Gekikara Ramen

29 05 2011

Kalau sedang ingin makan mie ramen tapi uang terbatas dan warung makan jepang-nya jaraknya terlalu jauh dari rumah/tempat tinggal, maka tidak perlu risau. Bisa mencoba mie ramen instan dari pabrikan nissin ini; Gekikara Ramen. Karena harganya cukup murah hanya empat ribuan saja per bungkus. Rasanya walaupun tentu berbeda dengan mie ramen aslinya, tapi tak apalah untuk sekadar mengganjal perut biar kenyang dan memuaskan hasrat ngidam mie ramen. Jangan lupa yang bungkusnya warna merah. Cara memasaknya tak jauh beda dengan mie instan lain pada umumnya, tapi porsinya agak lebih banyak dengan rasa bumbu kuahnya yang khas. Namanya juga mie ramen :D. Selamat menikmati wiken!





Harga Mahasiswa

26 02 2009

Mengusung sebuah tag, slogan, lambang, nama dan sebuah iklan dengan embel-embel “mahasiswa”, nampaknya masih menjadi sebuah alternatif cara komunikasi (yang cukup efektif) dengan calon konsumen, stakeholder atau relasi / kolega. Tengoklah beberapa iklan produk dan jasa sebagai berikut.

mhsbakso

^^Makanan kantin kampus mahasiswa^^

mhspdg

~~Rumah Makan Padang~~

mhscd

~~Pusat Penjualan CD~~

mhsangk

~~Angkutan Mahasiswa~~

mhskursus

**Kursus English**

mhskompi

%% Supermarket Elektronik dan Komputer %%

mhssalon1**Salon**

mhspaketkursus1##Paket Khusus##

mhskaj@@ Kajian Tafsir Mahasiswa @@

Yang ini agak berbeda. Salah satu bukti akan kecintaan mahasiswa Indonesia terhadap alam semesta, kekayaan alam dan pemndangan alam Indonesia.

mhspalam

Seolah ingin dikatakan oleh sang pemilik produk, bahwa “harga mahasiswa murah”. Terbukti di produk makanan tersebut, kata “mahasiswa” merupakan daya tarik utama agar seorang calon pelanggan akan datang. Salah satu daya tarik untuk mekan di sebuah tempat adalah harga yang murah dan bersaing.

Padahal sebenarnya status sosial mahasiswa masih dianggap cukup mentereng di kalangan masyarakat secara umum. Tapi kalau membicarakan masalah produk-produk seperti makanan, buku, pakaian, elektronik, program-program kursus dan hunian (kos, asrama, dll); status mahasiswa laksana mendapat tempat tersendiri yang “mendapat dispensasi”. Entah apakah karena persepsi bahwa “mahasiswa adalah kaum terpelajar dengan uang pas-pasan, harus hemat, karena perantauan jauh dari orang tua”, masih melekat erat di masayarakat atau entah karena alasan lain. Padahal mahasiswa dari kalangan “punya” tak sedikit jumlahnya. Salah satu bukti status sosial mahasiswa masih cukup mentereng adalah bahwa mahasiswa terkenal suka demo. Dengan berbagai motif, entah menyuarakan suara hati rakyat, atas nama LSM (lembaga Swadaya Masyarakat), atau menentang kebijakan pemerintah seperti UU BHP (Badan Hukum Pendidikan). Status mahasiswa sebagai seorang yang terdidik masih sangat melekat. Puncak demo yang terkenal adalah saat rezim orde baru tergulingkan tahun 1998.

Namun tak jarang status yang dianggap mentereng bagi mahasiswa, tercoreng karena ulah-ulah kurang terpuji seperti tawuran antar mahasiswa, sampai isu “ayam kampus”. Sehingga status sosial itu turun. Status sosial yang berbuah menjadi sial. Dan harga mahasiswa menjadi fluktiatif. 😀