Pantai Gunungkidul

31 07 2010

Parangtritis, sudah demikian lekat dengan kota Jogja. Sering disingkat dengan “Paris”. Pantai di daerah Bantul memang cukup menjadi idola masyarakat Jogja. Banyak warga kota Jogja yang sering berlibur ke sana karena cukup dekat jaraknya. Tapi terkadang banyak juga yang mungkin merasa bosan sehingga mencari alternatif lain. Mungkin karena di pantai bantul seperti parangkusumo, depok, parangtritis dan lainnya dianggap pemandangannya cukup monoton. Bahkan terkadang jikalau kondisi ramai malah terkesan kotor karena banyak sampah bertebaran sembarangan. Sehingga pantai di kawasan Gunungkidul adalah alternatif yang cukup menjanjikan untuk dijadikan tempat alternatif berwisata, menikmati weekend atau sekadar mencari inspirasi.

Ada banyak pantai di Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Bahkan pantai yang belum ada namanya, atau baru dikasih nama sehingga tempat parkirnya pun terkadang susah. Tapi jangan salah, keindahannya sangat memukau. Gunungkidul diliputi oleh bukit-bukit kecil yang berlapis tanah berkapur. Konon dahulu di masa penjajahan adalah salah satu benteng yang cukup susah ditembus oleh penjajah karena medannya yang berbukit-bukit. Kawasan pantai Gunungkidul terletak di sebelah selatan DIY. Ditempuh dari Kota Jogja membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Pantai apa saja yang ada disana? Nguyahan, Ngobaran, Ngrenean, Baron, Kukup, Drini, Sepanjang, Krakal, Sundak, Siung, Wediombo, Ngungap, Sadeng, dan masih banyak pantai lain yang belum ada namanya. Nah, banyak sekali bukan. Mau lihat gambar atau foto pemandangan masing-masing pantai silakan lihat salah satunya di sini. Peta wisata Kabupaten Gunungkidul lihat di sini. Selamat menikmati weekend!





Pantai

21 04 2009

Matahari sudah menyapa pagi. Entah dengan senyuman manis atau kecut. Kecut karena tahu bahwa bisa jadi sore hari posisi matahari akan digeser oleh awan mendung. Perjalanan hari minggu pagi untuk menghabiskan waktu melepas lelah dan berkumpul adalah kesempatan bagus bagi matahari yang tersenyum manis. Kami berharap bertemu minggu yang mengembangkan senyumnya. Matahari di pantai.

Kami sebenarnya berjumlah sepuluh orang. Doddy, Ilham, Asep, Rizky, Arif, Rara, Tyas, Afry, Era dan Fiza. Namun kami hanya berkumpul berenam. Sahabat adalah tempat menjalin silaturahmi tanpa batas. Berjuang dalam barisan mengemban amanah.

Rencana untuk melepas temu dan bepergian bersama sudah direncanakan sejak berbulan-bulan lalu. Sampai ide tersebut takut usang. Tetapi ide hanya sebatas rencana yang percuma jika tidak direalisasikan. Sekitar seminggu sebelumnya kami sudah menata barisan untuk melakukan survey lapangan melihat medan. Barangkali rencana tujuan wisata kami ke pantai kukup terlalu jauh. Tetapi itu anggapan yang salah setelah melihat keindahan pantai. Sms jarkom dan message melalui facebook segera dilancarkan. Hanya dalam satu minggu jadwal keberangkatan telah disepakati. Berkumpul di depan kantor Badan Wakaf dengan sms bertajuk kumpul jam 06.00.

kukup

Kami menunggu sahabat lain yang datang belakangan cukup lama. Hingga sempat berbincang ria menunggu sahabat yang sedang mandi dan membawa bekal. Bahkan salah satu sahabat merelakan untuk tidak mandi. Berencana jeburan.

Setelah semua sahabat berkumpul, hanya berenam (Doddy, Arif, Rizky, Rara, Tyas, dan Afry) tetapi sama sekali tidak mengurangi semangat untuk piknik, maka pukul 07.30 doa berangkat dilakukan. Berangkat dengan hati cerah sungguh menyenangkan. Perjalanan jogja kota hingga ke wonosari bukanlah melewati track lurus dan tanpa bukit. Tetapi akan dihadapkan pada sebuah bukit yang menjulang tinggi bernama bukit Pathuk. Sebelum sampai di jalan baron, salah seorang sahabat mengeluh lapar. Belum sarapan rupanya. Sehingga menjadi keputusan bersama untuk sejenak mampir di warung makan bakso dan nasi rames. Makan bersama ditraktir sahabat Rizky. Sungguh nikmat sarapan pagi itu. Tak lama kemudian perjalanan dimulai lagi. Menempuh tidak sampai satu jam perjalanan untuk singgah dan berteduh di pantai kukup. Cukup panas, bukan saatnya berteduh ria, tetapi saatnya bermain air dan berjalan menyusuri tepi pantai dan menaiki bukit. Kami rupanya tak ketinggalan bergabung ke dalam kelompok narsis. Sehingga tiga kamera selalu memainkan perannya tatkala para sahabat berakting dan berpose.

Tak puas hanya singgah dan bermain di satu pantai, maka keputusan bersama untuk menuju ke pantai lain. Sedranan. Sebelum itu karena hari sudah mulai beranjak siang, maka acara dilanjutkan dengan ishoma. Membeli udang segar yang masih hangat baru dibakar adalah kenikmatan tersendiri. Lalu, perjalanan berlanjut. Hanya 10 – 15 menit kami sampai di lokasi tujuan berikutnya. Wow, pantai putih yang jernih sekali. Sangat indah. Tak kalah dengan pantai kukup tujuan kami sebelumnya. Jika di pantai kukup dapat melihat ikan-ikan hias laut kecil yang berenang di tengah karang-karang kecil di pinggiran pantai, maka di Sedranan bisa melihat hamparan pasir putih dan jernihnya air untuk mandi. Ada bagian tertentu yang dangkal. Karena waktu ashar sudah mennanti, maka terpaksa piknik harus segera diakhiri. Sahabat Rizky dan Tyas sempat melakukan jeburan. Karena sahabat Afry sudah ditunggu sanak saudara di Prambanan, maka perjalanan pulang yang diawali dengan penutupan dan doa bersama tidak bisa dilakukan bareng-bareng layaknya berangkat piknik.

Senja menanti pukul 4 sore ketika kami pulang. Tetapi hujan tak mau kalah. Ketika memasuki wonosari kota, hujan rintik-rintik menyambut. Sehingga makan sore adalah keputusan yang tepat untuk menghangatkan badan. Sambil menikmati pemandangan di atas bukit Pathuk. 18.00 WIB.

Menunggu silaturahmi berikutnya.

Minggu cerah Jogja, 5 April 2009. Mulai dari Cik Di Tiro