Wafer Tango

10 10 2011

Wafer TangoBulan Syawal telah lewat, tapi mungkin masih ada yg punya THR = Turahan Hari Raya. Apa itu THR? Dalam bahasa jawa, turah = sisa. Sisa makanan dari silaturahmi budaya lebaran. Baik yang beli sendiri, kue bikinan sendiri, atau barangkali dari parcel lebaran. Tapi bukan sisa-sisa yang tidak bisa dimakan lho! Sisa dalam arti karena persediaan bagian akhir. Dan salah satu THR yang masih available di rumah adalah Wafer Tango. Wafer coklat enak, kesukaan seluruh anggota keluarga. Kata seorang teman, ada yg lebih enak rasanya dari wafer tango. Yakni Wafer Sando, tapi kabarnya barang sudah jarang atau memang sudah tidak ada di pasaran, entahlah.

Baca Lagi!





Jadwal Imsakiyah 1432 H

31 07 2011

Jadwal Imsakiyah 1432 HJadwal Imsakiyah Yogyakarta 1432 H / 2011 atau untuk berbagai wilayah Indonesia lainnya dapat dilihat secara online, salah satunya di rukyatulhilal.org/imsakiyah/1432.php. Besok adalah hari pertama puasa ramadhan 1432 H, Senin 1 Agustus 2011. Sepertinya hari pertama puasa di Indonesia akan secara umum serempak dimulai bersama. Meskipun beberapa aliran tareqat sudah ada yang memulai puasa pada hari ini dan kemarin. Akan tetapi penentuan hari lebaran sepertinya belum tentu bersamaan. Walaupun sebetulnya diharapkan bisa bersama serempak memulai hari pertama ramadhan dan lebaran. Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankan!

Baca Lagi!





Tiket Kereta Api

26 07 2011

Pembelian tiket kereta api untuk musim lebaran sebagai keperluan mudik tidak hanya bisa dilayani di loket Stasiun Kereta Api terdekat. Tapi bisa dilakukan di Kantor Pos dan Indomaret. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Stasiun KA Kutoarjo-Purworejo Jateng, tiket KA untuk keperluan mudik bagi kelas ekonomi bisa dibeli paling cepat atau minimal 10 hari sebelum hari H yang dimaksud. Sedangkan untuk kelas bisnis dan eksekutif minimal 40 hari sebelum hari H yang dimaksud. Dan berdasarkan informasi yan diperoleh dari Kantor Pos Purworejo, tiket bisa dibeli minimal 30 hari sebelum hari H untuk keperluan mudik lebaran. Kebijakan pihak PT KAI untuk menambah lokasi pembelian / pemesanan tiket dengan menggandeng pihak ketiga yaitu PT Pos dan Indomaret tentu berdasarkan pertimbangan efisiensi biaya. Istilah untuk kebijakan itu adalah Subkontrak. Selain itu, barangkali juga dikarenakan jaringan atau lokasi PT Pos dan Indomaret lebih banyak tersebar di berbagai lokasi sehingga bisa menyentuh masyarakat dari kalangan mana saja. Terlepas dari itu semua, yang diharapkan masyarakat pada umumnya adalah PT KAI sebagai perusahaan monopoli milik pemerintah bisa selalu meningkatkan pelayanannya. Subkontrak yang dipilih sebagai strategi jangan sampai justru menjadi boomerang bahwasanya PT KAI mengalami kendala dalam banyak hal seperti SDM dan keuangan sehingga perlu bantuan pihak ketika. Dan pun ketika sudah menambah nekworking melalui pihak ketiga agar supaya tidak ada kasus seperti calo tiket, tiket habis, dan semacamnya.

Baca Lagi!





Pengemis Lebaran

10 09 2010

Idul Fitri, atau juga ada yang menyebutnya dengan Lebaran. Entah dari mana asal kata itu, mungkin dari kata dasar “lebar”. Mungkin. Di kala hari nan fitri itu telah tiba, maka berbondong-bondonglah umat untuk melaksanakan sholat Ied. Tak jarang pula, atau mungkin sudah menjadi hal biasa, jikalau juga nampak pemandangan beberapa pengemis yang turut serta mencoba mengais rejeki. Di lapangan pusat kota yang digunakan untuk sholat Ied, atau di sekitar pelataran masjid. Seperti ilustrasi berikut ini.

Baca Lagi Ah!





Wajah Lebaran Pribumi

10 10 2008

Purworejo-Kebumen-Magelang….

Lebaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka 1990 cetakan ketiga), adalah hari raya umat islam sehabis menjalankan ibadah puasa (tanggal 1 syawal).

Mudik adalah berlayar atau pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman). Pulang ke kampung halaman.

“Ied Mubarok”, begitulah kurang lebih yang diucapkan oleh orang-orang muslim di Afghanistan dan seantero wilayah timur tengah. Kalimat itu berarti kurang lebih selamat hari raya idul fitri. Sholat ied, yang terkadang berubah haluan dasar hukumnya, menjadi “wajib”, adalah rutinitas yang memang sudah menjadi “tradisi” tahunan di mana saja. Termasuk di Purworejo-Kebumen-Magelang. Sholat Id kali ini (baca : tahun ini, 1429 H / 2008 M) sungguh ramai. Karena tidak terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam mengenai penetapan jatuhnya hari raya di antara golongan dan ormas Islam di Indonesia. Hanya beberapa Ormas tertentu yang secara terang-terangan berbeda pandapat dengan penetapan pemerintah, seperti HTI (yang berkiblat pada penetapan hari raya idul fitri di Mekah, Saudi Arabia, yakni jatuh pada hari Selasa 30 september 2008) jamaah Aboge (penetapan jumlah puasa adalah 31 hari).

