Simulasi Sistem Industri

25 03 2011

Penulis adalah Miftakhol Arifin. Lulusan Teknik Industri AKPRIND Jogja dan MagisterTeknik Industri ITS yang lalu menjadi dosen di UPN Jogja. Buku setebal 200-an halaman ini adalah terbitan Graha Ilmu Yogyakarta, 2009. Buku ini berisi tentang pengantar sistem, model dan simulasi, aspek probabilitas, pembangkit bilangan random, simulasi kejadian diskrit, sistem antrian, verifikasi validasi simulasi, simulasi sistem jasa dan sistem dinamik. Ada beberapa salah ketik, salah satu yang cukup fatal di daftar isi. Seharusnya adalah simulasi kejadian diskrit, tapi tertulis simulasi kejadian kredit. Barangkali kalau sudah ada edisi revisi tahun ini, kesalahan ketik semacam itu sudah diperbaiki. Semoga. Karena bagaimanapun juga ketika orang ingin melihat konten buku, maka yang pertama dilihat adalah daftar isi. Dan jika ada kesalah disana maka akan segera kentara dan membekas kurang baik di benak pembaca.

Baca Lagi Ah!





Jakarta Macet

13 12 2010

Seorang pakar di pusat sana (pakar komunikasi katanya, seorang dosen pula), sedang diwawancarai seorang wartawati cantik. Ini tentang solusi macet di Jakarta, ibu kota Indonesia penuh warna. Dari yang putih bersih hingga hitam pekat kotor berdarah. Begini kurang lebih wawancaranya;

W : bagaimana solusi macet Jakarta menurut Bapak?

P : perbaiki transportasi massal. Saat ini lebih baik memperbaiki transportasi massal yang ada. Seperti busway, menata metro mini, angkot, dan seterusnya. Kalau proyek transportasi massal diadakan, menurut saya biayanya tidak berbeda jauh dengan perbaikan dan maintenance yang ada. Proyek baru transportasi massal kemungkinan besar akan kurang berhasil lagi dalam pelaksanaan dan perbaikan, misalnya seperti monorel yang gagal.

W : lalu bagaimana pendapat Bapak dengan pertumbuhan industri otomotif dengan pangsa pasar di Jakarta yang besar?

P : solusi kemacetan Jakarta, industri otomotif perlu ditekan. Dan butuh pemimpin yang berani. Industri otomotif digandeng untuk pengadaan transportasi massal dan kendaraan ramah lingkungan. Telah terjadi ”gurita industri otomotif”. Karena regulasi pemerintah untuk menekan pasar liberalisasi yang terlalu bebas telah gagal. Memang industri otomotif di negri ini tumbuh subur. Tapi apalah daya kalau timpang, hanya memakmurkan isi internal industri itu tetapi menambah polusi, energi fosil terkikis dan semakin menimbulkan tumpukan rongsokan dan kemacetan.

W : apa maksud Bapak dengan ditekan? Seperti apa riilnya?

P : begini, untuk pelebaran jalan itu tidak tepat saat ini. Utang Indonesia november ini saja 1.630 an triliun rupiah. Banyak sekali kan! Nha. Lebih baik untuk membatasi kendaraan pribadi di Jakarta. Sekarang logikanya begini, andaikata dana untuk memperlebar jalan ada terus, tapi jumlah kendaraan bermotor pribadi tidak dibatasi apalah daya. Itu percuma saja.

Baca Lagi Ah!





Sistem Antrian

6 11 2010

Di sebuah rumah sakit provinsi di kota gudeg, antri pasien umum dan askes adalah biasa. Terkadang seorang pasien yang datang antri pukul 7 pagi pun termasuk beruntung jikalau pukul 10 sudah dilayani. Mungkin beberapa rumah sakit besar milik pemerintah di beberapa kota lain juga mengalami hal serupa. Jadi terkadang itu sudah dianggap hal biasa. Dimana teknologi, dana/anggaran, dan ilmu sudah ada; tetapi barangkali pihak manajemen kurang memperhatikan hal tersebut. Sistem antrian masih perlu perhatian lebih. Contoh sistem antrian lainnya adalah pada saat pengurusan pajak kendaraan bermotor, antrian pembelian tiket pameran komputer, pengurusan SIM, antrian traffict light, pesawat menunggu di landasan, mesin rusak antri diperbaiki di bengkel, surat antri untuk diketik oleh sektrearis, antri masuk konser musik, antri masuk jobfair, dan masih banyak lagi. Sistem antrian patut diperhatikan karena adalah salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas dan nyata terlihat oleh mata banyak orang.

