Sekolah Kepemimpinan

9 08 2010

Kalau ada seorang pemimpin yang dikritik lalu marah, sebetulnya masih ada dua kemungkinan di balik kemarahannya itu. Pertama, pemimpin tersebut lalu memperbaiki sesuatu yang dianggap salah itu. Kedua, pemimpin tersebut akan balas mengkritik. Mungkin karena berbeda sudut pandang, bahwa tidak ada yg salah dengan kondisi yang dimaksud. Dan seolah hanya menjadi pemanis lidah saja pada saat berkata bahwa yang bersangkutan menerima kritik dengan lapang dada.

Mungkin itulah salah satu tingkah laku yang cukup mencolok saat ini bagi para pimpinan legislatif, eksekutif maupun yudikatif negri ini. Berbagai kejadian, fenomena bahkan sesuatu yang dianggap kasus dan aib belum cukup menegur. Seperti 4 tahun peringatan lumpur lapindo, kasus munir dan aktivis lainnya saat jaman reformasi, riuhnya ledakan petasan berupa gas elpiji dalam rangka menyambut ramadhan, hingga aksi artis Pong yang mencoret gedung kura-kura ijo milik para penguasa.

Baca Lagi Ah!