Kuliner Alun-Alun Purworejo

18 09 2011

Kabupaten Purworejo terletak di sebelah barat Provinsi DIY. Di sebelah selatan Kabupaten Magelang, dan berbatasan dengan Kabupaten Kebumen serta Wonosobo di sebelah timurnya. Acapkali disebut dengan kota pensiunan, karena sebagian masyarakat yang berusia produktif lebih banyak merantau. Sehingga hanya momen tertentu misalnya lebaran beberapa minggu lalu, atau libur tanggal merah, dimana suasana Purworejo menjadi lebih semarak dan ramai diisi oleh para pemudik atau perantau yang ingin pulang beristirahat menikmati suasana tenang. Sambil berwisata kuliner tentunya. Dan lokasi yang cukup terkenal untuk itu, salah satunya di pusat kabupaten, alun-alun Purworejo. Boleh berjualan semenjak sore hingga pagi hari jam 7. Hanya di sisi barat dan timur alun-alun. Seperti ditujukkan pada peta di bawah ini. Karena sisi utara dan selatan adalah rumah dinas serta kantor Bupati. Ada kuliner apa saja di sana?

Baca Lagi!





Mengejar Mie

31 12 2009

Ada gambar coretan di dinding kamar Awan. Terinspirasi oleh tokoh F-tse, Oni berinisiatif menggambar coretan pensil. Siluet wajah 4 mahasiswa. N-tse, karena semua nama tokohnya mempunyai karakter huruf N; Nunu, Aan, Oni, Awan. Dengan kemampuan aneh yang mengalir dalam darah AB-nya, mahasiswa design interior itu dengan lihainya menggambarkan siluet.

Dimulai dengan menggambar Nunu, mahasiswa hukum yang suka bercuap-cuap. Layaknya seorang dosen, yang kemudian juga mendapat julukan Pakde (Pak dosen). Bergelar aktivis mahasiswa yang suka menghilang dari peredaran anak-anak kos. Karena lebih suka mengekspresikan lewat pergerakan mahasiswa, yang beraliran warna merah bersimbolkan banteng. Dan lebih suka berkelana untuk mencintai alam dan pegunungan.

Kemudian Aan. Jurusan teknik industri adalah pilihannya ketika mendaftar kuliah tanpa tes. Lebih pasif mengikuti kegiatan di luar kampus, tapi lebih suka mengikuti kegiatan internal kampus seperti di laboratorium dan himpunan mahasiswa. Layaknya anak teknik lainnya, dikenal lebih sering menggunakan otak kirinya. Yang jika musim praktikum tiba, dikenal mudah marah dan tersinggung. Walaupun minatnya di desain dan komputer mulai terasa semenjak masuk kuliah.

Baca Lagi Ah!





Ibu

29 11 2009

Suatu ketika ada seorang gadis yang sedang berjalan di tengah hujan. Hujan yang cukup lebat di pinggiran kota. Celakanya dia tak membawa payung atau apapun untuk berteduh. Dan hatinya juga sedang diliputi mendung. Kemudian terlihatlah sebuah warung sederhana dari penjual mie ayam. Akhirnya si gadis memberanikan untuk sekedar berteduh.

Tidak ada pembeli. Hanya bapak penjual mie ayam dan gadis tersebut. Mungkin karena cuaca sedang tidak bersahabat malam hari itu. Melihat guratan wajah si gadis yang terlihat murung dan beberapa kali terlihat mengisakkan tangisan air matanya, si penjual mie ayam berinisiatif untuk tidak menegurnya langsung. Tetapi disajikanlah satu mangkok mie ayam hangat dan secangkir teh hangat. Kemudian barulah dia bertegur sapa. ”Mengapa kau menangis nak! Makanlah ini dulu, selagi hangat”. Si gadis pun mencoba bertutur dengan terbata-bata karena mungkin terlalu letih karena sedih dan berjalan kaki sendirian, ”Terimakasih sebelumnya pak! Tapi aku tidak membawa cukup uang untuk membayar ini semua”. Dijawab oleh si panjual mie ayam, ”Kau tidak perlu membayar ini semua. Semuanya gratis untukmu. Dan satu lagi, aku juga masih punya satu cadangan payung yang bisa kau pakai untuk pulang ke rumahmu. Karena kulihat hujan masih akan lama berhenti”.

Baca Lagi Ah!