Bakpia Pathok 35

8 09 2011

bakpia pathok 35Bakpia pathok adalah salah satu kuliner khas asal Jogja. Bakpia Pathok 35, diproduksi oleh Perusahaan 35 Yogyakarta. Resep tradisional dengan citarasa lokal. Oleh-oleh khas Jogja, merk terdaftar. Komposisi : terigu, keju, coklat, susu bubuk, pasta strawberry, gula, mentega, dan minyak nabati. Bakpia kering lebih tahan lama daripada bakpia basah, bisa sampai seminggu atau lebih setelah dibuat. Tapi jikalau sudah dibuka bungkus plastik di dalamnya, maka disarankan untuk dihabiskan dalam 2 hari. Di bawah ini adalah Bakpia Pathok 35 rasa kombinasi alias aneka rasa, isi satu bungkus 20 kue. Terdiri dari rasa keju, strawberry, susu dan coklat. Rasa asli dari kue bakpia sebetulnya adalah kacang hijau. Tapi kemudian mengalami perkembangan inovasi. Bakpia Pathok 35 tersedia di berbagai toko oleh-oleh Jogja. Harga satu bungkus bervariasi bergantung jumlah isi dan jenis rasa. Berkisar 20 ribuan.

Baca Lagi!





PKL di RS Sardjito

14 07 2011

PKL di RS SardjitoLokasi parkir dan PKL atau pedagang kaki lima di sekitar fasilitas umum yang cukup strategis dan ramai seperti Rumah Sakit, sering menjadi sorotan. Ada yang bisa mengaturnya sedemikian rupa hingga terlihat rapi di siang hari dengan tidak memperbolehkan PKL berdagang di siang hari saja, ada juga yang karena saking membludaknya serta ramainya rumah sakit sehingga harus berbagi tempat berdesak-desakan dengan tempat parkir. Karena lokasi parkir barangkali tidak mencukupi. Rumah Sakit Prof. Sardjito sebagai rumah sakit provinsi di Yogyakarta juga terkadang memperoleh sorotan yang sama dalam hal penataan lokasi parkir dan PKL. Padahal areanya pada dasarnya sudah cukup luas. Tapi lokasi parkir di dalam sering membludak hingga di luar khususnya siang hari. Termasuk membludaknya PKL yang mana sebetulnya telah dibuat lokasi di sebelah RS Sardjito tapi itu kurang mencukupi. Seperti yang terlihat pada gambar di samping, jalur sepeda berupa marka jalan garis kuning putus-putus acapkali dipergunakan untuk lokasi PKL.

Baca Lagi!





Gelegar Pesta Komputer

8 06 2011

pameran komputer jogjaPameran Komputer Jogja. Padahal bulan kemarin baru diadakan acara serupa di tempat yang sama. Tapi awal bulan ini ada lagi. Di samping karena masih terbuka pasar, mungkin juga agar tidak mepet menjelang bulan puasa akhir juli nanti. Bulan Oktober 2011 pameran komputer juga telah dijadwalkan diadakan kembali di JEC (Jogja Expo Center), seperti yang tertulis di agenda kegiatan JEC Jogja. Gelegar Pesta Komputer, 8 – 12 Juni 2011 JEC-Yogyakarta. Supporting ProgramJogja banjir Kaskus by kaskus reg jogja, Dance competition, Mural competitionSpeech contestWorkshop, seminar IT oleh Jogja IT dan Game Online. Tiket : Weekdays (rabu-jumat) : Rp. 3000,- dan Weekend (sabtu-minggu) : Rp. 5000,-. Agenda acara di JEC memang sudah laris manis mulai dari seminar, wisuda dan lain sebagainya. Padahal katanya, pada awalnya masyarakat Jogja agak enggan bertandang ke acara di JEC karena lokasinya agak di pinggir (perbatasan kota jogja, kab sleman dan kab bantul). Tapi justru itulah yang kemudian dibalik menjadi keunggulan karena lokasi sekitar masih tidak terlalu ramai dan terjangkau oleh semua. Salah satu konsekuensinya ya harga tanah di sekitar sana jadi cukup mahal kini. Oke, buat yang mau belanja piranti komputer dan elektronik, jangan lupa siapkan skala prioritas supaya belanja-nya tepat sasaran & kantong-nya tidak terlalu defisit :D!

Baca Lagi Ah!





