sudah terdapat cabangnya di jalan wonosari km 11. cabang Kalasan Yogyakarta.

bsj4Harga lumayan standar. Enam ribu rupiah saja. Tag yang nampak di spanduknya adalah “Udah gedhe baksonya, mantep lagi… dijamin ketagihan !!!”.

bsj3

bsj11





Budaya Bisnis Jepang dan Cina, versus Amerika Serikat (Barat)

6 12 2008

barat-vs-timurInovasi dalam sudut pandang Jepang dinilai sebagai hasil kerja tim (Seng, 2007). Tidak ada pendapat individual dalam kelompok. Sehingga tak heran jika di perusahaan-perusahaan besar PMA Jepang di negara Indonesia (misalnya Toyota Astra Motor), kerjasama tim sangat ditekankan di masing-masing divisi untuk menghasilkan sebuah inovasi produk (goningumi). Folosofi bisnis Jepang mengatakan bahwa rasa memiliki organisasi sangat tinggi. Hal ini sesuai budaya asli orang Jepang, menjunjung tinggi harga diri (semangat bushido dan samurai). Dalam hal kedisiplinan, Jepang sangat ketat. Mereka rajin bekerja dan giat. Dalam hal lini manajemen, hampir bisa dikatakan tidak ada batas ruang antara atasan dan bawahan. Budaya kerja Jepang sangat menghargai waktu. Pencatatan waktu kerja sangat diperlukan. Budaya senam pagi sebelum kerja juga merupakan hal yang sangat umum dilakukan di perusahaan-perusahaan Jepang. Setelah keruntuhan Jepang dengan adanya bom di nagasaki dan hiroshima, Jepang berusaha meniru dan mempelajari produk lain dari luar untuk kemudian dikembangkan sendiri menjadi sebuah karya yang inovatif. Ada juga paradigma Jepang yang menyatakan bahwa setiap laki-laki Jepang wajib bekerja. Lain halnya dengan wanita. Jika seorang wanita telah melahirkan, maka kewajiban yang utama adalah mengurus rumah tangga. Jika seorang laki-laki pulang kerja lebih awal, justru akan dipertanyakan oleh tetangga sekitar. Bisa dikatakan merupakan sebuah aib. Tidak menyia-nyiakan waktu adalah sesuatu yang lumrah di sana. Misalnya dengan membaca buku ketika dalam perjalanan naik kreta. Sampai tahun 2007, Jepang adalah negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Hutang adalah sebuah pantangan di negara tersebut. Hidangan wajib warga Jepang adalah teh hijau.

Sebagai contoh di Toyota. Ada dua kunci utama kesuksesan perusahaam raksasa itu. Dalam buku ”Toyota Way” (Liker, 2206), diungkapkan bahwa kunci tersebut adalah (1) continuous improvement; (2) respect to the other people. Perubahan yang berkelanjutan dan dilakukan dengan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit), begitulah yang diterapkan di sana. Kunci kedua adalah menghargai pendapat setiap orang di perusahaan, tak peduli apa posisi dan jabatanya. Karena bisa jadi hal itu yang akan menjadi salah satu kunci sukses perusahaan, misalnya dalam hal inovasi proses bisnis.

Cina lebih fleksibel dan terbuka daripada Jepang dalam hal berbisnis. Sehingga koneksi dan jaringan Cina lebih luas daripada Jepang. Kepercayaan sangat dijunjung tinggi di Cina. Merantau adalah hal yang utama dan wajar dilakukan untuk merubah nasib menjadi lebih baik. Maka, dapat dilihat di berbagai penjuru dunia, warga Cina tersebar luas di mana-mana. Dan sangat ulet dalam hal bekerja, seperti halnya Jepang. Budaya Cina, tak malu-malu untuk melakukan pekerjaan apapun, yang penting menguntungkan. Walaupun pekerjaan itu kasar, misalnya harus mengurus toko material sampai angkat-angkat material.

Lain halnya dengan budaya Barat (Amerika Serikat). Inovasi adalah sebuah karya individu. Sikap kapitalisme sangat berkembang. Sebagai misal, ketika seorang pekerja dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar di perusahaan lain, walaupun lebih mapan dan lebih lama bekerja di perusahaan asal, maka tentu saja yang diutamakan adalah materi, mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Dengan cara apapun. Ibaratnya seekor tikus. Maka akan mencari bongkahan keju yang lebih besar. Berlomba-lomba untuk memperkenyang diri sendiri dahulu. Prinsip kepemimpinan ditekankan di paradigma barat atau Amerika. Budaya feodal (perbedaan harkat dan martabat antara petinggi dan bawahan) sudah menjadi barang yang wajar.

Dalam bukunya “The Starbucks Experience”, Joseph A. Michelli (seorang konsultan dan peneliti di bidang manajemen) mencoba mengungkapkan rahasia suksesnya kedai kopi Starbucks. Ada lima hal yang menjadikan perusahaan Amerika itu meraup sukses, bahkan sampai di Indonesia. Prinsip pertama yakni “Lakukan dengan cara anda”. Prinsip kedua yakni “Semuanya penting”. Prinsip ketiga “ Kejutan dan kenikmatan”. Prinsip yang keempat adalah “terbuka terhadap kritik”. Sedangkan yang terakhir adalah “Leave your mark”. Terlihat bahwa paradigma bisnis Amerika sangat menghargai pelanggan dan mencoba memanjakan serta memenuhi semua keinginan pelanggan. Howard Schultz adalah orang di belangan suksesnya Starbucks.

Contoh lain adalah di pabrik lampu GE (General Electric). Pabrik yang bercikal bakal dari Thomas Alpha Edison. Diungkapkan Rothschild (2008), bahwa kunci sukses GE menerapkan LATIN (Leadership, Adaptability, Talent, Influence and Network). Ada empat tahap kemajuan suksesnya GE sampai saat ini.

Referensi :

Liker, Jeffrey K. ”Toyota Way”. Jakarta : Erlangga. 2006.

Michelli, Joseph A. “The Starbucks Experience”. Jakarta : Erlangga. 2007.

Rotschild, William E. ”Rahasia Sukses GE”. Jakarta : Salemba Empat. 2008.

Seng, Ann Wan. ”Rahasia Bisnis Orang Jepang”. Jakarta : Hikmah. 2007.