Baca Lagi Ah!





Manajemen Proyek

7 02 2010

Tiga hal variabel sebuah proyek yang utama adalah quality, time, cost. Atau kualitas, waktu dan biaya. Ketiganya adalah batasan yang menentukan nilai akhir sebuah proyek. Ilmu manajemen tentu sangat bermanfaat bagi berlangsungnya sebuah proyek. Dan layaknya cabang ilmu manajemen lain, prinsip PDCA atau plan do check dan action selalu menjadi intisari keilmuan tersebut. Perencanaan atau penjadwalan dalam sebuah proyek adalah hal krusial yang mana ciri atau metodenya bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis proyeknya. Di manajemen proyek, dikenal 4 dasar tipe penjadwalan. Yakni gant chart, CPM, PERT dan Preseden diagram. Untuk jenis proyek kontruksi atau yang bersifat fisik, metode-metode tersebut sudah umum diterapkan.

Baca Lagi Ah!





Manajemen Keuangan

29 11 2009

Penulis adalah dosen fakultas ekonomika dan bisnis UGM Jogja, Mamduh Hanafi. Sudah cetak pertama sejak tahun 2004/2005. Diterbitkan oleh BPFE UGM. Merupakan salah satu text book berbahasa Indonesia dalam keilmuan manajemen keuangan. Bisa dijadikan salah satu rujukan untuk mempelajari keilmuan tersebut. Mengingat sudah banyak sekali buku-buku karangan dari luar negri maupun Indonesia mengenai manajemen keuangan.

Dalam pengantarnya, penulis menyebutkan bahwa buku tersebut memang disajikan dalam perspektif sebuah organisasi perusahaan, perusahaan yang komersial. Perspektif yang kurang lebih sama dalam buku mengenai manajemen keuangan lainnya. Namun, bukan berarti segmentasinya tertutup untuk kalangan organisasi perusahaan komersial. Baca Lagi Ah!





Manajemen Zakat

25 08 2009

Mungkin langsung akan terlintas bahwa penulis buku ini mempunyai latar pendidikan kental dengan pondok pesantren atau perguruan tinggi islam. Tetapi itu agak meleset. Penulis adalah salah satu orang tersohor di Indonesia. Di bidang zakat tentunya. Punya latar belakang kuliah S1 di Arkeologi UI. Dia adalah Eri Sudewo. Salah satu perintis Dompet Dhuafa Republika (DD). Penulis memang pernah bekerja di Badan Arkeolog, karena background keilmuannya itu. Tetapi juga pernah merangkap bekerja di bisnis media. Dan alhasil pada tahun 1993, penulis terlibat dalam melahirkan DD.

m zaktMungkin ini adalah buku pertama di Indonesia yang membahas mengenai seluk beluk pengelolaan zakat di sebuah organisasi nirlaba. Dan mungkin dengan dasar itulah diberi judul “Manajemen Zakat”. Bukan mengupas lebih dalam mengenai zakat kontemporer dalam sudut pandang fiqih dan penerapannya di dunia modern saat ini. Tetapi pengelolaan zakat di sebuah lembaga atau organisasi. Tentu saja dengan sejarahnya.

Buku ini memupunyai judul  “Manajemen Zakat, Tinggalkan 15 Tradisi Terapkan 4 Prinsip Dasar”. Penerbit Institut Manajemen Zakat (IMZ) Jakarta pada tahun 2004. sudah cukup lama. Tapi tetap menarik dibaca. Karena seperti diungkapkan di awal tadi bahwa jarang-jarang buku seperti ini. Di dalamnya juga tidak melulu bercerita secara teoritis. Tetapi diliputi pula oleh cerita-cerita di balik kesuksesan pembangunan lembaga DD. Dengan beragam kenangan baik maupun yang kadang lucu bahkan bercitra negatif. Tak lupa penulis kadang menyelipkan beberapa kata-kata bijak di setiap bab-nya.

Membaca buku ini, langsung disuguhi oleh pengatar atau kata sambutan dari lima orang penulis dan professional di bidangnya. Yakni sang maestro pemasaran Hermawan K, ahli manajemen Dr. Rhenald K, Akademisi Prof. Azyumardi A, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Prof. Didin H, dan penulis berbagai buku mengenai ekonomi syariah Adiwarman A.Karim. Semua kata pengantar memiliki petuah dan sudut pandang yang berbeda-beda sesuai bidang keilmuannya.