Cokro Tela Cake

14 05 2011

Sebetulnya belum pernah berkunjung ke tokonya langsung (di Wirobrajan Jogja, jl. HOS Cokroaminoto), cuma pernah beberapa kali liat iklannya di baliho perempatan Wirobrajan atau di brosur. Ketika mencari informasi web resminya juga ternyata mungkin sedang dalam perbaikan, karena kosong. Jadi ceritanya minggu lalu dapat satu paket Cokro Tela Cake, gratis diperoleh karena pemberian :D. Cake ini mungkin termasuk jenis inovasi, karena bahannya tidak seperti pada umumnya. Yaitu dari ketela atau singkong. Cake ini lumayan rasanya, gurih dan cukup mengenyangkan. Ada taburan irisan keju di atasnya, dan sisipan keju di tengah-tengah sehingga ada tambahan rasa asin-asin gimana gitu. Hmm, sepertinya cocok untuk oleh-oleh buat yang sedang berkunjung ke Jogja :). Selamat menikmati wiken kawan!





National IT Expo 2011

4 05 2011

Pameran Komputer selalu ditunggu. Bukan semata mungkin karena benar-benar sedang membutuhkan piranti elektronika tertentu (yang terbaru), tapi sekadar ingin tau tentang teknologi terbaru juga merupakan salah satu alasan mengapa pameran komputer selalu ramai dikunjungi. Sekadar jalan-jalan juga bisa menjadi alasan. Apalagi di kota yang banyak mahasiswa-nya seperti di Jogja. Dikutip dari agenda acara di JEC (Jogja Expo Center); Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menggelar pameran akbar komputer National IT Expo (NIX) 2011, di Bima Hal B&C JEC. Acara dimulai pukul 10.00WIB hingga 21.00 WIB setiap harinya selama pameran dengan mengusung tema Teknologi Informasi untuk Semua, diharapkan seluruh masyarakat bisa mengenal lebih dekat teknologi informasi yang tepat guna untuk digunakan pada setiap kebutuhan. Spanduk dan baliho-nya sudah terpasang dimana-mana. Dengan ilustrasi pedati memborong piranti komputer. Ada apa aja di NIX 2011? Notebook, Netbook, Tablet, Display Adapter, LCD-LED, Desktop PC, Peripherals. NIX 2011 juga hadir di kota Pontianak, Makassar, Bandung, Semarang, Malang, Banda Aceh, Solo, Banjarmasin, Palembang, Pekanbaru, Jakarta dan Medan. Yuk, sudah siap beli komputer baru? 😀

Baca Lagi Ah!





Sego Kucing

9 03 2011

Meong!!! Ini bukan tentang makanan kucing. Atau tentang nasi (sego; dalam bahasa jawa) dengan lauk daging kucing. Bukan, bukan. Bagi yang belum pernah singgah ke jawa tengah, jogja dan jawa timur, barangkali belum pernah mencicipi secara langsung. Ini tentang makanan merakyat yakni nasi dalam porsi mini dengan sedikit lauk yang dibungkus dengan daun dan kertas koran bekas atau semacamnya. Lauknya pun minimalis. Seperti ikan teri, bandeng, ayam ceker, sayur oseng, mie oseng, telur dadar separo dan sejenisnya.  Yang menjual biasanya pedagang kaki lima yang di jogja disebut dengan angkringan. Sedangkan di solo dan sekitarnya, penjual sego kucing dikenal dengan hik.

Baca Lagi Ah!





Kuliner Jogja

3 08 2010

Sekadar rekomendasi untuk melihat beragam kuliner jogja via dunia maya. Kuliner Jogja dot net. Website ini sangat membantu anda menemukan tempat tempat kuliner di seluruh Yogyakarta yang paling pas dengan selera dan budget anda. Mulai dari menu Outlet, Jajanan, Warung Kopi, Cafe sampai Restoran yang tersebar di seluruh wilayah Jogja / Yogyakarta. Mulai dari kawasan Jogja Kota, Utara, Selatan, TImur, Barat dan kawasan Seturan. Lengkap dengan alamat dan kontak person. Selamat berwisata kuliner!





Jogja Wall Nation

10 12 2009

Kreasi seni dalam bidang seni grafiti atau mural saat ini sudah jamak. Apalagi di kota besar. Hal inilah yang bisa ditangkap oleh KODIM 0734/YOGYAKARTA bersama dengan Pemerintah Kota Jogjakarta, untuk dijadikan sebuah acara yang bermanfaat. Pada bulan November lalu, diadakan acara bertajuk “Jogja Wall Nation”. Sebuah lomba yang penuh unsur kreativitas. Yang mengambil tema “Spirit of Panglima Besar Jendral Soedirman”. Dengan harapan tentunya agar meningkatkan dan mempertajam semangat perjuangan. Perjuangan para pemuda di era global yang penuh tantangan baik dari luar maupun dari dalam, agar semangat kecintaan terhadap tanah air selalu membara. Acara tersebut mendapat banyak sekali apresiasi dari pemuda sebagai peserta dan masyarakat pada umumnya sebagai penikmat seni. Informasi mengenai acara tersebut dapat dilihat dengan detail dan jelas di situs resminya di sini.

