Piramida Sosial

5 11 2011

Piramida SosialBelum lama ini, beberapa media baik televisi maupun media cetak menayangkan berita mengenai salah satu kondisi sosial Indonesia. Yaitu orang kaya makin banyak dan makin kaya. Sedangkan yang miskin makin miskin, dan barangkali jumlahnya juga makin banyak. Rupanya disparitas bisa jadi makin lebar. Yang miskin seolah makin termarjinalkan. Benarkah demikian? Kalau mau berdebat mengenai angka dan data, bisa jadi lama dan banyak versinya. Semua punya argumen masing-masing yang cukup meyakinkan dan tentu tidak mau kalah, baik dari pihak yang meyakini kabar berita di atas maupun yang kontra. Tapi bahwa ada fenomena kesenjangan dalam piramida sosial yang acapkali muncul dan berulang itu adalah kenyataan. Sebutlah adanya perumahan kumuh di tengah hingar bingarnya ibu kota. Sekolah untuk rakyat di pelosok belum merata. Kasus susahnya masyarakat kecil mengakses kesehatan dan seterusnya.

Jadi lebih baik sampaikanlah solusi nyata yang telah dilakukan untuk mengatasi kesenjangan yang terlalu tinggi di piramida sosial masyarakat Indonesia saat ini. Misal berupa social entrepreneurship dan kepedulian terhadap pendidikan. Karena pendidikan adalah kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok seanjutnya adalah pekerjaan. Sehingga bisa dipergunakan untuk mendapatkan pangan, sandang, dan papan.





Sosialita

6 06 2011

Socialita / Sosialita adalah orang-orang kaya harta yang memang kaya semenjak lahir. Atau karena keturunan. Bisa karena berasal dari keluarga pengusaha, atau bidang yang lainnya. Hal ini pernah diungkapkan oleh salah seorang blogger ternama Diana Rikasari beberapa waktu lalu ketika diwawancarai oleh MetroTV dalam sebuah acara bincang-bincang pagi hari. Definisi kaya bisa bersifat relatif, tapi dalam hal definisi apa itu sosialita, tentu bersifat lebih dari sekadar cukup kaya pada umumnya. Tapi belum cukup sampai di situ sebetulnya definisi mengenai apa itu sosialita. Tambahannya yaitu mereka yang terlahir kaya dan mempergunakan kekayaannya itu untuk turut serta melakukan kegiatan yang bersifat sosial. Sosial seperti apa? Apakah semacam aksi donor darah atau mengumpulkan nasi bungkus untuk donasi bencana alam? Sepertinya bukan hal semacam itu, tapi aksi sosial sesuai dengan kelas mereka. Penggalaman dana untuk tingkat korporasi dan para eksekutif dengan acara yang bisa dibilang lebih banyak bersifat eksklusif atau berkelas. Mungkin bisa lewat pesta atau penyelenggaraan konser musik di hotel berbintang, peragaan busana, pesta kebun & dansa di pinggir pantai, dan lain sebagainya.

Baca Lagi Ah!