Selama ini memang masalah pengelolaan zakat dalam sudut pandang hukum negara Indonesia belum tertata dengan baik. Jika diambil sudut pandang dari ranah hukum, tentu UU zakat yang akan dipermasalahkan dan perlu ditinjau kembali. Dan jika dilihat lebih ke arah operasional, maka banyak sekali permasalahn teknis berkaitan dengan lembaga pengelola zakat. Permasalahan yang diangkat penulis, mengungkapkan ada 15 tradisi yang menyebabkan kesulitan perkembangan. Yakni : anggap sepele, kelas 2, tanpa manajemen, tanpa perencanaan, struktur organisasi tumpang tindih, tanpa fit and proper test, kaburnya batasan, ikhlas tanpa imbalan, dikelola paruh waktu, lemahnya SDM, bukan pilihan, lemahnya kreativitas, tak ada monitoring dan evaluasi, tak disiplin dan kepanitiaan. Sehingga penulis menawarkan solusi 4 prinsip dasar; prinsip rukun islam, prinsip moral, prinsip lembaga dan prinsip manajemen.

Pada intinya penulis ingin bahwa pengelolaan zakat oleh lembaga nirlaba atau sekarnag lebih sering memakai istilah lazis, bisa memberikan kemanfaatan lebih. Bukan hanya sebagai lembaga yang asal-asalan dibuat tanpa manajemen dan dibuat hanya untuk semata charity. Tetapi semua itu adalah sebuah nilai profesionalisme. Dan paradigma baru seperti ini memang tidak mudah dan butuh waktu untuk menerapkannya di benak masyarakat banyak.

Tumpang tindih yang terjadi secara struktural mengenai kelambagaan zakat secara nasional juga sedikit disingguh di sini. Kemudian tak lupa salah satu hal yang penting dalam hal pengelolaan dana zakat adalah masalah distribusi. Dimana terdapat berbagai cara atau program kegiatan untuk mendistribusikan zakat. Mulai dari cara konvensional bisa untuk penyaluran sesuatu yang bersifat konsumtif, sekali pakai habis. Sampai cara penyaluran dengan pendayagunaan. Sesuatu yang bermanfaat untuk jangka panjang. Sehingga seseorang yang termasuk golongan mustahiq (golongan yang berhak menerima zakat, 8 asnaf) bisa meningkat menjadi muzaki (donator).





Manajemen Teknologi

26 07 2009

Management of (new) technology links engineering, science and management disciplines to address the planning, development and implementation of technological capabilities to shape and accomplish the strategic and operational objective of an organization.

manajementeknologiAtau dengan kata lain, manajemen teknologi merupakan sebuah kajian atau bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa / teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan. Jadi sebenarnya bukan semata berkaitan dengan kajian teknis, misalnya di lantai produksi. Tetapi juga mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi (sciences) dan pengelolaannya (manajemen) di sebuah organisasi. Maksud dari pengelolaan juga bukan berarti hanya pad atakaran dimana bagaimana agar proses pembuatan teknologi itu berhasil, tetapi juga bagaimana implementasi kemanfaatannya terasa di perusahaan. Seperti dijelaskan dalam pengertian di atas, ada dua tujuan dari kajian atau ilmu manajemen teknologi. Yakni dipandang secara strategis dan operasional. Strategis maksudnya berada pada posisi manajemen menengah ke atas dalam perusahaan. Operasional berkaitan dengan teknis keilmuan teknologi.

Teknologi

Teknologi dapat diartikan bermacam-macam. Mulai dari tangible (nampak) sampai intangible (tidak nampak). Yang nampak adalah alat atau tool dan bahkan produk itu sendiri. Sedangkan yang seolah tidak nampak adalah berupa metode, cara atau apapun yang mungkin tidak berupa fisik. Jika dianalogikan dengan komputer, maka teknologi bisa diartikan sebagai hardware dan software.

Kajian Manajemen Teknologi dan Ruang Lingkup Manajemen Teknologi

Manajemen teknologi adalah ilmu yang menjembatani antara kajian manajemen, rekayasa / teknik dan ilmu pengetahuan (sciences). Manajemen teknologi merupakan pengerahan (deployment) upaya (sumber daya) secara efektif (multidisiplin) dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan teknologi untuk pencapaian tujuan strategik dan operasional organisasi. Jika dilihat dari segi tingkatan ukuran organisasinya adalah sebagai berikut :

v     Tingkat MAKRO

  • Satuan analisis: negara
  • Tujuan: pemfungsian teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa
  • Sasaran: berbentuk kebijaksanaan pemerintah yang berlaku secara nasional

v     Tingkat MESO

  • Satuan analisis: sektor atau sub sektor ekonomi (sektor industri, sub sektor industri otomotif)
  • Instrumen manajemen: kebijaksanaan pemerintah atau kebijaksanaan suatu departemen atau kementrian yang berkaitan dengan sektor yang bersangkutan

v     Tingkat MIKRO

  • Satuan analisis: tingkat perusahaan
  • Kajian manajemen teknologi pada tingkat perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masalah teknologi pada tingkat meso dan makro
  • Tujuan manajemen teknologi: menciptakan surplus melalui penciptaan dan pemfungsian teknologi

mantekk

Ruang lingkup sesuai gambar di atas adalah :