Baca Lagi Ah!





Prameks

8 12 2009

Awan sudah ingin menampakkan warna senja. Tapi sepertinya masih belum saatnya. Karena waktu ashar baru saja tiba. Seorang anak muda baru saja memungut sebuah buku kecil di sampingnya. Lalu hendak menyerahkan kepada seorang Ibu muda yang sedang duduk di bangku tunggu. ”Maaf Bu, barang ini milik Ibu?”, lalu terdengar suara agak terkejut. ”Oh iya, buku ini milik saya. Terimakasih ya”. ”Tadi saya lihat terjatuh saat Ibu mengeluarkan sesuatu dari tas, lalu saya memungutnya. Ibu mau pergi ke Solo juga ya?”, anak muda itu lalu bertanya membuka percakapan. ”Ya, saya tinggal di Solo bersama suami saya. Tapi tempat kerja saya di sini. Jadi hampir setiap hari saya bolak-balik Solo-Jogja”, jawab Ibu muda itu dengan sedikit tersenyum. ”Wah lumayan juga ya, setiap hari harus pulang-pergi jogja-solo. Saya juga hendak pergi ke Solo, berkunjung ke teman lama saya. Kebetulan saya sudah lama tidak main ke sana ”.

Baca Lagi Ah!





Jogja Dipenuhi Gudeg

18 05 2009

gudeg1Bukan salah ketika orang menyebut bahwa Jogjakarta adalah wilayah teritorial pedagang gudeg untuk menjajakan makananya. Sejumlah gudeg terkenal sampai gudeg sederhana di pinggiran jalan selalu tersajikan hampir setiap saat. Gudeg memang bukan hanya monopoli makanan yang akan ditemukan di kota pelajar saja. Tetapi di banyak tempat seantero Indonesia sudah banyak. Tetapi kalau menengok lika-liku makanan yang terbuat dari buah nangka ini di Jogjakarta sungguh menarik. Melirik satu sisi saja dari kisah gudeg sangat bagus disajikan dalam bentuk cerita. Tak lengkap membicarakan gudeg di Jogjakarta tanpa menyebut tempat jualan gudeg dini hari di jalan kapas. Banyak artis dan eksekutif tertarik singgah tiap malam. Atau gudeg wijilan di komplek dekat kraton, yang tersaji apik dengan nuansa kraton yang memang lokasinya dekat dengan alun-alun utara kraton Jogja. Ada juga nama gudeg yang diberi branding dengan nama lokasi atau pemilik, seperti Gudeg Barek (baca : Mbarek) dan gudeg Hj. Ahmed.

Tetapi tetap tak lengkap kalau tanpa menyebut ‘gudeg jalanan’. Yakni Simbok-Simbok (baca : Ibu-ibu) yang berjualan gudeg di sepanjang trotoar (seperti pedagang kaki lima), umumnya pagi hari. Waktu jualan hanya sampai pukul 10 saja kira-kira, sejak habis seubuh pukul setengah enam sudah bersiap jualan. Jika singgah di daerah jalan kaliurang (kira-kira kilometer 2-8), maka pemandangan orang sarapan di pinggir jalan makan gudeg adalah lumrah. Apalagi harga murah meriah. Cukup kisaran 5 – 10 ribu saja. Bisa dipesan sesuai selera dengan lauk pilihan pemesan. Sarapan pagi di tempat seperti akan kental dengan nuansa jogja yang tak lekang oleh waktu sebagai kota gudeg.

gudeg2

Nah, ada juga tempat bersejarah lain di Jogjakarta yang dipenuhi oleh penjual gudeg di pinggiran jalan. Tetapi bukan hanya jualan ala kaki lima. Tetapi benar-benar di bangunan permanen. Dengan pangsa pasar langganan, maka sepanjang jalan gedong kuning di Kotagede selalu ramai orang berjajar membeli gudeg di tempat langganan. Tengoklah gambar “Gudeg Bu Djoyo” berikut ini. Dengan harga yang rata-rata, gudeg ini sudah eksis sejak lama. Ibu Djoyo yang sudah berumur tetap setia berjualan. Walaupun tempat jualannya pernah mengalami renovasi karena dihajar gempa tahun 2006 silam, tetapi usaha harus tetap berjalan untuk berjuang mencari nafkah.