Rendang Indonesia

30 10 2011

rendang IndonesiaIndonesia adalah salah satu negara di benua Asia yang terkenal akan kekayaan kulinernya. Karena wilayahnya luas dengan keragaman budaya, serta populasi manusia yang kabarnya menempati urutan kelima terbesar di dunia. Sehingga wajar jikalau tiap daerah punya kuliner khas masing-masing. Bahkan sudah banyak kuliner asli Indonesia yang kemudian dikenal secara luas di seluruh dunia. Seperti dimuat dalam majalah SWA bulan lalu, Rendang Indonesia termasuk dalam daftar 15 makanan top versi CNNGo. Mengapa harus ditambahkan kata Indonesia untuk menyebut kata Rendang seperti judul di atas? Karena untuk menunjukkan asal muasal makanan khas padang itu bahwa berasal dari negara Indonesia. Bukan dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia yang konon juga punya makanan khas serupa, rendang.

Baca Lagi!





Kuliner Laris Kaum Perantauan

10 06 2011

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Beberapa suku terkenal suka merantau dan tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan ciri khas masing-masing. Ada yang terkenal suka berdagang, menjadi pekerja atau buruh, terjun di dunia seni budaya, dan lain sebagainya. Di bidang bisnis kuliner, setidaknya ada beberapa kaum perantauan yang terkenal sukses. Sukses dengan bisnis kulinernya yang khas dan banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Umumnya kuliner khas dari daerah asalnya yang kemudian menjadi laris di wilayah perantauan. Seperti sate madura yang dijual langsung oleh masyarakat asli Madura yang merantau. Ada sate madura yang dijual keliling dengan gerobak sate, ada yang menetap di sebuah warung atau kaki lima. Warung burjo indomie 24 jam nonstop yang penjualnya adalah sebagian besar masyarakat asli Kuningan Jawa Barat yang merantau. Dan satu lagi, masyarakat asal Padang yang suka merantau di berbagai wilayah Indonesia dan membuka warung makan Padang. Meskipun restoran Padang yang dibuka oleh masyarakat setempat juga ada, tapi rata-rata  rasanya berbeda karena kekayaan bumbunya disesuaikan.

Baca Lagi Ah!





Dwilogi Padang Bulan

25 08 2010

Jawaban dari ketidakpuasan penggemar karya Andrea Hirata ketika selesai membaca Maryamah Karpov adalah dengan dwilogi novel ini. Dwilogi dalam satu buku, bolak-balik setebal 500-an halamanterbitan Bentang Pustaka Yogyakarta Juni 2010. Tertulis dengan khas bahasa melayu untuk melanjutkan cerita picisan mengenai perjalanan Ikal yang bertepuk sebelah tangan demi cinta seorang bernama A Ling. Agar tidak membosankan, maka ditambahlah mengenai perjalanan hidup seorang bernama Enong, yang tak lain adalah Maryamah Karpov. Tambahan nama Karpov karena dia adalah pecatur wanita pertama di Belitong yang menggunakan strategi Anatoly Karpov dan berhasil mengalahkan pecatur laki-laki (seperti Rezim Matarom, mantan suaminya) dengan bantuan guru online seorang Grandmaster perempuan teman Ikal sewaktu kuliah di Prancis yang bernama Ninochka Stronovsky. Enong juga adalah penambang timah wanita pertama, begitu katanya. Dengan segala keterbatasannya, dia tanpa henti berusaha sekuat tenaga menggapai mimpinya untuk mahir bahasa inggris. Dan akhirnya tercapai. Enong juga punya kisah cinta tak tersampaikan dengan seoarang teman kecil semenjak SD ketika ia harus putus sekolah yang bernama Ilham; mirip kisah cinta Ikal kepada A Ling yang akhirnya berdamai dengan Sang Ayah. Simbolis itu diutarakan Ikal dengan sebuah puisi untuk A Ling yang diberikan ketika hari di pesta pernikahannya dengan pemuda tampan bernama Zinar. Sebuah puisi berjudul “ada komidi putar di padang bulan”. Maka mungkin itulah alasan buku pertama dwilogi ini berjudul Padang Bulan. Dan mengapa buku kedua diberi tajuk Cinta di Dalam Gelas? Sepertinya mengambil falsafah inti cerita, yakni tentang kegemaran penduduk Belitong dalam hal menikmati kopi. Kopi itu adalah cinta di dalam gelas. Segenap cerita tentang cara minum kopi dan pertandingan catur begitu kental. Kumpulan orang-orang lucu dan aneh selalu bisa menjadi penyegar cerita, seperti detektif M. Nur dan burung bernama Joze Rizal, hingga penyakit gila nomer sekian.

Baca Lagi Ah!