—        Pemilihan teknologi yang akan digunakan oleh suatu unit organisasi

—        Transfer & adaptasi teknologi

—        Implementasi teknologi

—        Pengembangan teknologi

Pembahasan lebih lanjut mengenai manajemen teknologi dapat diperoleh dari rujukan referensi berikut ini :

Atlas Technology Project, United Nations, Economic and Social Commission for Asia and The Pacific, vol. 1 – 6, 1989.

Betz, F., Strategic Technology Management, Mc Graw Hill, Inc., 1994.

Chen, M., Managing International Technology Transfer, International Thomson Business Press, 1996.

Dussauge, P., Stuart, H. & Ramanantsoa, B., Strategic Technology Management, John Wiley & Sons, Inc., 1997.

Drouvot, H., & Verna, Politique du Developement Technologique : L’example Bresilien, 1995.

Noori, H., Managing the Dynamics of New Technology, NJ, Printice-Hall, 1990.

Khalil, T., Management of Technology: The Key to Competitiveness and Wealth Creation, McGraw-Hill International Edition, 2000.

Lowe, P., The Management of Technology : Perception and Opportunities, Chapman & Hall, 1995.

Martin, M., Managing Innovation and Entrepreneurship in Technology Based Firms, John Wiley & Sons, Inc., 1994

Nazruddin. Manajemen Teknologi. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2008.





Managing Information Technology

22 05 2009

mIT2

Mempelajari text book dari luar (terbitan asing, bukan dalam negri) serasa menyenangkan sebenarnya. Bukan karena tidak suka produk dalam negri. Tetapi para pakar itu terkadang bisa menjelaskan (baca : benar-benar menjadi guru) dengan bagus. Mulai dari filosofis maksud konten meteri dari buku yang ditulis, maupun penejlasan teknis dengan contoh. Yang jelas menjadi kekurangan adalah karena basic penelitian mereka dilakukan di sana. Jadi terkadang ada beberapa contoh yang kurang pas diterapkan di Indonesia. Memang text book asli khas Indonesia yang berbobot mengenai materi-materi perkuliahan belum begitu banyak secara umum.

Buku ini membahas mengenai pengelolaan teknologi informasi. Apa itu definisi teknologi informasi dan apakah sama dengan sistem informasi. Ditulis oleh E. Wainright Martin et all (Prentice Hall, cetakan pertama tahun 1999). Dalam sebuah pengantar di Bab I penulis menceritakan asal mula komputer pertama. Dikatakan bahwa komputer pertama tahun 1946 bernama ENIAC (Electric Numerical International Computer), yang diprakarsai oleh Dr. John W. Manlchy & J. Presper (dari Moore School Electrical Engineering; Univ. Pennsylvania). Buku ini memang terbitan lama, tetapi cukup bagus dalam runtutan ceritanya. Karena setelah penulis bercerita mengenai sejarah dan jenis-jenis gambaran apa saja teknologi informasi, maka selanjutnya dipaparkan mengenai sistem informasi manajemen. Bermula dari pendefinisian apa itu sistem. “System is a set of interrelated components that must work together to achieve some common purpose (page 272).” Berikut adalah gambar betapa jeleknya sebuah sistem yang diciptakan oleh seorang designer rumah. Gambar yang lucu dan menarik.

mIT

enulis menuntun pula bagaimana menggambarkan membuat wide concept sebuah sistem informasi manajemen. Basic model sebuah information system secara umum adalah :

mTi3

Ada beberapa notasi dasar untuk pembuatan model (model jenis visual). Dicontoh dibawah ini sistem persediaan sederhana untuk barang jadi. Ada notasi untuk penyimpanan (storage), aliran data, proses/aktivitas dan entitas.mIT3Model atau teknologi baru untuk jenis teknologi informasi diramalkan oleh penulis akan terus berkembang. Lihat saja dengan perkembangan dari jenis seperti Electronic Data Interchange (EDI), internet, sampai Enterprise Resources Planning (ERP).