Alangkah padat dan penuh sesak di alun-alun kota Purworejo ketika satu syawal tiba. Masjid Kauman yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan sholat Id, sampai kehabisan tempat di sepanjang pelatarannya. Kira-kira pukul tujuh kurang seperempat, jamaah yang agak terlambat dating sudah susah untuk mencari lokasi parkir. Dan jalan sepanjang alun-alun sudah ditutup. Sehingga apabila ada jamaah dari arah selatan yang ingin sholat Id di Garnizun, sudah dipastikan tidak bisa lewat untuk menuju tujuan. Pada hari pertama dan kedua, secara umu, masyarakat purworejo akan mengadakan halal bihalal ke tetangga sekitar dan saudara. Di beberapa lokasi bahwan sudah ditetapkan bahwa pada hari kedua Lebaran, baru dimulai acara saling mengunjungi antar tetangga. Tradisi Lebaran ketupat (satu minggu setelah hari H, seperti di beberapa lokasi di Jawa Timur), tidak terjadi di Purworejo. Suara mercon dan kembang api tahun ini (1429 H) semakin turun drastis saja presentasenya. Hanya beberapa terdengar ketika Takbiran dan di lokasi-lokasi tertentu. Hal ini karena pihak kepolisian telah gencar melarang tradisi itu.

Justru ramai di beberapa sudut pusat kota di Purworejo, apalagi kalau malam hari di hari Lebaran di alun-alun kota. Hal ini dikarenakan banyaknya pemudik dari luar kota yang ingin jalan-jalan. Terlihat banyak sekali plat nomer kendaraan dari luar kota Purworejo. Apabila sudah H plus kurang-lebih satu minggu, maka yang terjad sebaliknya, seperti kondisi apa adanya, Purworejo kembali lengang sesuai julukannya kota pensiun.

Sepanjang jalan menuju Jakarta (jalur alternatif selatan maupun jalur utama, lewat Kutoarjo), selalu menjadi langganan macet. Tahun ini, berdasarkan data resmi Kepolisian, angka kecelakaan pemudik yang menuju Jakarta menurun, hanya sekitar 1800 orang korban tewas. Alhamdulillah. Jalur ramai selalu terjadi di sekitar pasar, seperti pasar Kutoarjo, Prembun dan Kutowinangun. Yang terjadi adalah seperti lazimnya masyarakat Indonesia, banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berhamburan di jalan. Memang kondisi ini sebenarnya memberikan rezeki dan menjadi kenikmatan tersendiri bagi pemudik untuk menikmatinya. Tetapi, ya memang seperti itu yang terjadi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai membuat angak kecelakaan naik. Peace! Kota Kebumen (dengan toko swayalan Rita yang menjadi andalan keramaian pusat perbelanjaan di hari raya idul fitri), hampir tak ada bedanya dengan kota Purworejo dalam hal keramaian di hari raya. Suasana alun-alun yang sejuk di sore hari, selalu menjadi andalan untuk menikmati pemandangan dan menyambut maghrib di kota yang terkenal dengan bahasa jawa ngapak-nya. Pabrik batu bata dengan sistem home industry dan genteng, tetap menjadi pundit-pundi perekonomian kerakyatan Kebumen. Pantai petanahan, puring dan Ayah selalu menjadi primadona untuk menikmati pantai dan Laut di Kebumen.

Perjalanan ke magelang hanya ditempuh kurang lebih satu jam dari kota Purworejo. Dari pusat kota menuju daerah Mangklong, Salaman, hanya butuh kurang lebih 45 menit. Sangat dekat memang. Ketika melewati jalan raya utama Pwr-Mgl, akan terlihat pemandangan pegunungan yang khas. Terasiring akan terlihat dengan jelas di kanan-kiri jalan. Walaupun air di sawah tidak begitu banyak, karena baru awal memasuki musim hujan. Jika mau masuk ke daerah pedesaan sebelum masuk ke kota/Kab.Magelang, maka pemandangan kali yang bersih dengan batu-batu besar akan menjadi sangat apik untuk dinikmati. Dengan ritme perjalanan yang naik-turun, karena memang jalannya berbukitan. Gunung Merbabu atau pegunungan Tidar akan menyapa bila dilihat dengan seksama di kanan-kiri jalan pedesaan. Kota Magelang, terutama di daerah Pecinan merupakan salah satu sendi perekonomian. Hawa dingin selalu nampak di semua sudut Magelang, baik di kota, kabupaten, maupun pedesaan. Suasana yang sangat terasa sekali di Magelang adalah sejuk dan nyaman. Karena memang tidak banyak dijumpai kluster-kluster industri di sana-sini, dan suasana kota jumlah penduduknya tidak berjubel.