Resensi Buku Bisnis

12 11 2008

business1Berjudul “Contemporary Business” atau Pengantar Bisnis Kontemporer. Pengarang adalah Gene Boone dan Dave Kurtz. Boone adalah seorang pengajar di University of Southern Missisipi. Sedangkan Kurtz juga seorang pengajar di Univ. of Arkansass. Buku terbitan tahun 2007 ini diterbitkan oleh Salemba Empat (jakarta), yang merupakan buku terjemahan dari Thomson Leraning (Singapore).

Sebuah buku rujukan untuk belajr bisnis. Belajar mengenai manajemen dan tantangan bisnis global saat ini, cocok untuk pebisnis kelas menengah ke atas. Dilengkapi pula studi kasus tiap Bab. Bermula dengan menceritakan pandangan teranyar mengenai apa itu bisnis dan hal apa saja yang terkait. Selanjutnya dipaparkan mengenai manajemen SDM, Pemasaran dan Keuangan.

Penulis mengemukakan bahwa produktivitas merupakan kunci bersaing yang utama pada era persaingan global saat ini. Perusahaan (baca : bisnis) harus mampu bersaing dengan keunggulannya masing-masing. Penulis mengatakan bahwa sistem swasta sebagai salah satu cabang bisnis dapat meminimalkan interfensi pemerintah dalam hal perekonomian negara. Selain itu semangat kewirausahaan sebenarnya juga dapat menggerakkan perekonomian.





Manajemen Operasi

12 11 2008

SEPULUH KEPUTUSAN STRATEGIS MO (manajemen operasi)

Dikemukakan oleh Jay Heizer dan Barry Render (2005). mo-1

Manajemen operasi atau sering dinamakan dengan manajemen produksi memuat sepuluh hal.  Hubungan antara kesepuluh komponen:

1. Perancangan barang dan jasa.

Berhubungan dengan kualitas dan SDM. Proses perancangan produk perusahaan akan mempengaruhi kualitas akhir produk. Oleh karena itu, perancangan barang dan jasa harus memasukkan unsur kualitas atau mutu, misalnya pada kualitas desain produk.

Perancangan produk (barang atau jasa) menentukan jumlah SDM yang dibutuhkan untuk membuat produk. Misalnya perancangan produk meubel yang terdiri dari beberapa komponen. Dari komponen-komponen tersebut dapat ditentukan jumlah tenaga kerja.

2. Mutu.

Mutu atau kualitas produk harus dijaga pada saat proses pengerjaan produk (barang atau jasa). Sehingga penentuan mutu harus dilaksanakan pada saat perancangan produk dan perancangan proses.

3. Perancangan proses dan kapasitas

Perancangan proses dan kapasitas dilakukan setelah perancangan barang dan jasa selesai. Perancangan proses dan kapasitas berhubungan dengan mutu, SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan. Mutu atau kualitas proses yang baik akan menghasilkan produk (barang atau jasa) yang diminati pelaggaan. Apabila proses telah ditentukan, makan akan diketahui pula jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan. Perancangan proses dan kapasitas akan menghasilkan tingkat ketersediaan produk (barang atau jasa), penjadwalan proses (scheduling), dan proses pemeliharan (maintenance).

4. Pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi berkaitan dengan manajemen rantai pasok. Faktor pada rantai pasok (supply chain) yang berpengaruh antara lain transportasi dan jaringan distribusi.

5. Perancangan tata letak

Perancangan tata letak dilakukan setelah perancangan proses dan kapasitas. Perancangan tata letak akan berpengaruh pada SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan.

6. SDM dan rancangan kerja

Faktor SDM meliputi keselamatan, kesehatan, job description, lingkungan kerja dan upah.

7. Manajemen rantai pasok

Manajemen rantai pasok dipengaruhi oleh pemilihan lokasi dan kualitas produk. Manajemen rantai pasok karena berkaitan dengan keputusan apa yang harus dibeli dan apa yang harus dibuat. Sehingga kualitas apa yang harus dibeli akan menentukan kualitas apa yang dibuat.

8. Persediaan

Keputusan persediaan dipengaruhi oleh perancangan proses dan kapasitas, SDM, dan perancangan tata letak.

9. Penjadwalan

Keputusan penjadwalan dipengaruhi oleh perancangan proses dan kapasitas, tata letakl dan SDM.

10. Pemeliharaan

Pemeliharaan berkaitan dengan menjaga mutu atau kualitas.

Bagan Hubungan 10 Keputusan MO :

mo-juga